HERAN! SIANG MALAM KHILAFAH TAK HENTI DIFITNAH, MENGAPA?


[Suara Muslimah] 

HERAN! SIANG MALAM KHILAFAH TAK HENTI DIFITNAH, MENGAPA?

Oleh: Naraini Abdullah, Aktivis Komunitas Mahasiswi Peduli Negeri (KMPN-Jember) 

Ibarat tubuh dan bayangannya, Islam selalu diiringi oleh perbincangan tentangnya. Islam dan ajaran-ajarannya dari masa ke masa makin tak pernah absen dari pemberitaan. Khilafah sebagai ajaran islam pun semakin panas diperbincangkan. Jika dulu kaum muslimin masih bertanya-tanya apa itu Khilafah, kini sudah tak asing lagi. Mereka mulai mengenal ajaran islam yang sudah sengaja ditimbun sampah-sampah peradaban berabad-abad lamanya. Bibir umat mulai dari kalangan ulama, dosen, mahasiswa, pemerintah, bahkan masyarakat biasa pun mulai basah dengan dengan kata Khilafah.

Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa satu kata “Khilafah” ini begitu sakti mandraguna sehingga mampu membuat pihak-pihak tertentu seolah tersulut api. Berjingkal-jingkal melakukan berbagai upaya untuk menfitnah bertubi-tubi bahkan tanpa dasar yang syar’i. Di alam Demokrasi kini, berbagai fitnah tentang Khilafah begitu santer baik melalui statemen-statemen langsung maupun berbagai media online maupun cetak yang disebarkan pada berbagia kalangan termasuk kampus. Ya, sebagai gudang intelektual, kampus lahan subur penanaman pemikiran. Terlebih banyak juga kalangan intelektual yang sudah melek pada kebenaran Khilafah sebagai ajaran Islam. Disamping tidak sedikit pula yang masih menjadi penentang. Kampus sebagai wadah intelektual yang kental dengan budaya dialogis harusnya mengedepankan diskusi dan mencari kebenaran, bukan justru menelan mentah-mentah berbagai propaganda menyerang islam dan ajarannya, apalagi menjadi corong penyebarannya.

//Khilafah Ajaran Islam Difitnah, Kapitalisme-Demokrasi Perusak Dipuja-Puji//

Fitnah-fitnah terhadap Khilafah bermunculan. Dikatakan Khilafah bukan sistem final dalam islam, Khilafah mengancam keberagaman, Khilafah ancaman, dan yang sangat menyakitkan dikatakan bahwa Khilafah ajaran islam ini adalah bibit radikalisme dan terorisme. Berbagai upaya membendung umat islam yang hendak mewujudkan Khilafah pun dijegal. Mereka mengatakan bahwa tujuan mewujudkan ajaran islam ini menjadi penyebab adanya aksi-aksi teror, berbagai kericuhan dan masalah yang ada, serta menyebarnya pemikiran radikal. Pemikiran yang di cap radikal ini adalah yang menginginkan ajaran islam diterapkan secara komprehensif/menyeluruh sesuai tuntunan al-qur’an dan as-sunnah. 

Pertanyaannya, mengapa Khilafah dituduh biang kericuhan padahal jelas saat ini sistem yang sedang diterapkan adalah Demokrasi-Kapitalisme? Sistem yang menafikkan pengaturan islam dan menjadikan pengaturan bernafas kapitalistik ini nyata penyebab berbagai kesempitan dan kericuhan kehidupan. Ini ibarat maling teriak maling. Sudah jelas siapa tersangka kericuhan, malah menuduh pihak lain penyebabnya. 

Pertanyaan selanjutnya bukankah masyarakat akan lebih aman dan nyaman ketika di dalamnya menerapkan norma-norma agama? Mengapa ditakuti? Bukankah hari ini ketika masyarakat tidak diatur oleh islam dalam kehidupannya justru penuh dengan kerusakan dan menjadi bingal?

Kata Radikal dalam KBBI bermakna mendasar (sampai pada hal yang prinsip), sikap politik amat keras menuntut perubahan(undang-undang, pemerintahan), maju dalam berpikir dan bertindak. Dari makna ini saja terlihat bahwa makna Radikal cukup netral dan sangat tergantung dari konteks mengakar (radikal) dalam hal apa, jika menuntutnya perubahan mendasar yang positif karena kondisi konstelasi politik yang tidak kondusif dan menghasilkan berbagai permasalahan akibat dari ‘akar’ penerapan sistem yang salah, tentu makna radikal akan menjadi makan yang positif begitu pula sebaliknya. Seperti halnya pahlawan kemerdekaan Pangeran Diponegoro bahkan di cap sebagai radikal oleh Belanda.
Menristekdikti Mohammad Nasir pernah menuturkan pada sebuah survei di 2011 ada 25 persen siswa dan 21 persen guru yang beranggapan Pancasila sudah tidak relevan. Selain itu 84,8 persen siswa dan 72,6 persen guru setuju negara Indonesia berubah menjadi negara Islam. "Ini melanggar komitmen para pendiri negara, untuk mengacu pada Pancasila dan UUD. Ini harus dikembalikan," ujarnya. (nasional.tempo.co 25 september 2017). Dalam pernyataan beliau jelas bahwa radikalisme dikaitkan dengan Islam. Padahal komitmen para founding father dan pahlawan nasional dalam memerdekakan bangsa ini tak lepas dari semangat Islam.

Berbalik 180 derajat, jika fitnah keji tertuju pada Khilafah sebagai ajaran islam, justru Kapitalisme-Demokrasi sebagai biang kerusakan dipuja-puji. Sedikit kritik yang mencederai sistem ini pun dilumat habis. Siapapun tahu, Indonesia tengah dibelit berbagai persoalan serius lengkap di semua aspek kehidupan. Harga pangan tinggi, kesehatan dan pendidikan mahal melangit, hukum porak-poranda, dan berbagai masalah pelik lain yang semakin kusut. Ketika mulai menggema suara-suara yang menawarkan solusi pengaturan dengan sistem Khilafah yang notabene secara sejarah pun telah terbukti luar biasa, malah ditolak mentah-mentah bahkan tidak henti difitnah keji!

Hidden Agenda Dibalik Kriminalisasi Khilafah
Sebuah laporan CIA memprediksi menjelang tahun 2020 sebuah “Kekhalifahan Baru” akan didirikan. Laporan setebal 123 halaman itu dimaksudkan untuk mempersiapkan pemerintahan Amerika untuk tantangan masa depan. Bahkan mantan Perdana Menteri Inggris pernah menyebut bahwa Khilafah bersumber dari ideology setan.

Khilafah menjadi kekuatan yang sangat ditakuti Barat. Dunia barat yakin betul bahwa Khilafah adalah janji nubuwah yang pasti akan tegak, bahkan memprediksi kemunculannya. Maka sangat wajar jika para musuh-musuh islam ketakutan akan tegaknya Khilafah dan melakukan berbagai upaya jahat termasuk mnefitnah. Mereka sangat memahami bahwa Khilafah adalah kunci kekuatan umat islam yang akan menghanguskan penjajahan mereka di setiap jengkal bumi. Ketika Khilafah tegak, tidak akan ada lagi kepongahan mereka menumpahkan darah kaum muslimin, tidak aakan ada lagi penguasaan harta umat hanya untuk perut para kapitals, tidak aka nada lagi jalan penyebaran berbagai propaganda-propaganda menyesatkan yang mencuci otak kaum muslimin. Semua akan habis!

//Khilafah Ajaran Islam yang Menjaga dan Memuliakan//

Pada dasarnya, para ulama empat mazhab tidak pernah berselisih pendapat mengenai kewajiban mengangkat seorang imam/khalifah yang bertugas melakukan tugas ri’âyah suûn al-ummah (pengaturan urusan umat).

Ulama mazhab Syafii, Imam al-Mawardi, juga menyatakan, “Menegakkan Imamah (Khilafah) di tengah-tengah umat merupakan kewajiban yang didasarkan pada Ijmak Sahabat. (Imam al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, hlm. 5). Di tempat lain, Imam Ibnu Hazm mengatakan, “Mayoritas Ahlus-Sunnah, Murjiah, Syiah dan Khawarij bersepakat mengenai kewajiban menegakkan Imamah (Khilafah). Mereka juga bersepakat, bahwa umat Islam wajib menaati Imam/Khalifah yang adil yang menegakkan hukum-hukum Allah di tengah-tengah mereka dan memimpin mereka dengan hukum-hukum syariah yang dibawa Rasulullah saw.” (Ibnu Hazm, Al-Fashl fî al-Milal wa al-Ahwâ’ wa an-Nihal, IV/87).

Sangat disayangkan bila ada pihak yang masih mempersoalkan tentang Khilafah, padahal Khilafah tidak lain adalah bagian dari ajaran Islam. Justru hal tersebut menunjukkan ketidaktahuan mereka. Khilafah akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang didasarkan pada ketulusan untuk menjaga kebutuhan rakyat dan peduli bagi kesejahteraan umat manusia. Khilafah juga akan membangun dinding tebal bagi masuknya budaya dan gaya hidup bebas yang merusak. Khilafah yang akan menghentikan berbagai kriminalisasi terhadap Islam serta para penyerunya. Khilafah juga tidak akan tinggal diam terhadap berbagai kezaliman dan penderitaan yang menimpa kaum Muslimin di berbagai belahan dunia. Khilafah yang menerapkan syariah Islam inilah yang akan menjadikan Indonesia dan dunia menjadi negara super power dan#IslamRahmatanLilAlamin pun akan terwujud. Tidak ada alasan lagi untuk menfitnah Khilafah! 

Tidak ada alasan lagi untuk menolak kebenaran, bahwa KHILAFAH AJARAN ISLAM YANG MULIA DAN MEMULIAKAN! 

Wallahu a’lam bi ash-shawwab….

@infomuslimahjember #infomuslimahjember#jember

0 Comments

Posting Komentar