Dunia Malam Rasa Putih Abu-Abu, Apa Kabar Pendidikan Berkarakter?



[DUNIA REMAJA] 

// Dunia Malam Rasa Putih Abu-Abu, Apa Kabar Pendidikan Berkarakter?//


Oleh: Fita Erviana S.Pd
(Pemerhati Generasi dan Pembina SWI Jember) 

Cogrutulation!! Buat kamu pelajar yang duduk dibangku akhir sekolah. Selama beberapa minggu kalian sudah berjibaku dengan serangkaian ujian sekolah yang melelahkan. Horeeee akhirnya dinyatakan lulus juga. Sebentar lagi seragam kebanggaan akan berganti warna. Bener nggak??

Heem biasanya kalo uda menjelang kelulusan gini pada baper-baperan nggak?? Karena bakal terpisah ruang dan waktu dengan sohib-sohib kita?? Kayaknya itu zaman saya dulu ya.. saat alat komunikasi nggak secanggih di era sekarang. Sekarang mah sudah ada aplikasi FB,IG, BBM,Line, whatsaap dan sejenisnya. Tinggal klik uda tersambung tu.

Kalo musim lulusan gini yang gak ketinggalan juga adalah acara wisuda, yang dihadiri sama orang tua kita. Malamnya lanjut dengan PromNight atau GraduationParty. Kalo yang ini khusus buat anak-anaknya doang dengan melibatkan pihak sekolah, Osis dan panitia. Biasanya untuk acara ini sudah disusun jauh-jauh hari mulai dari kepanitiaannya,tempatnya, konsep acara hingga drescode yang akan dikenakan.

Menariknya di era kekinian cita rasa promnight atau GP ini sudah berubah, nggak lagi manis tapi nano-nano. Dua tahun lalu kita dihebohkan dengan PromNight salah satu SMA dipadang yang diakhiri dengan acara mandi bareng dikolam renang. Saat dikonfirmasi salah satu sumber mengatakan sebenarnya nggak ada konsep PoolParty, tapi karena siswa-siswa terbawa suasana dan hentakan music dari sang DJ akhirnya pada nyebur dikolam renang.ada yg sambil joget, berpelukan dsb. Naudzubillah

Anehnya konsep PromNight atau GP model begini jadi trend saat ini dan diadopsi hampir di sekolah-sekolah. Nggak hanya di kota-kota besar aja tapi merambah di kota-kota kecil sekala kabupaten.tak terkecuali di wilayah tapal kuda seperti jember, bondowoso dan sekitarnya. Biasanya di awali dengan sambutan dari pihak sekolah,panitia, penampilan band-band sekolah, dance modern, tradisional dan ditutup dengan penampilan DJ sebagai puncak acara. Seluruh siswa ikut terhanyut dan joget rame-rame. Nggak bisa dipastikan selain joget mereka ngapain saja, secara lampu dipadamkan suasana remang-remang seperti diskotik.

Gimana Menurut kamu? Budaya kayak gini mendukung nggak terhadap tujuan pendidikan kita atau malah menghancurkan Pendidikan karakter yang selama ini sudah susah-susah dibangun??

Nah kalo sudah begini konsep pendidikan berkarakter jauh panggang dari api. Institusi pendidikan seperti menjilat ludah sendiri. Karakter yang ditanamkan bertahun-tahun lenyap seketika. Nyatanya pihak sekolah mengamini acara- acara serupa. Sebenarnya kondisi ini wajar terjadi karena konsep pendidikan berkarakter di Indonesia miskin visi dan lahir dari pandangan hidup sekuler alias memisahkan agama dari kehidupan. Akhirnya, peristiwa-peristiwa seperti di atas kerap terjadi. Agama hanya cukup mengurus masalah ibadah. Lainnya, _terserah gue_.

Konsep pendidikan karakter yang tepat adalah karakter yang bersumber aqidah Islam. Karena Islam melarang pemisahan kehidupan dunia dengan agama. Semua tingkah laku wajib tunduk pada Islam. Ketika Islam sudah menjadi landasan berpikir dan bertindak, maka karakter remaja menjadi luar biasa, dipuji dunia, dirindu surga, hehe... 

Sebenarnya nggak ada yg salah dengan pesta perpisahan atau kelulusan selama konsepnya benar sesuai syariat. Kelulusan sekolah seharusnya jadi ajang muhasabah diri dan menyiapkan mental generasi untuk lebih siap menghadapi tantangan berikutnya. Karena dipundak kalianlah keberlangsungan bangsa dipertaruhkan.[]

0 Comments

Posting Komentar