MENDUDUKKAN LOGIKA SESAT PENYAKIT SOSIAL L6BT


[REPORTASE]
MENDUDUKKAN LOGIKA SESAT PENYAKIT SOSIAL L6BT
Sabtu, 03 Maret 2018 mahasiswa dari berbagai kampus di Jember dan aktivis mahasiwa intra-ekstra kampus berkumpul dalam DISKUSI MAHASIWA yang diselenggarakan Komunitas Back to Muslim Identity (BMI). Para agent of change ini antusias berdatangan memenuhi ruangan diskusi hingga sesak. Diskusi kali ini memang mengangkat tema yang sedang panas-panasnya. Tidak lain berkaitan dengan mewabahnya penyakit sosial L6BT. Judul yang diangkat adalah “ Mendudukkan Logika Sesat Wabah L6BT. Menggagas Solusi & Aksi Sinergi”.
Kepedulian terhadap fenomena L6BT yang begitu berkembang pesat ,terlebih menyebarnya berbagai logika sesat yang disebarkan para pendukung L6BT guna mendapat pengakuan dan simpati, Komunitas BMI merasa sangat perlu untuk mendiskusikan bersama mahasiswa dan aktivis mahasiswa sebagi entitas kritis dan harapan masyarakat dalam perubahan.


Diskusi dibuka hangat oleh moderator sekaligus anggota BMI, Wilda P. Tidak berlama-lama narsum diskusi sekaligus koordinator BMI Jember, Naraini K bergabung di tengah-tengah peserta yang sudah terlihat tidak sabar memulai diskusi.Narsum memantik diskusi dengan menyampaikan data betapa L6BT sudah sangat mewabah drastis. Di seluruh Indonesia, sesuai data Kemenkes tahun 2012, ada 1,095,970 pria yang hidup dengan perilaku seks sesama pria. Perkiraan lain menyebutkan jumlah kaum gay setidaknya tiga persen dari total populasi Indonesia atau sekitar 7,000,000 orang. Bahkan ada yang memprediksikan jumlah pria gay di Indonesia akan mencapai 10 juta orang dalam waktu yang tak terlalu lama. Jember sebagai kota 1000 pesantren pun tak kuasa menangkis wabah penyakit sosial ini. Bagaimana tidak, ada Kampung Kucing yang menjadi tempat para gigolo yang juga melayani hubungan seks sejenis.Media lokal juga pernah merilis bahwa setidaknya ada 1800 gay di Jember.Lebih mengagetkan lagi,ternyata dana dari Barat pun mengucur hingga Rp 108 miliar untuk program L6BT di Asia melalui UNDP dimana Indonesia salah satu yang ditargetkan.Benar-benar sebuah gerakan global.
Berlanjut pemutaran video berbagai statemen pro L6BT di tengah masyarakat dengan berbagai logika dan pendapat mereka. Moderator pun langsung memantik peserta diskusi untuk bertanya. Mahasiswa dan aktivis mahasiswa antusias mengacungkan tangan untuk bertanya.Di sesi 1 diskusi beberapa pertanyaan yang diajukan, yaitu apakah L6BT itu bukan bawaan gen? Bagaiman dengan statemen tokoh yang mengatakan bahwa harusnya kalau L6BT terlaknat maka Allah sudah mengadzab,nyatanya tidak,bagaimana menurut narsum? L6BT kan juga manusia bagaimana dengan Hak Asasi Mereka sebagai manusia?


Narsum pun melanjutkan dengan merespon berbagai pertanyaan peserta. Berkaitan dengan logika bahwa L6BT adalah bawaan lahir atau faktor gen,jelas terbantahkan. Berbagai penelitian yang ada menunjukkan tidak ada hubungan gen dengan homoseksualitas. 
Dengan pengetahuan genetika sederhana, teori “gen gay” juga sudah patah, yakni dengan mencermati penyebaran L6BT. Penyebaran gen tidak akan terjadi kecuali dengan proses fertilisasi (kawin), sementara L6BT tidak kawin. Bagaimana mungkin L6BT bisa “berkembang biak” sementara mereka tidak kawin. Faktanya orang yang terlahir normal, menjadi L6BT karena lingkungan, bukan gen. Nampak jelas L6BT adalah penyakit sosial!

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah paham terdepan yang sering digunakan untuk pembenaran penyakit sosial L6BT. Mereka mengatakan perilaku L6BT adalah bagian Hak Asasi Manusia (HAM). Karena itu menentang L6BT dicap melanggar HAM. Pertanyaannya, bagaimana bagi agama yang melarang L6BT? Bukankah memaksakan pembenaran L6BT termasuk melanggar HAM? Lantas apakah HAM lebih tinggi dari ayat ilahi?Benar-benar logika sesat. Isu HAM selalu menjadi dagangan pengusung L6BT, karena bagi mereka adalah hak seseorang untuk menentukan apa yang akan diperbuat pada tubuhnya.HAM adalah pemahaman yang muncul dari prinsip kehidupan sekular. Dalam masyarakat sekular, seseorang berhak dan bebas berperilaku, termasuk melampiaskan hasrat seksual, dengan siapa pun, kapan pun, di mana pun dan dengan cara apa pun. Dalam prinsip kebebasan HAM, perilaku L6BT semakin menjadi-jadi. Ketiak berbagai dampak negative timbul misalkan kasus pelecehan sesama jenis atau meningkatnya HIV/AIDS, para pengusung HAM diam membisu.


Logika lainnya yg tak kalah sesat adalah menyimpulkan bahwa sejatinya L6BT tidak terlaknat, buktinya Allah tidak menurunkan adzab. Benar-benar cara berfikir serampangan. Allah tidak pernah lalai dengan apa yang manusia perbuat. Bisa jadi adzab ditunda atau sejatinya Allah menangguhkan hingga hari kiamat. Namun jelas bagi kita seorang muslim bahwa L6BT adalah perilaku terlaknat di mata Allah.
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
َلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ
“ Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322]


Sesi 2 hingga sesi 3 diskusi pera peserta menanyakan tentang apa sebenarnya yang menyebabkan perilaku L6BT ini begitu massif dan cepat menyebar dan sejatinya pa solusi tuntas menyelesaikan masalah ini.Narsum menegaskan bahwa penyimpangan perilaku L6BT sejatinya diakibatkan oleh penerapan Sistem Demokrasi-Sekuler yang diadopsi negeri ini. Negara memisahkan agama dari kehidupan. Walhasil liberalisme (kebebasan) yang diagungkan.Terlebih,diamininya gagasan Islam moderat yaitu islam yang terbuka dengan ide-ide barat yang merusak.Walhasil umat islam tunduk pada ide-ide kufur termasuk HAM.
Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi. Maka tidak ada pilihan lain selain kembali pada syariah islam. Islam adalah agama yang paripurna, yang dapat memecahkan seluruh permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan. Islam pun memberikan sanksi hukum yang tegas pada para pelaku homoseksual dengan memberikan hukuman mati bagi para pelakunya. Hukuman itu dimaksudkan agar perilaku menyimpang tersebut tidak mewabah di tengah-tengah masyarakat. Selain itu islam juga memberikan pencegahan dengan menanamkan aqidah yang kuat sehingga ketaqwaan akan muncul dalam diri tiap individu masyarakat, selain itu juga menerapkan aturan pergaulan islam.
Semua itu dapat diwujudkan dengan menerapkan Islam secara keseluruhan (Kaaffah).Inilah Islam Politik yaitu islam yang akan terasa sebagai solusi problem kehidupan ketika diterapkan secara menyeluruh.Tentu tidak bisa berharap pada demokrasi sebagai peneral.Disinilah dibutuhkan sebuah institusi penerap islam yaitu Khilafah.



Acara diakhiri dengan menandatangani banner dengan menyertakan seruan #TolakL6BT #TolakSekulerisme #TolakDemokrasi #TolakLiberalisme!
Diskusi ini akan dilanjutkan dengan AKSI bersama mahasiswa dan aktivis.
Acara pun semakin hangat dengan momen foto bersama para peserta diskusi

Back to Muslim Identity….
No Sekulerisme
No Radikalisme
No Moderat
Just Islam Kaaffah!

@infomuslimahjember #infomuslimahjember #jember

0 Comments

Posting Komentar