Rabu, 19 September 2018

Buang Bayi Marak, Akibat Kita Buang Aturan Allah!


[INFO JEMBER] 

Buang Bayi Marak, Akibat Kita Buang Aturan Allah! 

Oleh: Faiqotul Himmah 


“Bukan manusia!” ucap Bu Mar lirih. Matanya merah berkaca-kaca. Menahan amarah bercampur iba.  

Sore tadi Allah pertemukan tim Info Muslimah Jember dengan saksi mata pembuangan bayi di Sungai Bedadung. Tepatnya di bawah Jembatan Semanggi.  

Bu Mar yang pertama kali menemukan bungkusan kresek merah. 

“Saya kira sampah, saya tarik. Kelihatan ada kaki kecil. Saya kira boneka, ternyata bayi.”  

Bu Mar meneteskan air mata.  

“Badannya lemas, sepertinya baru meninggal.” 

Fenomena buang bayi bukan yang pertama di Jember.  

Pekan lalu, seorang remaja SMA mengaku menemukan bayi yang ternyata dilahirkan kekasihnya sendiri.  

Juni lalu, sesosok bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di pinggir sungai di Dusun Krajan I, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (19/6/2018). Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup di sebuah tas kresek. 

Maret 2017 lalu, Asnawi (55), seorang pencari rongsokan, menemukan mayat bayi perempuan terbungkus kresek atau tas plastik, di sungai kecil depan kampus Institut Agama Islam Negeri Kabupayen Jember, Jumat (3/3/2017) siang. 

Yang fenomenal, 2015 lalu siswi SMP di Jember membuang bayi yang baru dilahirkannya.  

Ada empat faktor penyebab maraknya pembuangan bayi. Pertama, kemiskinan. Banyak orang tua yang diterpa persoalan ekonomi takut tak mampu merawatnya. Kedua, buah pergaulan bebas.  

Namun, apapun faktor penyebabnya, muaranya satu. Yakni sistem hidup sekuler yang saat ini kita jalani.  

Sekulerisme, adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama diakui, namun hanya sebatas aturan privat individu dengan Allah. Sementara aturan Allah yang mengatur interaksi manusia dan masyarakat dibuang. Diganti aturan manusia. 

Sistem pergaulan Islam, yang mengatur interaksi pria dan wanita, tidak diterapkan. Jika ada yg mentaati aturan batasa aurat, kewajiban menundukkan pandangan, haramnya khalwat, ikhtilat, mereka sebatas individu-individu yang berjuang untuk taat. 

Pernikahan dipersulit, karena berbagai faktor. Sementara gaul bebas atas nama suka sama suka sah-sah saja. 

Zina bebas, nikah dini dilarang. 

Satu sisi, sistem pendidikan yang ada tidak ditujukan untuk menciptakan individu-individu yang takwa. Orientasi pendidikan kita adalah menciptakan pekerja. 

Sekolah tinggi-tinggi, bertahun-tahun tak berhasil membentuk benteng kokoh keimanan.  

Di tengah gempuran ide kebebasan ala Barat, muda-mudi dibuat tak berdaya pada bisikan nafsu. Tenggelam dalam sekejapnya nikmat kemaksiyatan. 

Sungguh, kelakuan manusia saat ini lebih rendah dari hewan.  

Saatnya kita tinggalkan kejahiliyahan ini dan kembali pada aturan Allah. Tiadalah Islam diturunkan, dan Rasulullah diutus melainkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi hidup kita.  

Kembali pada Islam secara kaffah, adalah jalan terbaik menyelamatkan generasi negeri ini.  

Ayat berikut, mari kita renungkan : 

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jatsiyah : 23) 
Allahu a’lam. 

#Jember #bayi

===
Silakan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Website: www.infomuslimahjember.com

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

——————————
Grup WhatsApp: 08978632838
——————————

0 komentar:

Posting Komentar