Meski Organisasi Dibubarkan, Anggota HTI Sah untuk Berdakwah




KIBLAT.NET, Jakarta – Prof. Yusril Ihza Mahendra mengakui bahwa badan hukum organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dicabut. Kendati demikian, kuasa hukum HTI ini menolak jika ada pelarangan atau persekusi terhadap anggota ormas Islam itu yang melakukan dakwah.

“Anggota-anggota HTI dibebaskan untuk melakukan apa saja, baik dakwah individu maupun melakukan kegiatan lainnya. Karena hal tersebut sah dan konstitusional, serta dilindungi HAM,” kata Yusril dalam Konferensi Pers di Gedung Casablanca 88, Jakarta Selatan, Senin (04/05/2018).

Yusril mengatakan akan membuat upaya hukum dan tanggapan atas beberapa perlakuan terhadap anggota dan atau pengurus HTI pasca keluarnya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Meskipun Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta telah menjatuhkan amar putusan yang menolak seluruh gugatan HTI, namun putusan itu juga telah menegaskan hal-hal penting diantaranya adalah Putusan PTUN Jakarta telah menegaskan bahwa eksistensi HTI tetap diakui sepanjang untuk melakukan upaya hukum,” ungkap Yusril.

“Keberadaan HTI tetap dianggap ada sepanjang untuk melakukan upaya hukum mencari keadilan dan tidak pernah ditetapkan sebagai organisasi terlarang,” lanjutnya.

Sementara itu, HTI telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi atau putusan PTUN. Gugatan yang diajukan pada tanggal 16 Mei yang menolak gugatan HTI terhadap Surat Keputusan Menkumham Nomor AHU- 30.AH.01.08 Tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum HTI.

“Kami sampaikan bahwa HTI dan kami kuasa hukumnya telah menyampaikan permohonan banding pada 16 Mei 2018,” ungkap Yusril.

Yusril mengatakan sejatinya ormas HTI masih eksis selama melakukan pembelaan hukum terhadap putusan pengadilan. 

“Walaupun ditolak gugatan kami, tapi putusan ini belum menetapkan keputusan hukum yang mengikat. Meskipun atas keputusan menteri menyatakan bahwa HTI sudah bubar, kami masih melakukan perlawanan hukum,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy
Sumber : Kiblat.Net

0 Comments

Posting Komentar