Minggu, 16 Desember 2018

Nasib Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


[SUARA MUSLIMAH]

Nasib Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Oleh : Ummu Nafis

Guru dengan gelarnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa seolah-olah memang tiada jasa melihat perhatian negara yang rendah terhadap nasib guru. Yah, itulah guru honorer. Sungguh malang nasibnya. Dengan gaji tidak lebih dari 300 ribu/bulan, sang guru harus tetap memberikan perhatian lebih untuk mendidik putra-putri bangsa estafet kepemimpinan di masa mendatang. Apa cukup dengan gaji 300 ribu/bulan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya ditengah-tengah meroketnya harga pangan?

Hasil penelitian OECD(Organisation for Economic Co-operation and Development) menyatakan bahwa 67% guru merasa tidak diharga dengan layak, 74% mereka tidak di bayar secara layak, 82% guru menyatakan bahwa beban pekerjaan mereka diluar batas kemampuan.

Sekali lagi kita bertanya. Apakah cukup gaji 300 ribu/bulan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga? Ketika gak cukup apakah salah jika harus cari tambahan pekerjaan? Ketika pekerjaan tambahan didapat semakin beratlah bebannya, kira-kira apa bisa maksimal sang guru mendidik murid-murid nya? Ketika tidak bisa maksimal apa kuaalitas pendidikan akan baik? Apakah akan maksimal mendidik calon generasi bangsa,bagaimana nasib pendidikan mereka? Dengan kualitas pendidikan rendah, bagaimana kondisi bangsa ke depan? Belum lagi masalah pendidikan, misal kurikulum pendidikan yang gonta ganti, ketidakpastian tujuan pendidikan dan seabrek masalah yang lain.Seperti lingkaran setan yang gak pernah terputus. 

Sungguh dilematis nasib pendidikan di sistem sekuler saat ini. Sistem jahiliah buatan manusia. Yang menjauhkan peran agama dalam mengurus masalah pendidikan.

Pendidikan merupakan hajat asasiyyah(kebutuhan dasar) yang harus di jamin ketersediaannya ditengah-tengah masyarakat oleh negara. Dalam sebuah hadits riwayat Al Bukhori disampaikan Imam itu adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

Negara wajib menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat. Imam ibnu Hazm dalam kitabnya Al Ihkam, menjelaskan bahwa kepala negara berkewajiban untuk memenuhi sarana pendidikan, sistemnya dan para pendidik yang di gaji layak untuk mendidik masyarakat. Pembiayaan pendidikan dalam khilafah sepenuhnya ditanggung oleh negara melalui baitul mail.

Sebagai contoh, di masa kholifah Umar bin khattab memberikan gaji kepada pengajar Al-Qur’an masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar setara dengan 4,25 gram emas). Jika 1 gram emas Rp. 500.000,00 maka 1 dinar setara dengan Rp. 2.125.000,00. Artinya gaji seorang guru adalah 15 dinar× Rp.2.125.000,00 = Rp. 31.875.000,00.

Sungguh besar sekali perhatian sistem Islam dalam bidang pendidikan, salah satunya terlihat dari bagaimana penghargaan yang diberikan terhadap seorang guru. Inilah kemuliaan sistem islam yang ketika seperangkat peraturan Islam diterapkan akan bisa menyelesaikan seluruh persoalan manusia, tidak terkecuali masalah pendidikan. Ketika hukum Islam diterapkan secara kaffah akan memberikan rahmat untuk manusia bahkan semesta alam. Saat nya kita semua hijrah ke sistem Islam untuk kehidupan lebih baik. Allahu'alam bi showab[]

===
Silahkan share dengan mencantumkan sumber *Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah*

——————————
Follow kami di:





——————————
Grup WhatsApp: 08978632838
——————————

t

0 komentar:

Posting Komentar