Islam Moderat, Ala Barat Sesatkan Umat



[KAMPANYE]
/Islam Moderat, Ala Barat Sesatkan Umat/

Oleh: Hanif Kristianto

Dunia Islam tengah menghadapi gempuran pemikiran asing yang begitu gencar. Tak hanya itu, konflik demi konflik—baik yang diciptarekayasa atau alamiah—menjadikan kondisi kian pelik. Umat Islam pun bingung mencari solusi dan bentuk keberislaman. Padahal Islam yang datang sebagai rahmat lil ‘alamin mampu menjawab segala permasalahan. Bahkan Islam sajalah yang memiliki kesempurnaan aturan dan keagungan peradaban.

Islam yang satu, sering pula diembel-embeli dengan pengaburan maknanya. Sebut saja ada Islam KTP, Islam Sontoloyo, Islam Sosialisme, Islam Demokrasi, Islam Radikal, Islam Moderat, dan lainnya. Pasca pengarusutamaan perang melawan radikalisme yang ditandai dengan peristiwa terorisme, muncullah gagasan Islam moderat. Bahkan baru-baru ini di dunia Islam, gagasan Islam moderat gencar dikampanyekan dan dijadikan satu solusi untuk menampilkan Islam sesungguhnya.

Nah, apa terminologi Islam moderat ini? Pengistilahannya berasal dari mana? Benarkah model Islam moderat merupakan solusinya untuk keluar dari konflik? Lantas, apa motif sesungguhnya di balik kampanye Islam moderat di dunia Islam? inilah pertanyaan menarik untuk diulik dan dijawab.

/ Terminologi Islam Moderat /

Istilah moderat sesungguhnya berasal dari Barat. Sama sekali dalam dunia Islam tak dikenal istilah itu. Hal ini dijelaskan dalam English Terminology in Muslim-Western Dialogue (Search for Common Ground akses di www.sfcg.org dan http://www.commongroundnews.org/term_en_moderate_muslim.php?lan=en) bahwa moderate Muslim/Islam is A Muslim/ an interpretation of Islam that rejects extremism and terrorism; a Muslim who supports Western foreign policy; a non-practicing Muslim or sometimes even a former Muslim (Muslim/Islam moderat adalah muslim/tafsiran Islam yang menolak ekstrimis dan teroris; seorang muslim yang mendukung kebijakan Barat; bukan muslim yang mempraktikan atau bahkan mantan muslim).

Kemunculan Islam moderat dilatarbelakangi dengan tuduhan tendensius bahwa penerapan Islam secara keseluruhan adalah definisi yang tidak toleran dan agresif. Pun banyak muslim yang dianggap ekstimis, intoleran,radikal, dan meyamakan kesalehan untuk melakukan kekerasan. Islam pun dianggap inspirasi kekerasan (inspiring violence) sebagai dampak mengkaji islam yang sepotong-potong.

Patut disayangkan jika Islam moderat disamakan dengan pengistilahan Islam Wasathiyah, yang kemudian diklaim sebagai bentuk model ideal muslim. Begitupula diklaim sebagai solusi bagi Indonesia agar tidak berpecah belah seperti konflik yang melanda di dunia Islam, baik Timur Tengah ataupun Afrika.

Padahal, jika umat Islam memiliki pemahaman yang cukup terkait konstelasi politik global, serta skenario Barat dan sekutunya, maka akan didapat suatu simpulan. Justru konflik-konflik di sana bukan karena Islam, tapi diciptakan Barat untuk mencengkaram penjajahannya di negeri-negeri muslim.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, gagasan ”Islam moderat” ditemukan oleh Barat dan digunakan untuk melemahkan Islam. Komentar itu diduga untuk menyindir reformasi Arab Saudi. Bulan lalu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berjanji untuk mengembalikan “Islam moderat” ke kerajaan. Monarki Teluk tersebut pada saat ini mengikuti doktrin Islam Salafi atau dikenal sebagai Wahabi yang sering digambarkan sebagai ”ultrakonservatif”.

”Istilah 'Islam moderat' sedang dilatih lagi. Paten Islam moderat milik Barat. Tidak ada Islam moderat atau immoderate; Islam adalah satu. Tujuan penggunaan istilah tersebut adalah untuk melemahkan Islam,” kata Erdogan di Ankara. Jumat, 11 November 2017 (https://international.sindonews.com/read/1256474/43/erdogan-islam-moderat-paten-barat-tak-ada-islam-moderat-1510372358)

Tampak sudah, Islam moderat mengaburkan makna Islam sesungguhnya. Islam rahmatan lil ‘alamin akan terwujud tatkala diterapkan dalam kehidupan oleh entitas negara. Tanpa negara yang menerapkan Islam kaffah, mustahil impian rahmatan lil’alamin terwujud.[]

@infomuslimahjember || #infomuslimahjember

#kampanye #IslamPolitik #JemberLebihBaik

0 Comments

Posting Komentar