Menjawab Tuduhan Negatif Tentang Peran Utama Perempuan Sebagai Ibu


/ Menjawab Tuduhan Negatif Tentang Peran Utama Perempuan Sebagai Ibu /
Oleh: Dedeh Wahidah Achmad
Dalam kehidupan sekarang yang didominasi ideologi kapitalis liberal peran perempuan sebagai ibu kadang dipandang sebelah mata bahkan dianggap sebagai peran yang menghinakan status perempuan; peran yang memenjarakan kebebasan perempuan; peran yang tidak memiliki nilai politis dan ekonomis; dan tuduhan lainnya yang mengindikasikan bahwa peran utama perempuan sebagai ibu bukanlah peran mulia dan bukan peran yang penting.
Tuduhan ini hanya muncul dari orang yang tidak memahami Islam, atau berasal dari pihak benci dan memusuhi Islam. Kecaman seperti ini tidak mungkin dikeluarkan oleh seorang yang betul-betul meyakini kebenaran Islam.
/ Benarkah tuduhan tersebut? /
Jelas tuduhan itu adalah kedustaan yang tidak berdasarkan realitas. Namun untuk membantah tuduhan keji tersebut, umat Islam tidak boleh menempatkan diri sebagai tertuduh. Karena bila memposisikan diri sebagai tertuduh, maka pembelaan pun akan dilakukan dengan cara yang keliru. Semestinya kita semakin mengokohkan keyakinan bahwa Islamlah yang memuliakan perempuan.
Pemberian tugas utama perempuan sebagai ibu pun senyatanya merupakan penetapan yang tepat dan sesuai dengan fitrah perempuan. Bagaimana tidak tepat, bukankah yang memberikan aturan tersebut adalah Allah subhanahu wa ta'ala? Pencipta perempuan dan al Khalik bagi seluruh manusia dan alam semesta. Dia Maha Mengetahui aturan seperti apa yang baik untuk seluruh makhluknya, termasuk aturan bagaimana yang sesuai dengan tabiat perempuan. Dia Maha Adil sehingga tidak ada aturan Nya yang zholim terhadap hamba Nya.
Syariah Islam telah menetapkan bahwa tugas utama seorang perempuan adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (ummun wa rabbah al-bayt). Ketentuan ini tidaklah menunjukkan bahwa perempuan lebih baik atau lebih buruk dari laki-laki sehingga diberi peran tersebut. Allah subhanahu wa ta'ala yang Maha Mengetahui alasannya.
Banyak nash syara yang menjelaskan tentang fungsi perempuan sebagai ibu, salah satunya dalam al-Quran surat an-Nahl[16] ayat 72, yang artinya: ”Allah menjadikan bagi kamu isteri isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu”.
Dalam ayat ini Allah mengabarkan bahwa dijadikan perempuan sebagi isteri untuk melahirkan keturunan. Dari Rahim seorang perempuan akan lahir generasi pelanjut sebuah keluarga, bahkan penerus kehidupan manusia. Sentuhan dan belaian kasih sayang seorang ibu akan mempengaruhi tumbuh kembang anak anaknya.
Bimbingan, pendidikan dan perhatian ibu ikut menentukan luasnya keilmuan seorang anak; memberi corak dan ragam pengalaman hidup mereka; membentuk kemandiriannya; menumbuhkan keyakinannya; menghantarkan kedewasaannya; bahkan menunjukkan arah perjuangan berikutnya.
Jadi, jelas sekali peran sebagai ibu adalah fungsi yang utama seorang perempuan dan aktivitas super penting bagi kelanggengan dan kebaikan kehidupan manusia. Jika peran ini dijalankan dengan benar sesuai aturan syara, maka akan lahir anak-anak sholih, generasi terbaik (khoiru ummah).
Sebagai individu, dia akan menjadi hamba yang taat beribadah pada Allah subhanahu wa ta'ala, ketika sebagai anak akan menjadi seorang anak yang mampu melakukan birrulwalidayn, dan saat berada di tengah masyarakat dia pun akan menjadi orang yang peduli pada nasib sesamanya, senantiasa memperhatikan keadaan bangsanya bahkan selalu mencurahkan segenap upayanya demi kemuliaan agamanya. Karakter khoiru ummah digambarkan Allah subhanahu wa ta'ala dalam banyak firman Nya, diantaranya dalam al Quran surat ali-Imran ayat 104 dan 110.
/ Peran Sebagai Ibu Memuliakan Perempuan /
Derajat tinggi akan diberikan Allah pada seorang perempuan yang berstatus ibu dan tentu saja menjalankan perannya dengan baik. Sabda Rasulullah ﷺ ketika ditanya seseorang menggambarkan kemuliaan tersebut:
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)
Selain kemuliaan, peran ibu akan mendapatkan balasan pahala yang tiada terkira, investasi tak berhenti karena kematian. Sabda Rasulullah ﷺ:
إذا مات الإنسانُ انقطع عنه عملُه إلا من ثلاثةٍ : إلا من صدقةٍ جاريةٍ . أو علمٍ ينتفعُ به . أو ولدٍ صالحٍ يدعو
Artinya:
“Jika seorang hamba telah meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya” (Hadits riwayat Muslim no.1631)
Anak shalih yang akan mengirimkan doa bagi kedua orang tuanya, tentu saja tidak akan lahir tanpa kontribusi pendidikan yang sudah ditanamkan ibunya. Upaya inilah yang akan berbuah keutamaan dan balasan yang tidak terputus.
Jadi, peran sebagai ibu yang ditetapkan Islam bagi perempuan adalah tugas mulia demi keberlangsungan kehidupan manusia juga kewajiban yang berbuah pahala luar biasa.
Berbeda dengan kapitalis yang menilai derajat perempuan dari perannya yang menghasilkan materi
/ Bahaya di Balik Tuduhan /
Tuduhan yang dilontarkan mereka musuh-musuh Islam sesungguhnya bukan propaganda tanpa tujuan. Ada maksud busuk di belakangnya. Berikut beberapa maksud busuknya:
/1./ Menyebarkan keraguan di tengah umat Islam terhadap kebenaran dan kemuliaan agamanya
/2./ Melemahkan dan menghancurkan masa depan generasi muslim, akan tercapai ketika peran ibu ditinggalkan
/3./ Memuluskan rencana jahat mereka untuk menjajah dan menguasai umat Islam
/ Sikap yang Harus dimiliki Seorang Muslim /
/1./ Tetap berpegang teguh pada ajaran Islam dan senantiasa waspada terhadap tipu daya musuh-musuh Islam

/2./ Berusaha mengungkap makar mereka di tengah-tengah umat
/3./ Bersatu bahu-membahu dalam memperjuangkan tegaknya Khilafah Islamiyah yang akan mengenyahkan musuh-musuh Islam(kapitalis-sekularis-liberalis)
Wallaahu a’lam

sumber: Muslimah News ID 

@infomuslimahjember #infomuslimahjember

0 Comments

Posting Komentar