Kamis, 11 Oktober 2018

Agar Allah Sudahi Bencana di Nusantara



[KAJIAN ISLAM] 

/Agar Allah Sudahi Bencana di Nusantara/

Luka di Lombok belumlah pulih. Namun bumi pertiwi kembali diguncang. Kali ini Palu dan Donggala yang Allah timpakan gempa serta tsunami. 

Bagi jiwa-jiwa yang beriman, sangat mudah untuk tunduk akal dan jiwanya. Meyakini bahwa musibah yang tak kunjung usai ini terjadi atas kehendak sang Kuasa. Hatinya tunduk mengimani firman Allah

وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ
“..dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” [Al Qasas : 59]

Akal dan hati mereka juga membenarkan kalam-kalam Azza wa Jalla,

فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍ. أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ.

“Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zhalim, sehingga bangunan-bangunannya runtuh, dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak berpenghuni). Maka, tidak pernahkah mereka berjalan di muka bumi sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, atau telinga mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, melainkan yang buta ialah hati yang berada di dalam dada.” [Al-Hajj: 45-46]

أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ. تِلْكَ الْقُرَى نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الْكَافِرِينَ. وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ.

“Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah penduduk (negeri) itu (lenyap)? Bahwa kalau menghendaki, pastilah Kami mengadzab mereka karena dosa-dosa mereka; dan Kami mengunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran)? Demikianlah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu. Kami menceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Sungguh rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak (juga) beriman kepada sesuatu yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati-hati orang-orang kafir. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati bahwa kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” [Al-A’raf: 100-102]

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ. ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ.

“Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kalian ketika mereka berbuat kezhaliman, padahal para rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian, Kami menjadikan kalian sebaagai pengganti-pengganti setelah mereka di muka bumi supaya Kami memperhatikan bagaimana kalian berbuat.” [Yunus: 13-14]

Merenungi ayat-ayat di atas, dan banyak lagi ayat tentang kaum-kaum terdahulu yang Allah abadikan kisah dalam Alquran, hendaknya kita mengambil pelajaran. Membuka mata dan akal kita untuk mengakhiri maksiat atau kedzaliman yang masih saja kita lakukan. 

Terutama kedzaliman ketika saat ini, kita campakkan syariat yang dibawa oleh Rasul kita. Ketika Rasulullah SAW telah diutus kepada kita dengan membawa Alquran dan As Sunnah sebagai pedoman hidup, solusi semua persoalan sekaligus system kehidupan namun kita dustakan. 

Kita mencampakkannya seraya mengkhayalkannya sebagai monster berbahaya ketika diterapkan. Dengan dalih nasionalisme dan isme-isme lainnnya, aturan terbaik yang dibawa oleh Rasulullah dianggap tak layak diterapkan di nusantara. Siapapun yang memperjuangkannya dianggap musuh. 

Sebaliknya riba dan zina yang disebutkan sebagai ‘penghalal adzab’ oleh Rasulullah justru dilegallan, tak dicegah, pun pelakunya tak disangsi. Bisa kita saksikan betapa banyak keharaman dihalalkan di negeri ni. Dan betapa banyak yang halal bahkan diwajibkan justru dilarang. 

Agar nusantara tak lagi diguncang gempa dan musibah lainnya, agar Indonesia yang saat ini tengah dilanda kekeringan, kemsikinan dan berbagai musibah terlepas dari berbagai belenggu persoalan, mari kembali pada Allah. Mari berdoa, beristigfar dan bertaubat. Agar Allah mengampuni dan menghentikan adzab ini. 

1400 tahun yang lalu, Allah sudah mengabarkan bahwa ada dua sebab suatu kaum tidak diadzab oleh Allah. Pertama, apabila Rasulullah berada di tengah-tengah mereka. Kedua, jika penduduknya beristigfar. Allah jalla wa ‘ala berfirman,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun.” (QS. al-Anfal: 33).

Rasulul terakhir, baginda Muhammad SAW telah wafat delapan abad yang lalu. Tersisa satu upaya yang bisa kita lakukan agar Allah hentikan adzabnya, yakni istighfar. Hakikat istigfar adalah taubat. Mengakui kesalahan dan memohon ampun. Saatnya kita mengakui dosa-dosa kita, merenungi setiap kesombongan yang mengandalkan akal manusia dalam membuat hukum dan mensolusi persoalan bangsa. 

Mari bertaubat berjamaah, taubat nasional baik pemimpin juga rakyat.

Bertaubat dengan menghentikan semua maksiat dan bersegera kembali pada hukum Allah. 

Semoga Allah mengampuni pemimpin dan penduduk negeri ini. Semoga dengan taubat berjamaah, Allah sudahi berbagai bencana lainnya dari bumi pertiwi. Wallahu a’lam. 

=====
Silahkan share dengan mencantumkan sumber *Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah*
——————————
Follow kami di:





——————————
Grup WhatsApp: 08978632838
——————————

0 komentar:

Posting Komentar