Kamis, 12 Juli 2018

Hukum Menghadiri Pernikahan yang Campur Baur



[KAJIAN FIQH]
Hukum Menghadiri Pernikahan yang Campur Baur

Tanya :

Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadzah, bulan Syawal ini ada banyak undangan pernikahan. Bagaimana hukumnya menghadiri undangan pernikahan yang di dalamnya bercampur baur, dan ada aktivitas maksiat lainnya?

Jawaban :

Waalaikumussalam Wr.Wb.
Menurut jumhur ulama, hukum memenuhi undangan pernikahan atau walimah adalah wajib. Ini berdasarkan hadits yang berbunyi,

”Hak muslim pada muslim yang lain ada enam yaitu,”(1) Apabila engkau bertemu, berilah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu mengucapkan ’alhamdulillah’, doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’, pen), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya. (HR. Muslim)

Dalam hadits ini, mayoritas ulama berpendapat wajib hukumnya memenuhi undangan pernikahan. Namun mandub bagi undangan lainnya.

Rasulullah SAW bersabda,

Apabila seseorang di antara kalian diundang untuk menghadiri walimatul ’ursy (resepsi pernikahan, pen), penuhilah.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya, ”Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah/pernikahan, sungguh dia telah durhaka pada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Muslim). 

Celaan bagi mereka yang tak menghadiri walimah dengan menyebut mereka durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi qarinah (indikasi) wajibnya menghadiri undangan walimah.

Namun para ulama yang mengambil pendapat wajib ini, memberikan syarat. Yaitu, jika di dalam walimah atau pernikahan tadi tidak terdapat kemungkaran. Jika terdapat kemungkaran seperti ikhtilat, tabarruj, disediakan khamr, dan keharaman lainnya maka gugurlah kewajiban menghadirinya.

Hukum wajib ini juga berlaku jika undangan yang diberikan bersifat pribadi. Jika bersifat umum seperti pengumuman lewat grup WA atau status FB semata, maka hukumnya tidak wajib. Allahu a'lam bis shawab.

(Usth. Wardah Abeedah)

0 komentar:

Posting Komentar