Jumat, 05 Oktober 2018

6 TIPS HARMONIS ERA MEDSOS



[Keluarga Sakinah] 

6 TIPS HARMONIS ERA MEDSOS

Oleh Kholda Najiyah 

Hari ini punya akun di media sosial adalah sebuah kelaziman. Bagi suami-istri, punya akun media sosial seharusnya untuk saling menguatkan. Baik untuk ajang berbagi kebaikan, maupun investasi masa depan. Ya, media sosial bisa dimanfaatkan untuk benefit duniawi maupun ukhrawi jika dimanfaatkan dengan bijak. Berikut tips agar media sosial tidak menimbulkan prahara dalam rumah tangga:

1. Trust

Modal kepercayaan. Kepercayaan ini dilandasi kredibilitas pasangan yang tinggi. Terjamin tingkat keimanan dan ketakwaannya. Artinya, jika pasangan kita saleh, iman dan takwa, serta terikat pada hukum syara', insya Allah terpercaya. Akfivitasnya tidak akan menyimpang. Nah, pasangan harus saling percaya tidak memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang melanggar hukum syara'.

2. Transparan

Harus ada keterbukaan. Masing-masing menginformasikan, punya akun apa saja. Termasuk kasih tahu passwordnya. Bahkan ini penting. Jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, pasangan adalah "pewaris" akun tersebut. Apalagi jika itu akun bisnis atau akun dakwah, jangan sampai disia-siakan. Harus dimaksimalkan agar bisa jadi warisan kebaikan untuk rumah tangga.

Termasuk transparan adalah mengizinkan pasangan "memeriksa" smartphone masing-masing. Dengan syarat, hal-hal yang bersifaf rahasia menyangkut pihak lain tetap dijaga. Contoh, jika istri psikolog, suami tentu tidak berhak membaca chatting dari para klien istrinya. Maka itu, saling meminta izinlah. Jangan mencuri-curi.

3. Sepakati jadwal bermedia sosial

Suami istri dapat membuat kesepakatan, kapan masing-masing boleh beraktivitas di dunia maya. Kapan pula dilarang pegang handphone. Jika perlu, tulis besar-besar jadwal itu di tempat yang mudah terlihat. Ini sebagai alat pengendali agar masing-masing tidak kebablasan. Kendalikan diri untuk tidak melanggar kesepakatan, kecuali dalam kondisi sangat mendesak. Misal urusan dakwah atau pekerjaan.

4. Tingkatkan komunikasi offline

Saling colek di media sosial boleh-boleh saja. Bahkan itu cukup membantu komunikasi pasutri. Sebab, terkadang ada postingan atau komentar bagus yang pasangan harus tahu agar sama-sama paham. Namun, komunikasi offline jangan ditinggalkan. Tetap lakukan pembicaraan intensif untuk segala jenis persoalan sampai tuntas. Pembicaraan di media sosial terbatas ruang dan bisa menimbulkan salah paham. Sebab komunikasi offline tidak mampu menangkap ekspresi dan intonasi pasangan. Padahal ini penting untuk memahami pesan sesungguhnya.

5. Saling mengingatkan

Masing-masing pasangan wajib mengingatkan jika ada status atau komentar yang memancing hal-hal yang tak diinginkan. Misal menimbulkan misspersepsi, kecemburuan, intimidasi atau perundungan. Apalagi jika sampai terjadi pelanggaran syariat Islam. Atau, melanggar undang-undang transaksi elektronik. Wajib pasangan untuk amaf makruf nahi munkar.

6. Matikan notifikasi

Jika perlu, matikan notifikasi. Sehingga, kita betul-betul hanya melihat smartphone saat kesempatan memegang HP itu tiba. Tidak setiap saat hape bunyi, langsung membukanya. Sebab, terkadang hanya notifikasi info di grup atau media sosial yang tidak terlalu urgen. Artinya, kalau tidak kita buka saat itupun tidak ketinggalan informasi.

Demikian, hendaklah kita bijak memanfaatkan media sosial untuk kebaikan kedua pasangan. Media yang saling menguatkan satu sama lain, bukan mengancam perpecahan.(*)

=====
Silahkan share dengan mencantumkan sumber *Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah*
——————————
Follow kami di:





——————————
Grup WhatsApp: 08978632838
——————————

0 komentar:

Posting Komentar