Produsen Senjata Amerika Dirikan Sekolah TK di Israel, Ada Apa?

Sumber Foto : SINDONews

Jum'at, 1 Juni 2018 

Yerusalem – Salah satu perusahaan produsen senjata terbesar di dunia saat ini, Lockheed Martin, dilaporkan sedang membuka kantor cabang di Yerusalem dalam rangka memberikan program pendidikan bagi anak-anak sejak usia 5 tahun. Lockheed Martin adalah perusahaan teknologi terkemuka pembuat jet tempur canggih F-35 yang reputasinya terkenal sebagai mesin pembunuh rakyat Palestina di Gaza. Perusahaan senjata dan kedirgantaraan Amerika itu saat ini tengah menjalin kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Israel untuk membuka sebuah sekolah sejenis Taman Kanak-Kanak di Yerusalem.

Perusahaan yang dikenal secara luas di dunia karena telah memproduksi dan terus mengembangkan seni mesin pembunuh itu ternyata memiliki sejumlah sekolah di kota-kota Israel. Dan, sekolah yang baru akan dibuka itu akan menjadi sekolah pertama di Yerusalem. Sekolah tersebut akan mulai dibuka bersamaan dengan awal tahun ajaran baru 2018/2019, dan disebut-sebut sebagai sekolah yang unik. Sumber-sumber Israel mengatakan, lembaga pendidikan pre-skul itu akan memberikan program pengenalan dan pengembangan teknologi maju sejak usia sedini mungkin.

Anak-anak sejak usia 5 hingga 6 tahun akan diberikan fasilitas komputer dan juga “state of the art” atau pencapaian tertinggi dari sebuah proses pengembangan teknologi sebagai stimulan untuk mengembangkan apa yang dianggap sebagai imajinasi terbaik dalam bidang seni untuk membunuh.

Pendirian sekolah TK Lockheed ini akan membutuhkan anggaran US$ 250 ribu (sekitar Rp 3,4 milyar) yang hampir seluruh biayanya ditanggung oleh perusahaan Amerika itu.

Direktur Manajer (CEO) Lockheed Martin Israel, Joshua Shani menyambut gembira sekolah baru tersebut dengan mengatakan,”Lembaga pendidikan pra-sekolah kami ini merupakan inovasi ala Israel dalam semua aspeknya, dan sudah, sudah ada sejumlah delegasi dari negara-negara lain seperti Korea dan Jerman yang mereka berfikir ke arah yang sama”.

Menjelaskan apa relevansi antara produsen senjata dengan pendidikan usia dini, Shani mengakui bahwa keterlibatan tersebut memang “tidak logis”. Namun buru-buru Shani menjustifikasi, “Tetapi ketika ada sebuah perusahaan komersial ingin berkontribusi ke masyarakat, maka itu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Kita bisa membuat sebuah lembaga riset di bidang penerbangan di seluruh dunia, namun kita masuk dari arah/bidang pendidikan karena dari situlah kita akan memulai semuanya”.

Israel merupakan entitas yang terkenal memiliki program pengembangan senjata canggih, sekaligus penyuplai atau pengekspor baik secara legal maupun ilegal senjata-senjata tersebut untuk diujicobakan ke seluruh dunia. User atau pemakai senjata Israel itu termasuk kelompok-kelompok bersenjata non-negara semacam kontraktor keamanan swasta, dan juga rezim-rezim diktator yang diduga terlibat kejahatan genosida dan pembersihan etnis, seperti junta Myanmar.

Kerja sama “negara ilegal” Israel dengan perusahaan produsen senjata terbesar di dunia dalam bidang pendidikan pra-sekolah semakin menimbulkan tanda tanya besar “ada apa di balik perselingkuhan Israel dengan industri senjata tersebut?”

Sumber : kiblat.net

0 Comments

Posting Komentar