Razan Al-Najjar: ‘Tembak Aku dengan Peluru Kalian. Aku Tidak Takut’


Relawan paramedis berusia 21 tahun Razan Al-Najjar (kelima dari kiri) terlihat saat demonstrasi di perbatasan Gaza di timur Khan Younis, Gaza, sebelum ia gugur ditembak serdadu Zionis pada 1 Juni 2018. Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Ribuan orang menghadiri pemakaman Razan Al-Najjar di Gaza, kemarin (2/6), termasuk beberapa orang yang pernah ia obati ketika mereka terluka saat demonstrasi sebelumnya di perbatasan Gaza. Jenazahnya diselimuti dengan bendera Palestina dan dibawa dengan tandu oleh para pelayat melewati jalan-jalan. “Dengan jiwa dan darah, kami tebus kau asy-syahidah Razan,” seru para pelayat ketika jenazah dibawa ke rumahnya sebelum dimakamkan.

Serdadu Zionis menembak mati perawat Palestina, Razan Al-Najjar, pada Jum’at (1/6) lalu saat ia berupaya membantu demonstran yang terluka di perbatasan Gaza, ungkap para petugas kesehatan dan saksi. Kematian Najjar menjadikan warga Palestina yang gugur berjumlah 119 sejak demonstrasi mingguan diluncurkan pada 30 Maret di Jalur Gaza yang terblokade.

Warga Palestina menghadiri upacara pemakaman Razan Al-Najjar di daerah Huzaa, Khan Younis, Gaza, 2 Juni 2018. Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency

Najjar, relawan medis yang baru berusia 21 tahun, ditembak saat berlari menuju pagar yang membentengi perbatasan, di Khan Younis, Gaza, untuk menolong seorang korban, kata saksi mata.

Mengenakan seragam putih, “ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan cara yang jelas, tapi para serdadu Zionis melepaskan tembakan dan ia ditembak di dadanya,” kata saksi mata, yang meminta tak disebutkan namanya, pada Reuters.

Warga Palestina menghadiri upacara pemakaman Razan Al-Najjar di daerah Huzaa, Khan Younis, Gaza, 2 Juni 2018. Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agenc

Menanggapi hal ini, juru bicara militer ‘Israel’ dengan enteng mengatakan bahwa para penembak jitu (snipers) ‘Israel’ hanya menargetkan orang-orang yang bersikap mengancam, tapi peluru terkadang bisa juga melewati atau memantul, serta mengenai orang-orang yang ada di tempat kejadian.

Di rumahnya di Khan Younis, ibunda Najjar pingsan karena sedih ketika menerima seragam putrinya yang berlumuran darah.

Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut Najjar sebagai “syahidah”.


Saat diwawancarai oleh Reuters pada April lalu, Najjar mengatakan ia akan
 mengikuti demonstrasi di perbatasan hingga akhir.

“Saya kembali dan tidak mundur,” demikian status Facebook terakhir Najjar. Ia juga menegaskan: “Tembak aku dengan peluru kalian. Aku tidak takut.”

Rekan kerja menghadiri upacara pemakaman Razan Al-Najjar di daerah Huzaa, Khan Younis, Gaza, 2 Juni 2018. Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency

Petugas medis Gaza menyatakan sedikitnya 100 warga Palestina terluka akibat tembakan serdadu Zionis selama demonstrasi Jum’at (1/6) lalu.

Sunber : Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

0 Comments

Posting Komentar