Perempuan Mulia dan Bermartabat Hanya Ada Dalam Islam


/ Perempuan Mulia dan Bermartabat Hanya Ada Dalam Islam /
Oleh: Rezkiana Rahmayanti (Penulis dan Pemerhati Masalah Perempuan)
Islam adalah agama dan ideologi yang mengatur seluruh apsek kehidupan secara khas. Perbandingan dengan agama dan ideologi selain Islam yang ada di dunia, ibarat “siang dan malam” . Termasuk pandangan Islam dalam memosisikan perempuan di dalam kehidupan.
Islam hadir untuk menghapus segala bentuk penghinaan, diskriminasi, dan perlakuan-perlakuan buruk yang merendahkan kaum perempuan. Islam datang untuk memberi penghargaan serta penghormatan yang sangat tinggi kepada kaum perempuan, yaitu status Mulia dan Bermartabat.
Dalam kaidah ushul disebutkan; “Hukum asal seorang perempuan adalah sebagai ibu dan rabbatul bayt; perempuan adalah kehormatan yang wajib dijaga.” [Kaidah Syara’]
/ Mulia karena Takwa /
Status ini secara jelas diungkapkan di dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurât [49]: 13).
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS an-Nahl [16]: 97)
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang memeluk Islam, laki-laki dan perempuan yang beriman, laki-laki dan perempuan yang taat (kepada Allah), laki-laki dan perempuan yang (berbuat) benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatan, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah , bagi mereka, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzâb [33]: 35).
Bandingkan ketetapan dalam undang-undang umum Inggris, misalnya, ditetapkan bahwa perempuan tidak termasuk bagian dari warga negara. Perempuan juga tidak memiliki hak-hak pribadi dan hak milik atas sesuatu, bahkan terhadap pakaian yang mereka kenakan. Parlemen Inggris, tepatnya pada masa pemerintahan Henry VIII, mengeluarkan undang-undang yang melarang perempuan membaca kitab Injil karena mereka dianggap makhluk najis.
Pada tahun 586 M, Prancis menyelenggarakan konferensi guna membahas dan menjawab pertanyaan: ‘apakah perempuan termasuk manusia atau bukan?’ Pada pertemuan tersebut diputuskan bahwa, perempuan adalah manusia yang diciptakan untuk melayani laki-laki.
/ Ganjaran Berlipat Ganda Mengasuh dan Mendidik Anak Perempuan /
Pada zaman Jahiliyah, setiap orang tua yang melahirkan anak perempuan akan membunuh anaknya hidup-hidup. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, “Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh “ (QS : At Takwir, ayat 8-9 ).
Dalam shahih Muslim, Umar RA berkata, “Demi Allah, pada masa Jahiliyah, perempuan tidak kami anggap sebagai apapun, hingga Allah memberikan tuntunan terhadap mereka dan memberi mereka bagian dalam warisan.”
Islam telah menggantikannya dengan memberikan balasan yang berlipat ganda. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar dalam menghadapinya, serta memberikan pakaian kepadanya dari hasil usahanya, maka anak-anak itu akan menjadi dinding pemisah baginya dari siksa Neraka.” [HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Adaabul Mufrad dan hadits ini shahih]
/ Istri Sahabat bagi Suami /
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah), karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa [4]: 19).
Ayat di atas secara tegas memerintahkan laki-laki untuk memperlakukan istrinya dengan cara-cara yang baik. Bahkan, ketika seorang laki-laki (baca: suami) mendapati sesuatu yang tidak baik pada pasangannya, Allah memerintah seorang suami untuk bersabar dan tetap memperlakukan istrinya dengan cara yang baik. Bukankah ini merupakan bentuk penghormatan Islam terhadap kaum perempuan?
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Orang beriman yang paling mulia keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik sikapnya pada istrinya.” (HR. At-Turmudzi)
/ Ibu Status Mulia /
Islam mewajibkan umatnya terutama seorang anak untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya, ayah dan ibu sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Isra’ ayat 23-24: “Rabbmu telah menetapkan agar janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya dan hendaklah kalian berbuat baik terhadap kedua orang tua. Apabila salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya menginjak usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan jangan membentak keduanya, namun ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang, ucapkanlah doa; ‘Wahai Rabb-ku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah memelihara dan mendidikku sewaktu kecil’”.
Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan bahwa kedudukan ibu lebih mulia dariapada ayahnya. Dalam sebuah hadits, seorang sahabat bertanya tentang orang yang paling berhak untuk mendapatkan perlakuan baik, “Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya? Rasulullah menjawab ; ‘Ibumu’, kemudian siapa? ‘Ibumu’, jawab beliau. Kembali orang itu bertanya, kemudian siapa? ‘Ibumu’, kemudian siapa, tanya orang itu lagi, ‘kemudian ayahmu’, jawab beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Seorang ibu memiliki kedudukan mulia karena ia adalah orang yang mengandung, membesarkan, dan mendidik anaknya sejak dalam kandungan.

Perempuan menjadi mulia dan bermartabat hanya ada dalam Islam. []

Sumber Muslimah News ID
@infomuslimahjember #infomuslimahjember

0 Comments

Posting Komentar