Ini Alasan HTI Ajukan Banding


Selasa, 5 Juni 2018   

KIBLAT.NET, Jakarta- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan mengajukan banding atas putusan PTUN yang menolak gugatan HTI. Dalam upaya melawan keputusan Kementerian Hukum dan Ham, HTI melalui Kuasa Hukumnya Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan sejumlah alasan atas pengajuan banding tersebut.

“Dalam memori banding, kami sampaikan alasan-alasan mengapa kami banding, kami minta PT untuk memeriksa kembali putusan dari tingkat pertama. Kami menunjukkan bahwa ini ada kesalahan hakim, kekeliruan hakim dalam menafsirkan hukum dan memperhatikan fakta-fakta persidangan,” ungkap Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum HTI di kantor Lawfirm Ihza & Ihza, Menara 88 Kasablanka, Jakarta Selatan, Senin (04/06/2018).

Yusril menjelaskan, dalam persidangan pemerintah hanya menghadirkan dua saksi dan sembilan ahli. Lalu, kedua saksi fakta disebutkan Yusril tidak menerangkan apa-apa di persidangan.

“Kami tanya apakah anda pernah hadir di pengajian HTI, pernah, sering bahkan. Dan selama pengajian itu, apakah HTI pernah mempersoalkan pancasila, mempersoalkan NKRI, mau membubarkan NKRI dan mendirikan Khilafah, dan mereka menjawab tidak pernah. Saya tanya berkali-kali dan jawabannya tidak ada,” ungkap Yusril.

Oleh karena saksi fakta tidak menerangkan apa-apa, Yusril menilai putusan oleh Majelis hakim didasari dari keterangan Ahli. Yusril menyebutnya sebagai pengadilan opini.

“Putusan ini didasarkan dari pendapat ahli, jadi ini pengadilan Opini, pengadilan pendapat. Pendapat ini kan bisa macam-macam, pendapat ahli dari kami ada, dari pemerintah juga ada. Tapi yang lebih dipertimbangkan adalah pendapat ahli dari pemerintah,”.

“Jadi sebenarnya hakim tidak cukup berimbang mempertimbangkan fakta-fakta yang ada di persidangan. kami juga menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli, namun kurang didengar,” ungkapnya.

Sumber : kiblat.net

0 Comments

Posting Komentar