Jumat, 07 September 2018

Haji, Pengorbanan dan Persatuan


[KAJIAN ISLAM]

Haji, Pengorbanan dan Persatuan

Oleh: Minah, S.Pd.I (Penulis Motivasi) 

HAJI merupakan momentum yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Jutaan kaum Muslim dunia berkumpul di satu tempat yaitu Mekkah.

Menunaikan haji butuh pengorbanan, butuh dana dan waktu yang lama agar bisa berhaji. Demi keyakinan dan ketaatannya, mereka berusaha menabung. Penjual bubur, tukang becak saja bisa naik haji walaupun harus menunggu lama demi terwujud cita-citanya naik haji. Selama ada kemauan pasti ada jalan. Namun, ini semua butuh pengorbanan. Karena iman dan ketaatannya kepada Allah. Mereka berdoa dan berusaha agar bisa naik haji.

Ibadah haji merupakan cerminan persatuan umat Islam. Keimanan kepada Allah SWT dan ketundukan pada aturan-Nya, inilah yang membuat kaum Muslim bersatu ketika melaksanakan ibadah haji.

Kewajiban haji telah dinyatakan oleh Allah SWT dalam Alquran: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (TQS Ali Imran: 97).

Dalam surat al-Hajj: 27 Allah menyatakan: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.”

Ketika ibadah haji, umat Islam bisa bersatu, karena keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. begitu juga seharusnya di luar ibadah haji. Keimanan kepada Allah SWT dan ketaatan secara total pada syariah Islam akan menyatukan kaum Muslim bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan. Mereka mau diatur oleh aturan yang satu, yaitu syariah Islam.

Semoga kelak kita yang belum menunaikan ibadah haji, bisa menunaikannya diwaktu yang sudah Allah tentukan. Dan semoga Allah mudahkan rezeki kita. Aamiin. []

0 komentar:

Posting Komentar