Tetap Optimis Tegaknya Cahaya Allah & Nasib Mereka yang Malang Berupaya Memadamkannya



[KAJIAN ISLAM]

/Tetap Optimis Tegaknya Cahaya Allah & Nasib Mereka yang Malang Berupaya Memadamkannya /

Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰٓى اِلَى الْاِسْلَامِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Shaff [61]: 7)

Kalimat ومن أظلم dalam ayat merupakan bentuk pengingkaran bernada pertanyaan (istifham inkari), kata أظلم merupakan bentuk tafdhil, pelebihan, yang melahirkan kesimpulan tiadanya orang yang lebih zhalim daripada mereka yang mengadakan dusta terhadap Allah, dimana hal itu Allah uraikan dalam ayat selanjutnya dengan maksud jahat:

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـئُـوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya." (QS. Al-Shaff [61]: 8)

Mereka sudah didakwahi untuk menegakkan Islam dalam kehidupan, namun antum bisa melihat sejauhmana mereka membuat makar, berdusta, memfitnah dan menikam ajaran Islam dan gerakan dakwahnya. Itu terjadi terhadap Islam dan kutlah dakwah di masa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, apakah terulang lagi saat ini ya ikhwah?

Kalimat "يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُا نُورَ اللَّهِ" dalam ilmu balaghah merupakan bentuk isti'arah, penyerupaan bagi mereka yang hendak memadamkan DinuLlah seperti orang yang hendak memacamkan cahaya dengan mulut mereka. Makna sebenarnya yakni "mereka hendak memadamkan DinuLlah, syari'at-Nya", yakni Dinul Islam, namun mereka takkan menang, bahkan mustahil sama seperti kemustahilan memadamkan cahaya dengan mulut mereka, dan keburukan yang mereka lakukan hakikatnya istidraj yang menjadi pertanda kerugian besar bagi mereka, menjadi hujjah mereka min al-muflisin, wal 'iyadzu biLlah. 

Frasa نور الله merupakan bentuk ungkapan yang sangat kuat atas DinuLlah, sekaligus penegasan atas Din dan Syari'at Islam yang tak mungkin bisa dipadamkan oleh manusia manapun, dimana Allah menisbatkan kata nur tersebut kepada-Nya, kepada lafal nama-Nya yang paling agung (ismuLlah al-a'zham).

Lalu bagaimana akhirnya nasib gerakan dakwah Rasulullah ﷺ? Tegaknya Islam dalam kehidupan. Tetap optimis in sya Allah. Lalu bagaimana nasib kaum yang berupa memadamkan cahaya Allah? Sia-sia dan merugi dunia akhirat wal 'iyadzu biLlah. []

اللهم أعز الإسلام والمسلمين
اللهم أعز الإسلام والمسلمين
اللهم أعز الإسلام والمسلمين

Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I
Penulis "Menggugah Nafsiyyah Dakwah Berjama'ah"

0 Comments

Posting Komentar