Din Menilai Cara Kerja Densus 88 Sampingkan Peran Ormas Islam

Sumber Foto : Kiblat.NET

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin memberi tanggapan terkait program deradikalisasi yang dijalankan oleh Densus 88 ataupun aparat penanggulangan terorisme lainnya. Ia menilai, deradikalisasi saat ini telah mengesampingkan peran ormas-ormas Islam di Indonesia.

Din menganalogikan bahwa dalam membendung radikalisme ormas Islam hanya diposisikan sebagai pemadam kebakaran saja. Sementara pihak tertentu masih terus memercikkan api sehingga kebakaran itu tetap bermunculan. Sehingga program deradikalisasi saat ini dinilai tidak tuntas.
“Selama ini saya amati terjebak kepada faktor tunggal ideologis. Karena menggunakan analisa kaca mata kuda. Ini faktor ideologis, kelompoknya begini, strukturnya begini, jaringannya begini, tokoh-tokohnya bahkan disebut. Pertanyaan anak muda, so what gitu?” ujar Din Syamsuddin di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta pada Senin (04/06/2018).

Ia mempertanyakan data-data yang dimiliki oleh aparat dalam mengungkap orang-orang yang terpapar paham radikal. Pasalnya, ada sejumlah terduga teroris yang tertangkap hingga bahkan mati tanpa adanya keterangan.

Selain itu, ia juga meminta data-data yang dimiliki oleh aparat agar diberikan kepada ormas Islam, termasuk nama-nama yang pulang dari Suriah dan Afghanistan. Sehingga ormas Islam dapat mengawasi dan ikut memberikan bimbingan kepada kepada mereka.

“Lah katanya sudah pulang 200-300. Wah berbahaya itu, justru kalau tidak ingin diberitahu. Saya kan jadi berfikir untuk apa? Tapi jangan kemudian begitu terjadi disalahkan ormas-ormas keagamaan karena tidak berbuat,” sambungnya.


Bila ormas Islam memiliki data tersebut, Din menjelaskan maka akan terjadi langkah dialog dan bimbingan secara agama. “Tapi kita kan tidak tahu siapa orangnya, karena yang punya data itu pemerintah, badan intelijen, aparat. Mau tidak memberikan data itu kepada ormas-ormas Islam supaya kami tahu. Ormas Islam itu sampai ke tingkat RT/RW loh,” sambungnya.
“Jangan sampai ormas Islam hanya diminta sebagai pemadam kebakaran. Sementara ada yang membakar ada yang menciptakan kebakaran-kebakaran,” tukasnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Syafi’i Iskandar

Sumber : https://m.kiblat.net/2018/06/05/din-menilai-cara-kerja-densus-88-sampingkan-peran-ormas-islam/

0 Comments

Posting Komentar