Senin, 16 April 2018

Jika Khalifah Umar Bersama Kita



/Jika Khalifah Umar Bersama Kita/

Oleh: Yuyun Rumiwati

Jika Khalifah Umar bersama kita,
Tentu tak lama berbagai bencana melanda. Sebagaimana ketika paceklik di masa kepemimpinannya. Ia pimpin rakyatnya sholat istisqo' dan berdoa sepenuh jiwa. Tak berapa lama mendung dan hujan pun memberkahi negeri dan rakyatnya.

Jika Khalifah Umar bersama kita. Tak perlu resah dan gundah umat menyampaikan kritik dan sarannya. Betapa beliau orang yang amat senang atas kritik dan nasehat dari sahabat pun rakyatnya. Bahkan terkenal sebagai orang yang tidak pernah takut pada orang yang mencela. Karena cukup Allah di sisinya.

Jika khalifah Umar bersama kita tentu tak kan ada penjajah dan penjarah kekayaan umat dan negara. Karena kekohan khilafah akan menjaga setiap jengkal tanah dan hak Umat dari yang tidak berhak.

Jika khalifah Umar bersama kita, tentu tak kan terhamburkan dana untuk pilkada. Karena cukup mekanisme pengangkatan wali dan amil oleh khalifah. Biaya murah, kualitas tak bikin rakyat ogah dan goyah. Betapa kualitas iman dan takwa beserta kapasistas kepemimpinan menjadi acuan dalam memilih wali dan amilnya.

Jika Khalifah Umar bersama kita, tak kan ada penghinaan agama termasuk cadar. Betapa kita ingat, turunnya kewajiban hijab bagi ISTRi-ISTRI rasul, tak kala Umar berharap para ummahatul mukminin terjaga karena keistimewaannya di banding perempuan pada umumnya.

Jika Khalifah Umar bersama kita tentu korupsi tiada. Betapa tauladan dan ketegasan sistem beserta pemberlakuannya akan menjaga pejabat dari tindak korupsi.

Jika, khalifah Umar bersama kita tentu tak ada nasib guru yang terlunta. Bingung dengan sederet tugas dan administrasi. Tak sebanding dengan gaji. Belum lagi dipusingkan kurikulum yang sering berganti, tak signifikan pada kualitas generasi. Betapa di saat kepemimpinan Umar gaji guru ngaji (TPA) saja sekitar 15 juta. Bayangkan jk guru-guru yang selainnya.

Jika khalifah Umar bersama kita, tentu syiar dan dakwah Islam membahana. Tak kan ada isu radikal, fundamental dan teroris yang terlabelkan bagi aktivis atau gerakan Islam.

Jika khalifah Umar bersama kita, tentu Islam akan menembus berbagai penjuru dunia. Sebagaimana baitul maqdis terbebaskan dengan damai. Dan berbagai bangsa menyatu dalam kepemimpinannya.

Jika Khalifah Umar bersama kita, tentu tak murah harga hanya melayang. Kehormatan, harta, nyawa dan jiwa terlindungi dalam kekuasaannya. Welas asihnya kepada manusia tak teragukan. Bahkan keledai yang terpelosok jalan lobang pun. Menjadikannya takut karena besarnya tanggung jawabnya.

Jika Umar bersama kita, tentu akan muncul keberkahan dari langit dan bumi. Nuansa saling cinta dan mendoakan antara pemimpin dan rakyat tercipta. Betapa ketulusan sang pemimpin, tak kan pernah bisa tertutupi oleh hati rakyatnya. Sebaliknya, ketidakjujuran dan ketidaktulusan hanya berakhir dengan kehinaan bagi pelakunya. Bukankah rasulpun pernah bersabda, " Laa yarham laa yurham" (barang siapa yang tidak menyayangi tidak akan disayangi). Begitupun tautan sayang umat dan pemimpin tentu sebanding dengan kadar sayang dan cintanya karena Allah semata. 

Lalu..bagaimana dengan kondisi sekarang? Sudah adakah sistem dan pemimpin yang sekokoh khilafah dan khalifah Umar?!

0 komentar:

Posting Komentar