Selasa, 29 Januari 2019

25 Januari: Apa Kabar Hari Gizi Nasional?



[KOMENTAR REDAKSI IMJ]

25 Januari: Apa Kabar Hari Gizi Nasional?

Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-59 harus dijadikan sebagai momentum meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga. Selain itu, perlu menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak dalam membangun gizi bangsa.

Hari Gizi Nasional ke-59 tahun 2019 mengangkat sub-tema “Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif” dengan Slogan “Gizi Seimbang, Prestasi Gemilang”.


Komentar Redaksi: 

Tiap tahun Hari Gizi Nasional (HGN) selalu diperingati, bahkan tahun ini merupakan peringatan ke 59 tahun, sub tema dan slogan-slogan pun diangkat untuk menuntaskan permasalahan gizi di negeri ini, namun nyatanya masih saja solusi-solusi yang diberikan tak mampu mensolusi.

Jika kita amati, ternyata penderita stunting setiap tahunnya semakin meningkat, di Jember sendiri pada tahun 2018 lalu jumlah stunting mencapai 60 ribu anak atau 30 persen dari 180 ribu balita. Jember pun berada di posisi ke lima sebagai kabupaten dengan penderita stuting terbanyak se Jawa Timur.

Apa penyebab stunting? Selain pendidikan, dimana orang tua harus menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan akan kecukupan gizi anak, namun dengan tingkat pendidikan orang tua yang rendah sehingga tidak mampu memberikan asupan yang bergizi bagi anak-anak, dan menganggap gizi bukan hal yang penting. Penyebab stunting lainnya adalah ekonomi yang rendah (kemiskinan), ekonomi yang sulit, pekerjaan, penghasilan yang tak mencukupi dan mahalnya harga bahan makanan membuat orangtua mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Jika ditelisik, ternyata faktor penyebab stunting, yaitu rendahnya pendidikan dan ekonomi (kemiskinan) belum dilibatkan dalam beberapa poin program penanganan stunting oleh pemerintah, seharusnya faktor tersebut segera ditangani, hanya upaya-upaya cabang saja yang disolusi, itupun tidak membuahkan hasil yang signifikan. 

Berbagai problem yang muncul bersamaan dengan upaya penanganan stunting ini tidak lepas dari dampak penerapan sistem kapitalisme di negeri ini. Dalam sistem ini membatasi negara agar tidak terlalu jauh terlibat dalam pengaturan urusan rakyat, seolah negara hanya sebagai regulator, sehingga solusi yang diberikan pun bukan solusi paripurna.

Dalam hal ini semakin membuktikan bahwa negeri ini butuh solusi yang paripurna yang dapat menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan, solusi yang sempurna yang berasal dari Yang Maha Sempurna yaitu sistem Islam. 

Hanya dengan sistem Islam yang secara historis juga pernah diterapkan terbukti mampu menyelesaikan permasalahan secara paripurna termasuk masalah stunting, karena kesejahteraan dirasakan oleh seluruh rakyat, sehingga tidak ada kekurangan diberbagai lini. Adakah solusi yang paripurna selain Islam?[UN]

0 komentar:

Posting Komentar