Memerdekakan Palestina, Mengakhiri Penghianatan Kita


[Trending Topic]

/ Memerdekakan Palestina, Mengakhiri Penghianatan Kita/


Oleh: Arief B. Iskandar
(Khadim Majelis an-Nahdhah & Roudhotul Quran) 

"Tanah Palestina adalah wakaf milik umat Islam. Tak ada seorang pun yang boleh membiarkan tanah ini lepas walaupun hanya sejengkal!" (Syaikh Ahmad Yasin, Republika Online, 19/6/2011).

Pernyataan ‘Amir Syuhada’ yang dilahirkan di Desa Jaurah pinggiran kota Al-Majdal (20 km utara Gaza) tahun 1936 di atas sengaja saya kutip untuk mengembalikan memori kaum Muslim yang barangkali sebagiannya telah hilang saat ini. 

Pernyataan ini bukan hanya merepresentasikan ketegasan beliau sebagai seorang mujahid garda depan yang senantiasa gigih dan tak pernah lelah berjuang mengembalikan Tanah Palestina dari tangan Israel sang agresor, justru di tengah kelemahan dan ketakberdayaan fisiknya yang memang cacat sehingga harus selalu bergantung dengan kursi roda. 

Pernyataan pendiri sekaligus pemimpin HAMAS (almarhum) ini sejatinya menunjukkan kearifan beliau dalam melihat realitas politik yang ada, selain membuktikan kefaqihan beliau dalam masalah agama. Sebab, pernyataan ini sejatinya merupakan repetisi sekaligus penegasan saja dari pernyataan Sultan Abdul Hamid II, kepala negara Kekhilafahan yang terakhir, yakni Khilafah Utsmaniyah, yang juga tentu amat memahami status Tanah Palestina dalam pandangan syariah Islam sebagai tanah wakaf milik kaum Muslim. 

Sebagaimana diketahui, jauh-jauh hari beberapa elit Yahudi bekerjasama dengan negara-negara imperialis, terutama Inggris, dengan segala kesungguhannya berusaha menempatkan orang-orang Yahudi di Palestina. Mereka berusaha memanfaatkan krisis keuangan Khilafah Utsmaniyah. Pemuka Yahudi, Hertzl, pada tahun 1901 M menawarkan bantuan keuangan kepada Khalifah sebagai kompensasi penempatan mereka. 

Namun, Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas tawaran tersebut. Sang Khalifah malah dengan lantang dan penuh wibawa menyampaikan pernyataan yang sangat terkenal melalui Perdana Menterinya yang ditujukan kepada Hertz:

Nasihatilah Doktor Hertz, janganlah dia mengambil langkah serius dalam hal ini. Sesungguhnya aku tidak akan melepaskan bumi Palestina meskipun hanya sejengkal...Tanah Palestina bukanlah milikku, tetapi milik kaum Muslim…Rakyatku telah berjihad untuk menyelamatkan bumi ini dan mengalirkan darah demi tanah ini…Hendaknya kaum Yahudi menyimpan saja jutaan uangnya…Jika suatu hari nanti Khilafah terkoyak-koyak, maka saat itulah mereka akan sanggup merampas Palestina tanpa harus mengeluarkan uang sedikit pun. Selagi aku masih hidup, maka goresan pisau di tubuhku terasa lebih ringan bagi diriku daripada aku harus menyaksikan Palestina terlepas dari Khilafah. Ini adalah perkara yang tidak boleh terjadi! 

Pernyataan Syaikh Yasin maupun Sultan Abdul Hamid II di atas setidaknya menegaskan beberapa hal kepada kita. 

Selengkapnya silahkan kunjungi link di bawah ini:



0 Comments

Posting Komentar