ISLAM MODERAT GAGASAN ABSURD



[KAMPANYE]
ISLAM MODERAT GAGASAN ABSURD

Oleh : Ustadzah Iffah Mahmudah (Muballighoh)

Akhir-akhir ini istilah Islam moderat hangat diperbincangkan karena dianggap sebagai obat penawar dari berbagai macam penyakit masyarakat. Tokoh-tokoh dari berbagai kalangan juga aktif dan secara massif mengkampanyekan Islam moderat sebagai solusi atas persoalan bangsa yang berkaitan erat dengan aksi-aksi terorisme, anarkisme dan radikalisme dan toleransi beragama.

Sepintas, gagasan tentang Islam moderat ini tampak sangat elegan dan menarik. Namun jika dikaji lebih dalam maka akan kita dapati sebuah fakta yang akan membuat kita berfikir beberapa kali untuk bisa menerima gagasan Islam moderat sebagai solusi atas persoalan bangsa saat ini, karena ia adalah gagasan yang absurd atau tidak masuk akal. Kampanye Islam moderat semakin gencar saat terjadi peristiwa WTC 11 september 2001 , dimana kelompok musim dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini. Maka terciptalah istilah Islam radikal untuk menggiring opini kaum muslimin agar mau menerima Islam moderat.

Jika telusuri lebih jauh para politisi dan intelektual barat yang menggencarkan istilah Islam moderat ini menginginkan agar Islam itu tidak anti terhadap barat (baca anti kapitalisme ), Islam yang tidak bertentangan dengan sekulerisme barat, serta tidak menolak berbagai kepentingan barat.

Menurut Rand Corporation dalam “Building Moderate Muslim Network“ yang menjelaskan karakter Islam moderat adalah Islam sekuler yang mau menerima nilai-nilai barat seperti demokrasi, HAM (termasuk kesataraan gender dan kebebasan beragama) menghormati sumber hukum yang non sectarian dan menentang terorisme. Inilah Islam yang ramah karena bisa menjadi mitra Barat dalam berbagai hal.

Secara lebih detail Robert Spencer seorang analis terkemuka di AS menyebut seseorang dianggap sebagai muslim moderat antara lain: menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim, meninggalkan keinginan untuk mengganti konstitusi dengan hukum Islam, menolak supremasi Islam atas agama lain, menolak aturan bahwa seorang muslim yang murtad harus dibunuh, dan mendorong kaum muslimin untuk nikah beda agama dan lain-lain.

Menurut Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin dalam rakornas MUI di Bogor tanggal 28 november 2017 bahwa “muslim wasathi atau muslim moderat adalah muslim yang mampu memberikan ruang bagi yang lain untuk berbeda pendapat, menghargai pilihan keyakinan dan pandangan hidup seseorang“. Sedangkan menurut KH. Makruf Amin mengatakan “bahwa Islam wasathi adalah Islam yang cara pandangannya moderat, tidak tekstual, tidak liberal, gerakan- gerakannya juga moderat, santun, tidak galak, toleran, tidak egois, tidak memaksa, semua dikerjakan sesuai konstitusi dan sesuai dengan mekanisme kehidupan masyaraat Indonesia dalam berbangsa ( Antara News, 18/12/2017).

Dari pengantar penjelasan diatas dan penjelasan yang disampaikan oleh para tokoh tentang Islam moderat tampak sekali jika ide ini sulit dibuktikan dalam realitas. Islam seperti apa yang tidak tekstual, namun juga tidak liberal? juga bagaimana fakta Islam sekuler dan Islam demokratis?

Padahal ketika seseorang menyatakan diri sebagai seorang muslim maka secara otomatis dia terikat dengan dengan semua aturan dan hukum–hukum Islam. Ajaran Islam juga digali dan bersumber dari nash–nash Alquran dan as-sunnah, ijma’ sahabat dan qiyas.

Al Quran menjelaskan “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh) dan janganlah kalian mengikuti langkah- langkah setan karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian” (Al-baqarah: 208). Ayat ini dengan sangat jelas memerintahkan seorang muslim harus masuk Islam secara kaffah (menyeluruh) tidak boleh setengah-setengah, apalagi mencampur adukkan ajaran Islam dengan ide asing atau pemikiran dari luar Islam seperti sekulerisme. Berbagai perkara dalam kehidupan ini haruslah merujuk kepada aturan Islam baik masalah ekonomi, politik, hukum, pemerintahan, sosial kemasyarakatan, muamalah, akhlaq dan sebagainya harus berlandaskan syariat Islam.

Tidak pantas seorang muslim menerima ide Islam sekuler atau Islam demokratis. Karena dua hal tersebut diatas adalah hal yang mustahil bisa diwujudkan, juga mempunyai landasan pemikiran yang berbeda bahkan bertolak belakang. Sekuler adalah sebuah ide yang memisahkan antara agama dari kehidupan, sedangkan demokrasi menjadikan kedaulatan ada ditangan rakyat dengan suara mayoritas yang bisa menentukan suatu hal bisa menjadi benar atau salah.

Sementara Islam menyerahkan kedaulatan ada ditangan syara’, hukum syara’lah yang akan menentukan baik atau buruk, halal atau haram. Disinilah tampak ke absurd -ide Islam moderat karena tidak akan mungkin menggabungkan dua kutub yang berlawanan arah.

Kaum muslimin harus selalu waspada jebakan Barat dengan berbagai gagasan dan ide-ide yang justru menjauhkan umat dari berIslam secara kaffah. Ide Islam moderat ini juga sangat berpotensi untuk memecah belah umat yang terpolarisasi menjadi kelompok moderat dan kelompok radikal. Padahal Islam memandang bahwa setiap mukmin itu bersaudara. Menjadi seorang muslim yang berIslam secara kaffah dan menjaga kemurnian ajaran Islam dari ide-ide dari luar Islam adalah cara yang sangat efektif untuk mengatasi persoalan saat ini.

Dengan pemahaman Islam yang benar maka akan terwujud penerapan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin dalam realitas kehidupan. Sebagaimana dicontohkan Rosulullah dan para Khulafaur Rasyidin yang mampu mengayomi dan mewujudkan kesejahteraan termasuk menjaga kehormatan kaum non muslim.

Memimpin peradaban dunia dan menjadi umat yang disegani oleh bangsa lain karena kemuliaan dan keluhuran ajarannya. Saat itulah kedamaian dan rahmat bisa dirasakan oleh seluruh alam, tidak ada kekhawatiran umat Islam akan menjadi radikal, intoleran, anti kebhinekaan apalagi menjadi teroris, karena semua pemahaman itu tidak ada dalam ajaran Islam.

Islam sangat menghormati perbedaan dan menganggap keberagaman adalah sebuah keniscayaan sehingga umat Islam bisa hidup berdampingan dengan umat dan bangsa lain dengan penuh kedamaian. Sebagaimana diungkapkan ilmuwan barat Will Durant mengakui bahwa Agama Islam telah menguasai hati ratusan bangsa dan negeri-negeri yang terbentang mulai dari Cina, Indonesia, India, Persia, Syam, Jazirah arab, Mesir hingga Maroko dan Spanyol. Islam pun telah membangkitkan harapan ditengah-tengah mereka, yang meringankan urusan kehidupan maupun kesusahan mereka. Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka dan telah menyatukan mereka, melunakkan hati mereka walaupun ada perbedaan pendapat maupun latar belakang politik diantara mereka (Will Durant – The Story of Civilization).

Inilah ungkapan jujur dari ilmuwan barat tentang keagungan dan kemuliaan ajaran Islam yang mampu menyatukan umat diseluruh dunia. Lantas mengapa kita masih mau mengambil ide dari luar Islam? Dan mengapa kita masih ragu dengan kemuliaan ajaran Islam? []

@infomuslimahjember ||#infomuslimahjember

#IslamPolitik || #JemberLebihBaik

0 Comments

Posting Komentar