Kemenang Rilis 200 Dai Rekomendasi Pemerintah, Tak Ada Nama UAS dan Ustadz Adi Hidayat


[INFO NASIONAL]
Berita :
Kementerian Agama (Kemenag) merilis 200 daftar nama penceramah untuk dijadikan rujukan masyarakat guna mengisi kegiatan-kegiatan keagamaan.
Komentar :
-Saat ini mulai bermunculan keberatan dan penolakan dari sejumlah mubaligh yang namanya tercantum dalam rilis. Para ulama tersebut berpendapat, rilis ini bisa memecahbelah umat.
- Kemenag yang merekomendasikan daftar ini saat ini sedang mengalami krisis kepercayaan dari umat Islam. Karena beberapa kali kebijakan dan keberpihakan yang dibuat dianggap tidak pro Islam. Diantaranya ketika mengakui Baha'i sebagai agama RI, memfasilitasi kegiatan syiah di kantor Kementerian Agama, pembacaan Alquran yang menggunakan langgam Jawa dalam peringatan Isra dan Miraj 2015, dan terakhir video viral pak Menag terkait dukungan terhadap LGBT. Rilis rekomendasi 200 muballigh ini hanya akan menambah ketidak respek-an umat kepada negara
- Di antara kriteria yang dijadikan dasar merekomendasikan mubaligh, kriteria komitmen kebangsaan. Kriteria ini dianggap akan menjadi multi tafsir. Sudah jamak diketahui, seringkali kata 'kebangsaan' ini dijadikan dalih untuk mengklaim radikal, intoleran plus anti NKRI pihak-pihak tertentu. Khususnya mereka yang memiliki pandangan Islam yang anti sekularisme, liberalisme dan pluralisme dianggap tak toleran. Pun mereka yang gencar melaksanakan amar makruf nahi munkar serta getol mengoreksi penguasa.
Sebagian pihak mengkhawatirkan rilis ini hanya menjadi alat penguatan opini, bahwa mereka yang menginginkan diterapkannya syariat Islam di negeri ini adalah radikal dan anti NKRI. Hal ini juga berpotensi memecah belah umat Islam.
-JIka kita menilik dalil-dalil dari Alquran , kata dakwah (menyeru) selalu digandeng dengan kata 'ila Allah' (Fushilat 33, Yusuf 108), atau dengan kata 'khair' yang menurut para mufassir dimaknai dengan Islam (Ali Imran 104). ayat ini juga dikaitkan dengan perintah amar makruf nahi munkar. Maka kriteria muballigh atau dai yang paling wajib adalah ia mendakwahkan tauhidullah (mentauhidkan Allah), menyeru untuk taqwa dan taat kepadaNya, juga mendakwahkan Islam semata, sebagaimana Rasulullah dan para sahabat terdahulu. Bukan untuk selain itu.
Allahu a'lam bis shawab

0 Comments

Posting Komentar