Ramadan Bulan Produktif


[KELUARGA SAKINAH]


*Ramadan Bulan Produktif*



Puasa lemas? Tak semangat melakukan aktivitas? Wah, salah besar. Justru sebaliknya, selama puasa kita harus lebih produktif. Pasalnya, tidak ada 'gangguan' kegiatan berupa pemenuhan hajatun udhowiyah yang terkadang mencuri waktu atau berdampak pada berkurangnya produktivitas.


Misalnya, gara-gara kekenyangan makan, jadi ngantuk dan kurang fokus. Gara-gara makan siang di rumah makan, pekerja jadi lambat kembali beraktivitas di kantor. Ibu-ibu yang biasanya masak 3 kali sehari, cukup 1-2 kali.


Ibu-ibu yang biasanya kerepotan menemani anak-anak makan 3 kali sehari, kini berkurang. Sahur dan berbuka biasanya anak-anak melakukan sendiri dengan jadwal lebih disiplin.

Sedangkan di hari biasa, tiap anak kadang beda pula jam makannya. Waktu ibu tersita, untuk sekadar menyuapi dan memastikan mereka makan. Kini, saat anak-anak puasa, durasi makan jadi berkurang.


Selain itu, dari segi waktu, puasa membuat kita biasa bangun dini hari dan tidur agak malam setelah tarawih. Waktu juga banyak termanfaatkan untuk amalan regilius. Jadi, Muslim sungguh produktif di bulan suci ini. Lantas, produktivitas apalagi yang bisa dilakukan?


1. Ayah

Seorang suami atau ayah pasti meningkatkan produktivitasnya di bulan Ramadan. Baik dengan lebih giat bekerja mencari nafkah, meningkatkan omset bisnisnya atau melipatgandakan pendapatannya. Sebab, ia sadar bahwa pengeluaran di bulan Ramadan pun biasanya jauh berlipat. Baik untuk belanja keluarga maupun untuk mendorong sedekah anggota keluarga. Ia juga tak lelah membimbing putra-putrinya agar lebih beriman dan bertakwa. Mengajaknya ke masjid, mengikutkan sanlat-sanlat, mengajak kajian dan sebagainya.

2. Ibu

Kendati jam masak atau jam makan berkurang, bukan berarti pekerjaan ibu berkurang. Ramadan kaum ibu suka beberes rumah untuk menyambut Lebaran. Membereskan gudang, mengeluarkan barang-barang yang selama ini tidak tersentuh, menyeleksi buku-buku atau kertas-kertas yang ternyata sudah tidak dipakai lagi. Menyiapkan paket-paket sedekah untuk bekal anak-anak yang sanlat atau kegiatan Ramadan lainnya dan seterusnya. Membimbing anak-anak menjalankan program dan PR Ramadan anak-anaknya. Bagi yang mudik, menyiapkan bekal baik pakaian, makanan maupun perlengkapan lainnya.

3. Anak-anak

Awal bulan anak-anak pasti lemas dan tidak banyak melakukan aktivitas. Namun setelah terbiasa, anak-anak bisa diajak melakukan kreativitas produktif. Untuk mengalihkan rasa lapar mereka, ajak membuat kreasi yang mereka sukai. Atau, ajak anak-anak membereskan kamarnya. Menyeleksi buku-buku, baju atau mainan-mainan lawasnya.

4. Dakwah

Ramadan adalah bulan perjuangan. Bulan membela Islam. Syiar Islam terbuka di mana-mana. Saatnya mendakwahkan Islam lebih gencar. Para aktivis Islam biasanya panen job untuk memakmurkan masjid dan majelis-majelis ilmu. Yang ikhwan menjadi imam, penceramah, MC, pengisi radio, dll.

Yang akhwat juga tak kalah laris. Mengisi kajian-kajian Muslimah, sanlat anak-anak TPA, kajian remaja, nara sumber di radio, dll.

Bahkan saat ini, tak ketinggalan dakwah lewat tulisan. Di media-media sosial atau grup, kita banyak mendapatkan broadcast tausiyah dan tsaqofah Islam. Mengapa kita tidak ikut meramaikannya dengan mengisi ruang-ruang dunia maya tersebut?

5. Kegiatan Sosial

Ramadan, siapa yang tidak berlomba-lomba melakukan sedekah? Inilah bulan saat siapapun berlomba-lomba saling memberi. Tak sekadar memberi, melainkan memberi yang terbaik. Tak hanya memberi harta, juga tenaga. Banyak kegiatan sosial yang membutuhkan dukungan, baik di lingkungan rumah, tempat kerja atau organisasi dakwah tempat bernaung. Berkontribusilah yang terbaik.

6. Passion

Banyak kegiatan berbasis hobi atau passion yang tiba-tiba booming selama Ramadan. Seperti ibu-ibu yang bisnis kue lebaran, baik menjadi produsennya maupun resellernya. Ada juga yang bisnis parsel atau hantaran Lebaran dan fashion. Pernak-pernik dapur seperti taplak, lap, toples, keset, gorden dll tak ketinggalan ikut laris di bulan Ramadan. Yang jualan kudapan untuk berbuka puasa juga mendulang rupiah. Ibaratnya, jualan apapun laku selama bulan berkah ini. Tak ayal jika kaum Muslim begitu produktif tak ada yang berleha-leha.

Demikianlah, kita bersyukur berada di bulan Ramadan yang produktif ini. Semoga produktivitas kita berbuah pahala.(*)

Sumber : Fb Kholda Najiyah

========================

Sumber Foto : AbiUmmi

:bouquet::bouquet::bouquet::bouquet::bouquet::bouquet::bouquet:

0 Comments

Posting Komentar