Masihkah Punya Hati?



/Masihkah Punya Hati?/
.
Kita boleh saja beralasan apapun jua, tapi saudara kita yang mengalami sendiri penjajahan dan penindasan itu telah terluka, mereka bertanya, benarkah kita saudaranya?
.
Sebab ini terjadi di saat penjajah Israel mempertontonkan arogansinya, dengan membunuhi ayah-ayah mereka, menyakiti ibu-ibunya, dan menyiksa anak-anaknya
.
Lalu ada diantara kita menerima undangan dengan dalih ingin menasihati, padahal hanya jadi legitimasi, seolah-olah Israel itu damai, mengakui keberadaan mereka
.
Fatal sekali timbangan dewan pertimbangan ini, merusak nama baik negara dan kaum Muslim terbesar. Atau mungkin ada terselip kecongkakan bisa diundang penjajah?
.
Padahal sikap kita pada kemungkaran sudahlah jelas. Ubah dengan kekuasaan dan tangan, atau suarakan dengan tegas melalui lisan, atau setidaknya ingkari dengan hati
.
Bila hatipun sudah tidak bisa mengingkari, lalu bermesra dengan penjajah saudaranya, bersalaman dengan tangan penuh darah saudarinya. Masihkah punya hati?
.
[Oleh: Ustadz Felix Siauw]
.
__
Follow : @muslimahnewsid

.

0 Comments

Posting Komentar