JEMBER DISERBU NARKOBA, SALAH SIAPA?


[SUARA MUSLIMAH]
JEMBER DISERBU NARKOBA, SALAH SIAPA?
Oleh: Umi Nafilah
Pil koplo mulai masuk ke kalangan pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Polisi berhasil membekuk AW (26), pria warga Dusun Karang Tengah, Desa Pace, Kecamatan Silo, yang menjadi pengedar.
Polisi menyita lima bungkus plastik yang masing-masing berisi seribu butir pil Trex berlogo Y, dua klip kecil masing-masing berisi seratus butir pil Trex berlogo Y, satu klip plastik kecil berisi 32 butir pil Trex berlogo Y, dan 81 bungkus plastik klip.

...
Miris, Okerbaya (Obat Keras Berbaya) semakin mudah di dapatkan, menjamur dan terjajakan diberbagai tempat, bulan lalu seorang wanita (38) asal Kec. Balung Jember mengedarkan narkoba diringkus unit Reskrim Polsek Arjasa (Majalah-Gempur.com/01-03-2018). Tak menjadikan surut, bulan inipun narkoba beredar di pesantren. Pengedar (AW) asal Silo, Jember berhasil diamankan dengan menyimpan 5.700 butir pil Thexyphenedyl.
Kenapa Jember seolah diserbu narkoba? dilihat dari mudahnya mendapatkan Okerbaya tersebut dan pengedarnyapun banyak dari orang awam. Jika kita telisik, di bulan lalu, Tim Bea Cukai Kepulauan Riau, Mabes Polri dan BNN berhasil menggagalkan penyelundupan sabu lebih dari 2 ton yang dilakukan dalam dua pekan, bahkan diduga masih ada sekitar 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 triliun siap memasuki wilayah Indonesia. (merdeka.com/24-02-2018). Tidak hanya itu Empat WNA ditangkap petugas atas kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,6 ton yang diselundupkan oleh Kapal asal Taiwan melalui perairan Batam. (merdeka.com/25-02-2018) dan masih banyak lagi fakta yang mencengangkan terkait narkoba, ini tidak termasuk yang berhasil diselundupkan.
Sungguh, penyelundupan narkoba, peredaran narkoba di Indonesia bahkan merambah di daerah-daerah sampai pada kota Jember dalam jumlah fantastis menunjukkan Indonesia telah menjadi pasar besar pebisnis narkoba. Sanksi yang diberikan oleh negara pun tidak tegas, sehingga tidak ada rasa jera bagi pelaku dalam mengedarkan, atau mengkonsumsi barang haram tersebut. Ini adalah bukti negara lemah dan gagal sebagai pelindung (junnah) dan pengurus rakyatnya (ra’in).
Sungguh, tidak ada solusi yang paripurna dalam menangani daruratnya serbuan narkoba kecuali dengan solusi yang ditawarkan oleh Islam, yaitu dengan kembali kepada hukum Allah

0 Comments

Posting Komentar