Memadukan Ilmu dan Amal


[CERMIN HATI] 
Memadukan Ilmu dan Amal

Alhamdulillah, di era medsos hari ini, khazanah keilmuwan Islam berseliweran di mana-mana: FB, Telegram, Istagram, WA, dll. Semangat kaum Muslim untuk mencari ilmu pun luar biasa. Sekarang ini banyak majelis ilmu yang dipadati oleh jamaah.

Kita tentu berharap, seiring dengan itu, semangat kaum Muslim untuk mengamalkan ilmu juga meningkat. Pasalnya, tentu tak banyak berguna ilmu yang tidak diamalkan. Allah SWT tegas berfirman (yang artinya): Dialah (Allah) Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji manusia, siapa yang terbaik amalnya (TQS al-Mulk [67]: 2).

Dalam ayat ini, Allah SWT tidak menyebutkan “siapa yang terbanyak ilmunya”, tetapi “siapa yang terbaik amal”-nya. Ini menunjukkan amal lebih penting dari sekadar ilmu. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw., “Siapa saja yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah petunjuk (amal)-nya, maka tidak bertambah di sisi Allah, kecuali makin jauh.” (HR ad-Dailami).

Karena itu Khalil bin Ahmad, sebagaimana dinukil oleh Imam al-Ghazali dalam Al-Ihyâ’, berkata, “Manusia terbagi menjadi empat: Pertama, orang yang tahu dan dia tahu bahwa dirinya tahu. Dialah ulama sejati. Ikutilah dia. Kedua, orang yang tahu tetapi tidak tahu bahwa dirinya tahu. Dialah orang yang “tidur”. “Bangunkanlah” dia. Ketiga, orang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dirinya tidak tahu. Dialah orang yang membutuhkan petunjuk. Bimbing dan ajarilah dia. Keempat, orang yang tidak tahu dan dia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Dialah orang bodoh. Jauhilah dia.” (Al-Mursyid al-Amin, Muhtashar Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, hlm. 17).

Semoga kita selalu bisa memadukan ilmu dan amal setiap saat ya sahabat muslimah, Aamiin aamiin aamiin ya Robb...

0 Comments

Posting Komentar