B.Dendi: Nyooh, Duwit (Utangan)!



[TRENDING TOPIC]

B.Dendi: Nyooh, Duwit (Utangan)!

Salah satu keberhasilan Jokowi selama menjabat adalah maraknya pembangunan infrastruktur.

Namun sayang seribu sayang, infrastruktur tersebut dibangun dari hutang. Akhir 2017 saja, hutang luar negeri Indonesia naik 10,1% di akhir tahun (kompas.com)

Dan hutang luar negeri kita, per Januari 2018 mencapai Rp. 4600-an Triliyun. Itu kalo dibagikan ke 230 jutaan rakyat, per kepala bisa mencapai Rp.20 juta. Tidak heran jika saat ini pemerintah sibuk "mampajak-i" berbagai hal. Bahkan wacana pajak bagi rekening warisan sempat menimbulkan kontra di tengah-tengah masyarakat belakangan ini.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan, kira-kira in frastruktur untuk siapa yang pemerintah bangun? Mengingat masih ada begitu banyak jembatan tak layak di pedalaman, sekolah-sekolah yang nyaris roboh, atau tak layak ditempati karena mirip kandang kambing. Pun masih ramai diberitakan jalan-jalan rusak baik di pulau Jawa sendiri, apalagi diluar Jawa. 

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, dampak gencarya pembangunan infrastryktur yang memberatkan APBN, belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Apakah infrastruktur yang dibangun minim pertimbangan demi pelayanan terhadap publik? Ataukah infrastruktur yang dibangun hanya demi memudahkan investor mengeruk kekayaan alam kita di pedalaman? Hmmmh.

0 Comments

Posting Komentar