Selasa, 07 Agustus 2018

EUFORIA JFC DI KOTA AGRARIS


[1000 Status Peduli Jember]

EUFORIA JFC DI KOTA AGRARIS

Oleh: Laily Chusnul Ch, S.E 

Jember merupakan kota kecil dengan kelas semi metropolis karena fungsinya sebagai pusat pelayanan daerah karesidenan besuki, segala fasilitas modern sudah terdapat di kota ini. Makin lengkap dengan keberadaan mall terbesar di kota ini dan sejumlah hotel berbintang yang terus menjamur. Menurut Bupati Jember Faida, Jember sendiri sekarang dikenal dengan 5C yakni Coffee (kopi), Cacao (kakao), Cigarette (rokok), Culture (budaya) dan Carnival (karnaval). (sinarharapan.net, 17/4).

Potensi SDA Jember

Sebagai salah satu daerah penghasil tembakau dunia, posisi Jember terletak di wilayah timur Propinsi Jawa Timur, dengan luas wilayah kurang lebihnya 3.293,34 km² dan berada pada ketinggian 0 meter - 3.330 meter di atas permukaan laut, beriklim tropis dengan suhu udara berkisar 23°C - 32°C, mayoritas petaninya yang menanam tembakau, serta banyaknya pengusaha lokal yang berinvestasi di pengepakan dan penyimpanan daun tembakau sebelum diolah di pabrik rokok besar yang ada di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Jember juga menjadi salah satu lumbung pangan nasional dikarenakan lahan pertanian yang sangat subur. Kekayaan dan keanekaragaman hayati hasil pertanian khususnya tanaman pangan, sayuran, buah-buahan dan hasil perkebunan diantaranya tembakau, kopi, coklat, karet, teh, dan lainnya mampu dan dapat dikembangkan sebagai peluang investasi baik budidaya maupun industri pengolahan yang berbasis bahan baku hasil pertanian dan perkebunan dalam rangka menembus pasar global. Oleh karena itu, Jember diprioritaskan sebagai daerah pengembangan investasi berbasis agrobisnis dan agroindustri dengan memberdayakan kemampuan kompetitif baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

Potensi wisata Jember sangat beragam, diantaranya wisata alam pantai seperti Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, Pantai Bandealit dan Pantai Puger; wisata alam pegunungan yang meliputi Obyek Wisata Pemandian Rembangan dan Air Terjun Tancak; Agrowisata misalnya Wisata Kebun Teh, Wisata Lori; Wisata Konservasi misalnya Kawasan Taman Nasional Meru Betiri; dan Wisata Budaya yaitu Jember Fashion Carnaval yang telah menjadikan Jember kota kecil yang mendunia. 

Usai menyelenggarakan JFC tahun lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan predikat pada Jember sebagai Kota Karnaval. Setaraf dengan kota-kota karnaval internasional lainnya seperti Rio de Janeiro di Brasil. Predikat ini diberikan karena JFC merupakan event Wisata Mode pertama di Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun di bulan Agustus dengan menampilkan trend fashion dunia, atraktif, unik dan kolosal, yang melibatkan ratusan sukarelawan, catwalk runway sepanjang 3,6 km menjadi catwalk terpanjang di Indonesia bahkan di dunia. Event ini menjadi ikon baru Jember di mata dunia internasional.

Jember Kota Agraris

Perhatian terhadap perhelatan JFC ini berbanding terbalik dengan perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat Jember yang mayoritas (50%) adalah petani. Bahkan sektor pertanian punya peran yang cukup besar (leading sector). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sektor pemberi kontribusi nilai tambah terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jember adalah Pertanian. Hingga akhir tahun 2012 mencapai 11.416,10 Milyar Rupiah atau 35,49 persen. Sehingga Jember dinobatkan menjadi salah satu lumbung beras Propinsi Jawa Timur.

Hasil pertanian tanaman pangan andalan antara lain; padi 7.492.430 Kw, terkonsentrasi di Kecamatan Sumberbaru, Bangsalsari, dan Jombang. Tanaman jagung, kedelai, ubi kayu, dan ubi jalar masing-masing mencapai 3.069.220 Kw, 219.850 Kw, 793.710 Kw, dan120.450 Kw, terkonsentrasi di Kecamatan Bangsal Sari, Balung, Sumber Baru, Arjasa, SumberJambe, dan Sukowono. Hasil buah-buahan yang menonjol; jeruk siam, mangga, pisang, rambutan, dan pepaya; masing-masing mencapai 1.006.956 Kw, 49.094 Kw, 418.842 Kw, 100.252 Kw, dan 47.996 Kw; terkonsentrasi di Kecamatan Semboro, Umbulsari, Kalisat, Sumberbaru, Bangsalsari, Gumukmas, dan Ambulu. (Katalog BPS 2012).
 Dengan potensi tersebut sudah sepantasnya jika pembangunan Kabupaten Jember difokuskan pada sektor pertanian. Untuk pengembangan perekonomian di daerah Jember idealnya bertahan pada hasil pertanian dan perkebunan. Untuk itu, pembangunan infrastruktur sektor pertanian dan perkebunan, serta peningkatan kualitas sumberdaya petani dan pekerja perkebunan tak bisa ditawar-tawar lagi. Mengingat hasilnya dapat menambah anggaran keuangan daerah.

Walaupun pembangunan difokuskan pada sektor pertanian namun kenyataannya pemerintah Kabupaten Jember menerbitkan surat ijin pertambangan sumberdaya mineral mangaan di Desa Pace, Kecamatan Silo, dan penambangan pasir di daerah Paseban, Kecamatan Kencong. (majalah-gempur.com)

Juli lalu sekitar 500 Petani di wilayah Puger Kulon Kecamatan Puger protes pengalihan saluran irigasi skunder yang dilakukan karena dampak dari pembangunan pabrik semen milik PT. Semen Imasco Asiatic. "Kami kemarin sudah berkirim surat ke DPRD Jember untuk dilakukan hearing dengan pihak Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air, karena jelas kalau ini diteruskan, yang dirugikan adalah petani, apalagi saluran irigasi tersebut mengairi area persawahan milik petani seluas sekitar 90 hektar, jangan sampai adanya pabrik semen justru mematikan petani,” ujar H. Abdul Rois Hasyim, Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sekar Tani Desa Puger Kulon Puger, yang didampingi Sucipto, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA). (jembertimes.com)

Menilik persoalan ini, kiranya pemerintah lebih bijaksana dalam membuat kebijakan-kebijakan yang sangat dibutuhkan oleh rakyatnya. Kesejahteraan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan) lebih diharapkan oleh rakyat daripada hiburan berbalut wisata budaya. Karena selain keuntungan ekonomis hanya dirasakan dan dinikmati oleh para pengusaha besar pemilik hotel, cafe, mall, dan lain-lain, event ini bukanlah termasuk bidang strategis bagi Jember dalam meningkatkan posisinya sebagai kota maju dan berkelanjutan. Terlebih wisata budaya ini hanya akan menambah persoalan-persoalan baru yakni liberalisasi budaya.

#1000StatusPeduliJember
#StopLiberalisasiJember
#IslamSelamatkanJember

4 komentar:

  1. Sedikit demi sedikit liberalisasi merangsek di kota Jember tercinta. Berkedok dan mengatasnamakn JFC sebagai salah satu sumber devisa daerah.....pelan tapi pasti, JFC ini seperti efek domino yang akan merobohkan semua sektor publik....berangkat bukan karena tanggung jawab pemda kepadda rakyat, tp hanya mengejar aset & investadi. Sangat wajar akhirx kebijakan tdk pro pada rakat. #stopliberalisasijember#stopkapitalisasiasetpublik#kembalipadaaturanAllaj

    BalasHapus
  2. benar.. kota santri pun mulai pudar..

    BalasHapus
  3. Sebenarnya masih banyak hal lain yang lebih bisa membuat Jember lebih baik lagi secara ekonomi dg fokus d bidang agraris daripada fokus pada sektor pariwisata yg berbanding lurus dg meningkat nya tingkat prostitusi dn hedonisme di Jember

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak. Pariwisata tidak bisa dijadikan sumber pemasukan daerah

      Hapus