Senin, 16 April 2018

Adakah Tata Cara Mengubur Ari-Ari bayi dalam Islam?


[KAJIAN FIQH]

Adakah Tata Cara Mengubur Ari-Ari bayi dalam Islam?

Assalamualaikum Wr.Wb.
Usth, saat ini viral status soal tata cara mengubur ari-ari bayi, diantaranya dengan dimasukkan kuali dan diberi lampu. Apakah memang ada tata cara khusus mengubur ari-ari bayi dalam Islam? (Ilah-Sumbersari)

Jawaban:

Soal tata cara khusus mengubur ari-ari bayi seperti yang disebutkan di atas tidak ada tuntunannya dalam Islam. Akan tetapi, soal hukum mengubur ari-ari, para ulama berbeda pendapat mengenai hal itu. Sebagian ulama menganjurkannya sebagaimana disebut Syamsuddin Ar-Ramil dalam kitab Nihayatul Muhtaj.

Juga terdapat sebuah hadits dari Aisyah yang diriwayatkan Al Hakim.

بِدَفْنِ سَبْعَةِ أَشْيَاءَ مِنَ الإِنْسَانِ: الشَّعْرِ، وَالظُّفرِ، وَالدَّمِ، وَالْحِيْضَةِ، وَالسِّنِّ، وَالْعَلَقَةِ، وَالمَشِيمَةِ

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal dari manusia : rambut, kuku, darah, haid, gigi, kulit yang dipotong saat khitan, dan plasenta.

Meskipun ada ahli hadits yang mendhaifkan hadits di atas, sebagian besar ulama menganjurkan penguburan ari-ari, sebagaimana ulama menganjurkan penguburan anggota tubuh lainnya yang terpotong dari manusia, seperti rambut, kuku, dll.

Apakah ari-ari dikubur dengan benda tertentu seperti kuali, atau harus diberi lampu?

Hal itu tidak disebutkan dalam dalil syar'i ataupun penjelasan ulama dalam kitab-kitab mu'tabar. Bahkan jika hal itu dilakukan karena keyakinan hal itu akan mendatangkan manfaat atau menolak mudhorot, bisa terjatuh pada kesyirikan, wal 'iyaadzu billah. 

Wallahu a'lam bis shawab.

(Usth. Wardah Abeedah)

@infomuslimahjember ||#infomuslimahjember||#jember

0 komentar:

Posting Komentar