Senin, 09 Juli 2018

PERSAUDARAAN ORANG YANG BERIMAN


[KAJIAN ISLAM]

Persaudaraan antara orang yang beriman hanya diikat oleh keimanan atau dengan kata lain diikat oleh aqidah, bukan diikat oleh ikatan lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah تعالى : 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat” (QS: al Hujurat: 10)

Dalam ayat ini Allah تعالى menggunakan lafazh إنما yang termasuk adat qasr (batasan) dalam ilmu balaghah. Syaikh al Hasyimi mendefinisikan al-Qasr sebagai pengkhususan satu perkara dengan perkara lain dengan cara yang tertentu atau bisa didefinisikan sebagai penetapan hukum yang disebutkan dalam kalimat dan menafikan yang selain disebutkan dengan salah satu cara tertentu. (Jawahir al Balaghah, hlm. 115).

Dalam al-Qasr terdapat tiga rukun yang mesti ada yaitu: maqsur (yang dibatasi), maqsur ‘alaih (yang membatasi sesuatu), dan adat al-qasr (alat untuk membatasi). Khusus dalam lafazh إنما posisi maqsur ‘alaih wajib berada diakhir. (Jawahir al Balaghah, hlm.116). Sehingga makna إنما المؤمنون إخوة adalah قصر المؤمنين على إخوة (membatasi orang-orang mukmin hanya dalam persaudaraan) .

Lafazh إنما juga biasanya digunakan untuk perkara yang sudah maklum, sebagaimana komentar Syakh al-Hasyimi: “Makna dasar lafazh إنما digunakan untuk suatu perkara yang keadaannya diketahui oleh lawan bicara dan tidak diingkari olehnya. Maksud penggunaan lafazh إنما hanya sebagai pengingat saja”. (Jawahir al Balaghah, hlm. 116). Berbeda dengan penggunaan adat nafyi dan istisna yang berfaidah taukid (penegas) atas pengingkaran dari lawan bicara seperti contoh: وما محمد إلا رسول .

Allah تعالى dalam ayat ini menggunakan lafazh إخوة sebagai jama’ dari أخ tidak menggunakan jama’ إخوان . Dalam bahasa arab lafazh إخوة termasuk jam’u al-qillah (jama’ dari tiga sampai sepuluh) mengiktu wazan فعلة, sedangkan lafazh إخوان adalah jam’u al-katsrah (jama’ dari sepuluh sampai tak terhingga). (Jami’u ad Durus al ‘Arabiyah, hlm. 204). Kebanyakan penggunaan lafazh إخوة ditujukan untuk saudara senasab (sekandung) sebagaimana dalam surat Yusuf ayat 58 dan an-Nisa ayat 11. Sedangkan lafazh إخوان penggunaannya lebih umum bisa bermakna saudara sekandung bisa juga bermakna teman seperti dalam surat Qaf ayat 13. 

Artinya Allah dalam ayat ini ingin menegaskan bawah persaudaraan antara orang yang beriman itu seperti persaudaraan antara saudara kandung. Imam al Alusi menyatakan:

وإطلاق الاخوة على المؤمنين من باب التشبيه البليغ وشبهوا بالاخوة من حيث انتسابهم إلى أصل واحد وهو الإيمان الموجب للحياة الأبدية
“Penyebutan lafazh إخوة atas orang-orang mukmin adalah termasuk bab tasybih baligh. Orang yang beriman diserupakan dengan saudara kandung dari sisi penisbatan mereka kepada asal yang satu yaitu adanya keimanan untuk kehidupan yang abadi”. (Ruh al-Ma’ani, 13/303)

Bahkan dikatakan persaudaraan orang yang beriman lebih kuat dari persaudaraan sekandung, sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam al-Qurthubiy:

أُخُوَّةُ الدِّينِ أَثْبَتُ مِنْ أُخُوَّةِ النَّسَبِ، فَإِنَّ أخوة النسب تنقطع بمخالفة الدين وَأُخُوَّةَ الدِّينِ لَا تَنْقَطِعُ بِمُخَالَفَةِ النَّسَبِ
“Persaudaraan agama lebih kuat dari persaudaraan nasab. Karena persaudaraan nasab terputus dengan berbedanya agama, sedangkan persaudaraan agama tidak terputus dengan berbedanya nasab”. (al-Jami’ li Ahkam al-Quran, 19/383) 

Kesimpulannya dalam ayat ini Allah ingin menegaskan bahwa hubungan antara orang yang beriman hanya diikat oleh hubungan aqidah bukan dibatasi oleh wilayah teritorial negara atau bangsa, dan persaudaraan antara orang yang beriman adalah persaudaraan yang lebih kuat dari persaudaraan sekandung. Bahkan dalam ayat ini Allah menggunakan lafazh إخوة yang huruf terkahirnya tertutup berbeda dengan lafadz إخوان yang huruf terakhirnya terbuka, hal ini mengisyaratkan kuatnya persaudaraan antara orang yang beriman. [Robi Pamungkas]

Sumber: Raudhah Tsaqafiyyah 

0 komentar:

Posting Komentar