RATUSAN ULAMA DAN SANTRI IRINGI PENYERAHAN BERKAS KESIMPULAN GUGATAN HTI DI PTUN


[INFO NASIONAL]
RATUSAN ULAMA DAN SANTRI IRINGI PENYERAHAN BERKAS KESIMPULAN GUGATAN HTI DI PTUN
Syariah Membawa Kebaikan, Bukan Ancaman
Telah jelas sekali, Allah SWT memerintahkan kita semua untuk menerapkan syariah, yakni berhukum kepada hukum-hukum Allah SWT. Banyak ayat al-Quran dan Hadis Rasul saw. yang menyatakan kewajiban menerapkan syariah itu. Allah SWT pun menyifati siapa saja yang tidak memutuskan perkara dengan hukum-hukum Allah SWT sebagai orang kafir jika disertai i’tiqâd (QS al-Maidah [5]: 44); atau fasik jika tidak disertai itikad (QS al-Maidah [4]: 47) atau zalim (QS al-Maidah [5]: 45).
Penerapan syariah secara menyeluruh, selain menjadi kunci mewujudkan ketakwaan, juga merupakan konsekwensi keimanan kita. Allah SWT di dalam QS an-Nisa [4]: 65 menyatakan bahwa tidak sempurna iman seseorang sampai dia menjadikan Nabi saw. sebagai hakim dalam segala perkara yang diperselisihkan. Itu artinya, keimanan seseorang akan dipertanyakan di hadapan Allah SWT sampai dia memberikan bukti, yaitu menjadikan Nabi saw. sebagai hakim. Maknanya, kita wajib menjadikan syariah yang beliau bawa sebagai hukum untuk memutuskan segala perkara. Dengan kata lain, kita wajib menerapkan syariah secara menyeluruh.
Menerapkan syariah secara menyeluruh juga bermakna menyelamatkan masyarakat dari keburukan dan kesempitan hidup di dunia. Sebaliknya, meninggalkan syariah adalah sikap mengambil sebagian isi al-Quran dan meninggalkan sebagian lainnya. Sikap demikian diancam oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya:
أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ
Apakah kalian mengimani sebagian isi al-Kitab dan mengingkari sebagian lainnya? Tidak ada balasan bagi orang yang bersikap demikian kecuali kehinaan di dalam kehidupan dunia dan pada Hari Kiamat nanti dilemparkan ke dalam azab yang amat pedih (TQS al-Baqarah [2]: 85).



Allah SWT pun memperingatkan:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, bagi dia penghidupan yang sempit dan Kami akan membangkitkan dia pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan buta (TQS Thaha [20]: 124).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, yakni menyalahi perintah (ketentuan)-Ku dan apa yang telah Aku turunkan kepada Rasul-Ku; dia berpaling dan melupakannya serta mengambil yang lain sebagai petunjuknya…”
Artinya, penerapan syariah akan menyelamatkan masyarakat dari kehinaan di dunia sekaligus dari penghidupan yang sempit.


Penerapan syariah sekaligus akan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang terjadi hampir di semua aspek kehidupan saat ini. Sebab, Allah SWT telah menyatakan kesempurnaan Islam (QS al-Maidah [5]: 3), juga menerangkan bahwa al-Quran menjelaskan semua hal (QS an-Nahl [16]: 89). Penerapan syariah secara menyeluruh juga merupakan wujud ketakwaan hakiki umat ini yang akan membuka pintu keberkahan dari langit dan bumi (QS al-A’raf [7]: 96).
WalLah a'lam bi ash-shawab.
Sumber : FP Media Pembebas

0 Comments

Posting Komentar