Selasa, 30 Oktober 2018

Tiga Program Racuni Keluarga



[KAMPANYE #SavetheFamily

Tiga Program Racuni Keluarga 

Oleh: Chusnatul Jannah
(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban) 

#SavetheFamily

Betapa pentingnya keluarga dalam keberlangsungan generasi. Mereka adalah harta paling berharga. Sebab, ialah pondasi utama dalam melestarikan keturunan manusia. Keluarga adalah cikal bakal lahirnya generasi dambaan. Namun, sistem kehidupan sekuler – liberal telah menciptakan dekadensi moral pada generasi muda. Kerusakan ini tak lepas dari kebijakan global yang menyerang keluarga. Tempat pendidikan pertama dan utama bagi terbentuknya insan berkualitas. Berbagai upaya dilakukan Barat untuk menghancurkan tatanan keluarga muslim. Melalui program global yang ‘dipaksakan’ terutama kepada negara-negara berkembang, diantaranya:

Pertama, Family Planning 2020. Pada tanggal 21 Januari 2016, Konferensi International tentang Keluarga Berencana (International Conference on Family Planning/ICFP) telah digelar. Secara khusus, mereka menyoroti peran KB dalam mencapai SDGs, yaitu agenda pembangunan global untuk 15 tahun ke depan yang diadopsi oleh Sidang Umum PBB pada bulan September 2015. ICFP menyoroti kemajuan dan tantangan dalam pencapaian tujuan Family Planning 2020 (FP2020) untuk menyediakan akses sukarela terhadap kontrasepsi berkualitas bagi 120 juta perempuan di seluruh dunia pada tahun 2020. Program Kontrasepsi ini pun berhasil dilakukan. Laporan kelompok pembela Keluarga Berencana 2020 mengatakan hampir 40 juta wanita dan anak perempuan menggunakan kontrasepsi modern. Menurut perkiraan FP2020, lebih dari separuh pengguna kontrasepsi baru terdapat di Asia. 38 persen wanita subur mengunakan pengontrol kelahiran modern. Di Afrika, tingkat penggunaannya meningkat menjadi 23,4 persen. 

Program ini menjadi solusi untuk mengurangi naiknya angka kelahiran. Mereka ingin mengubah mainset ‘banyak anak, banyak rezeki’ dengan ‘banyak anak, banyak masalah’. Program ini pun diadopsi negara-negara berkembang di dunia seperti Indonesia, Filipina, Ethiopia, Ghana, China, India, vietnam, dan lainnya. Namun, program FP2020 justru menyisakan persoalan besar lainnya. Generasi tua meningkat, generasi muda menurun drastis.

China berencana untuk menghapus kebijakan satu keluarga satu anak yang berlangsung selama lebih dari empat dekade. Akibat kebijakan ini, China mengalami kriris generasi. Angka kelahiran di China menurun tajam dalam sepuluh tahun terakhir. Sebagai negara yang memiliki populasi penduduk terbesar di dunia, meningkatnya generasi tua dan minimnya generasi muda justru membebani perekonomian di negara tersebut. Pada akhirnya China memberikan kelonggaran bagi satu keluarga memiliki anak lebih dari satu. 

Singapura pernah menerapkan kampanye keluarga berencana “Cukup Dua”. Mereka gencar membagikan alat kontrasepsi untuk memperlambat pertumbuhan populasi. Karena terlalu sukses, angka kelahiran di negara tersebut anjlok. Kebijakan pun diubah. Mereka mendorong warganya untuk memiliki anak lebih dari dua. 

Di Rusia, setiap keluarga yang mampu melahirkan anak mendapat hadiah berupa mobil dan uang senilai 177 juta. Pemerintah Jepang juga harus bersusah payah menikahkan warganya karena mayoritas kaum perempuan di negeri sakura tersebut enggan menikah. Ancaman kriris demografi pun menghantui Jepang. Pemerintah Jerman bahkan mengeluarkan miliaran dolar AS setiap tahunnya untuk mensubsidi orangtua agar berhenti bekerja dan mengurus anak mereka. Sederat fakta di negara Barat menjadi bukti bahwa FP2020 malah menimbulkan masalah baru yang berkepanjangan.

Sementara di Indonesia, program KB masih digencarkan. Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Generasai Berencana pada remaja tetap diaruskan di berbagai instansi sekolah. Penggunaan alat kontrasepsi juga menjadi solusi untuk menghindari KTD yang tinggi. Padahal tingginya aborsi atau KTD disebabkan kehidupan liberal - sekuler yang diterapkan. Generasi muda kehilangan identitas dirinya sebagai seorang hamba. Perzinahan menjadi hal biasa. Semakin jauhlah mereka dari aturan agama.

Kedua, kesetaraan gender. Dikenal dengan istilah Planet 50:50. Artinya, perempuan dan laki-laki bersama-sama setara terlibat dalam pembangunan. Melalui siaran pers, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak mencanangkan program prioritas, yakni Three Ends (Tiga Akhiri). “Three Ends menjadi salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak dengan upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak; mengakhiri perdagangan orang; dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan. Jika ketiga hal tersebut dapat terpenuhi, maka saya yakin kita dapat menciptakan kesetaraan gender di Indonesia," ujar Menteri Yohana. Alhasil, isu gender semakin nyaring dibunyikan. Menuntut persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.

Ketiga, pemberdayaan ekonomi perempuan. Pemberdayaan ekonomi perempuan dinilai akan mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Gelaran World Economic Forum 2018 yang berlangsung di Vietnam menjadi buktinya. Perempuan dijadikan target global dalam pemberdayaan ekonomi digital dalam menyambut era revolusi industri 4.0. Di Indonesia, kesempatan bersekolah bagi anak perempuan dan laki-laki sudah hampir setara. Namun demikian, ketika memasuki dunia kerja terjadi penurunan hingga 50% bagi perempuan. Peran perempuan sebagai ibu dan istri dinilai menjadi hambatan dalam meneruskan karirnya. Isu bias gender juga mengemuka. Keterlibatan 30% perempuan di bidang industri Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) dinilai kurang. 

Bila kaum perempuan sudah menjadi target pasar dalam pemberdayaan ekonomi, akan berakibat fatal terhadap keberlangsungan kualitas generasi. Pasalnya, di tangan kaum perempuanlah masa depan generasi dipertaruhkan. Apa jadinya bila kaum Ibu didorong keluar rumah sebagai pelaku pembangunan ekonomi untuk dunia? Keluarga berantakan. Bangunannya mengalami kekacauan. Sadar atau tidak, ketiga program global tersebut telah menyerang tatanan keluarga sebagai benteng terakhir kaum muslim []

—————————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber *Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah*
——————————
Follow kami di:





——————————
Grup WhatsApp: 08978632838
——————————

0 komentar:

Posting Komentar