Senin, 09 Juli 2018

Jangan Teror Aku dengan Terorisme



[Trending Topic]

Oleh Nurita Amalina W.
(Smart With Islam Jember)

Guys, Jawa Timur kembali dihebohkan dengan teror bom. Siapa yang nggak takut atau khawatir? Kapolsek Bangil saja mengaku takut ketika dikejar laki-laki yang mengaku membawa bom.

Bukan Cuma takut bom, kita pun dibuat takut pada cadar dan sarung. 

Masih ingat kisah santri yang mau pulang kampung bawa kardus? Coba bayangkan, gimana perasaan kamu jika dituduh teroris gara-gara pulang nyantri pake sarung, baju koko lengkap sama peci dan nenteng kardus..?? duh pasti campur aduk tuh, orang mau pulkam dengan dana seadanya jadi bawaan ditaro dalem kardus, eh tiba-tiba ada anggota densus nyergap dengan senjata lengkap. Duh gusti… ampun deh kaya ga ada kerjaan lain pak densus, trus ketika di buka kardusnya, ternyata… isinya tumpukan baju sehari-hari di pondok. Ealah…Tepok jidat.

Btw, apa sih sebenernya yang terjadi dengan dunia ini..? kok berasa kagak aman lagi idup ini… dikit dikit teror, dikit dikit bom meledak, dikit-dikit dituduh radikal, dll. Hmm gini guys, dengan maraknya kasus terorisme di negeri ini maka pemerintah menghimbau kepada generasi muda agar tak terjebak dengan paham radikal yang merupakan cikal bakal adanya teror dimana-mana. Kata pak Tito sih gitu. Seperti kejadian awal mei lalu Bom yang meledak didepan 3 Gereja di Surabaya, yang diduga pelaku adalah satu keluarga yang sudah tercuni oleh pemahaman radikal. 

Radikal, radix, radices, yang artinya akar atau istilah lain radikal menggambarkan perubahan yang mendasar dan menyeluruh. Berpikir radikal artinya berpikir hingga ke akar-akarnya. Istilah inilah yang kemudian menjadi alat untuk menyerang kelompok yang bersebrangn dengan ideologi dan kepentingan barat. Masak sih??? 

Coba kita pikir deh, istilah radikalisme selalu dikaitkan dengan Islam, bener gak? Nah, dengan pemahaman yang dangkal ini dan dibalut dengan frame barat membuat seolah-oleh Islam sumber teror yang terjadi dimana-mana. Kok bisa..?? iya, mereka menyimpulkan bahwa umat islam telah mengambil dari firman-firman Allah dalam Al-quran yang berkaitan dengan ayat-ayat Jihad Fi sabilillah, kemuliaan orang yang mati syahid, sehingga menuduh bahwa bibit radikalisme ada dalam inti ajaran Islam itu sendiri. 

Ditambah lagi nih, kata Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya Dr. Imran Mawardi MA, mengatakan istilah radikalisme sengaja dibuat oleh Barat untuk menghancurkan umat islam, sebab islam merupakan ancaman paling menakutkan bagi dunia barat, sehingga istilah radikalisme adalah buatan barat untuk menghancurkan umat Islam.(Hidaytullah.com) Waduh, tuduhan yang kejam bingits tuh guys….

Ternyata barat kedder tuh, jika ummat islam bersatu untuk menuju kebangkitan Islam, sehingga mereka bikin skenario adu domba dengan isu terorisme, dan radikalisme. 

Belum lagi dengan paham komunis yang jelas-jelas membahayakan, dan peredaran di negeri ini cukup subur dan mereka dengan leluasa menyebarkan pemikiran sesatnya, tapi tak ada tuh yang teriak-teriak kepada mereka radikal. Sungguh aneh tapi nyata guys, fakta yang bertolak belakang.

So, udah jelas kan… ternyata istilah Radikal, terorisme hanya berlaku bagi ummat Islam saja. Sedangkan bagi orang Israel yang udah jelas-jelas membantai juataan jiwa umat islam di Palestina, tidak mendapat sebutan radikal atau teroris. Begitu juga kaum muslim di Mynmar, Irak, dan negeri-negeri muslim lainnya yang mendapatkan teror dari barat.

Efeknya apa guys, ternyata nih, setelah istilah radikal dihembuskan di negeri ini generasi muda perlahan tapi pasti mulai takut dengan ajaran islam sendiri, orang tua mewanti-wanti anak-anaknya untuk tak ikut-ikutan kajian Islam karena takut di cuci otaknya, trus mau ngaji dituduh aliran sesat, pake cadar, celana cingkrang di cap radikal, ikutan rohis katanya saarang teroris. 

OMG… trus para remaja Islam mo di gimanain…? Apa kaga’ boleh tuh mengenal ajaran Islam yang sempurna. Jelas kaga boleh, soalnya kalo remaja Islam bangkit dan memahami Ajaran Islam yang sempurna, mereka khawatir akan terkalahkan dengan Islam, sehingga para generasi muda didengung-dengungkan pemahaman radikal dan teroris, dan untuk mengalihkannya generasi disuguhi dan terus menerus dicekoki oleh ide sekuler yang menghasilkan remaja-remaja liberal, rusak, tak karuan yang udah tak takut lagi dengan Allah, tak takut dengan adzab Allah, dll. Idiihhh serem guys…!!!

So, apa yang kudu kita lakuin?

Kita jangan sampe jatuh dalam perangap Barat atas adu domba kaum muslim dengan cap radikal. Musuh umat islam sudah jelas yakni Barat. Bentengi diri dengan Iman dan Takwa kepada Allah, tak perlu takut dengan tuduhan-tuduhan yang menyesatkan dan menyudutkan Islam. Pahami islam dengan sungguh-sungguh, lawan ide-ide mereka dengan lantang menyuarakan kebenaran Islam, karena inilah yang akan menggentarkan Barat, yakni ketika para pemuda bersatu untuk melawan ide menyesatkan ini. Saatnya remaja Islam bangkit, yuk kenali Islam sebagai ajaran yang sempurana. Yuk Ngaji…!!

——————————
Silakan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:




——————————
Grup WhatsApp: 08978632838
——————————

0 komentar:

Posting Komentar