Selasa, 29 Januari 2019

Dibalik #10YearsChallenge, Kamu Harus Tahu!



[ TRENDING TOPIK ]

// Dibalik #10YearsChallenge, Kamu Harus Tahu! //

Oleh: Ulfiatul Khomariah
(Freelance Writer, Founder Ideo Media)

Awal tahun 2019 dunia maya kembali diramaikan oleh suatu challenge baru yakni “10 Years Challenge”. Tantangan ini berupa keberanian untuk mengunggah foto kita 10 tahun yang lalu, dan disandingkan dengan foto kita saat ini. Menurut catatan Spredfast, di Indonesia, tagar #10yearschallenge mulai digunakan pada Senin (14/1) dan masih meningkat terus penggunanya sampai saat ini. Di Twitter sendiri, tagar ini menjadi trending global.

Alhasil, banyak kalangan yang mengikuti challenge ini. Mulai dari anak kecil hingga orangtua, mulai dari kalangan masyarakat biasa hingga kalangan selebritis dan pejabat negara. Semua berlomba-lomba menunjukkan perubahan dirinya dari yang muda menjadi tua, dari yang kecil menjadi besar, dari yang jelek menjadi tambah cantik/ganteng, dari yang culun menjadi bringas, atau dari yang nakal menjadi baik. Dan sangat disayangkan, tantangan yang dimaksud disini hanyalah tantangan perubahan diri secara fisik saja.

Berbicara tentang perubahan secara fisik, tentu semua makhluk pasti akan mengalaminya. Tak hanya manusia, namun hewan, tumbuhan, dan seluruh isi alam semesta juga mengalami perubahan secara fisik. Seharusnya yang menjadi fokus disini adalah perubahan apa yang sudah dilakukan selama 10 tahun ini, sudah menjadi lebih baik ataukah lebih buruk. Seharusnya tantangan ini menjadi muhasabah dan refleksi bagi diri kita semua.

Di sisi lain, generasi saat ini adalah generasi yang mudah terikut arus, sering menjadi pembebek, memiliki akal tapi jarang berpikir panjang. Sama seperti yang terjadi saat ini, saat ada challenge baru, maka mudah sekali bagi mereka untuk mengikutinya tanpa berpikir ada apa dibalik challenge itu. Maka sebelum kalian terlena dan larut dalam 10 years challenge ini, ada beberapa hal yang harus kalian ketahui.

Pertama, challenge ini merupakan sesuatu yang berbahaya. Seorang ahli teknologi yang mengikuti 10 years challenge merasa curiga jika ada sesuatu yang jahat di balik challenge ini. Ahli itu bernama Kate O’Neill dan dia mengajukan sebuah teori konspirasi. 

Penulis buku Tech Humanist itu beranggapan jika tantangan ini bermaksud untuk melatih program pengenal wajah (facial recognition) untuk melacak perubahan wajah manusia seiring berjalannya usia. Untuk melakukan hal ini, program ini harus memiliki database yang besar dalam cakupan waktu lama.

Cara mengumpulkan sampel penelitian pun dibuat lebih menarik dengan membuatnya sebagai tantangan. Dalam tantangan, orang cenderung mematuhi aturan dengan benar-benar memberikan foto yang berjarak 10 tahun. Data yang terkumpul akhirnya lebih spesifik.

Algoritma pengenal wajah pun sudah terlatih dengan canggih, memanfaatkan tanda pagar yang digunakan dalam tantangan ini, mereka bisa memilah mana sampel yang akan digunakan untuk machine learning.

Kate beranggapan jika teknologi pengenal wajah di sosial media biasanya digunakan untuk iklan tertarget. Tak hanya orang jahat saja yang menjadi targetnya, tetapi orang baik pun bisa menjadi korbannya. Sehingga masyarakat perlu untuk berhati-hati dengan apa yang mereka bagikan di sosial media. Maka sebelum kalian menjadi target, berhati-hatilah dalam mengupload foto atau memberi informasi di sosial media. 

Kedua, program Revolusi Industri 4.0 yang mengandalkan kecanggihan teknologi ternyata digunakan oleh para kapital untuk memuluskan segala kepentingannya. Yang jelas, dengan kita mengikuti segala apa yang diperintahkan, misal dengan mengupload foto yang seolah-olah hanya sebagai senang-senang saja, secara tidak sadar sudah membantu agenda para kapital dibalik itu semua.

Ketiga, tantangan #10yearschallenge ini secara tidak sadar juga sudah membuyarkan makna kebahagiaan yang sesungguhnya. Masyarakat malah sibuk dengan mengupload perubahan wajahnya, bahagia jika mengikuti trend yang ada dan lupa dengan dosa-dosa yang sudah diperbuatnya. Padahal seharusnya, perubahan 10 tahun ini menjadi muhasabah bagi kita semua agar menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi masyarakat malah dialihkan dan disibukkan dengan flashback merenungkan perubahannya secara fisik. 
Keempat, challenge ini sangat berbahaya bagi muslimah yang tidak memiliki pemahaman agama.

Mengapa? Karena jika tidak memiliki pemahaman agama secara sempurna, maka bisa jadi muslimah pun ikut terarus dengannya. Misal, mengupload foto 10 tahun yang lalu belum hijrah dan masih membuka aurat, terus dibandingkan dengan kondisi saat ini yang sudah menutup aurat. Tentu bukan pahala lagi yang didapatkan tetapi malah dosa karena mengupload fotonya yang juga belum menutup aurat. Maka untukmu muslimah, berhati-hatilah dalam mengupload foto di sembarang tempat.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tantangan perubahan selama 10 tahun ini jika kita bijak dalam menyikapinya. Bukan dengan mengupload foto ke sosial media, tapi lebih merenungkan dan merefleksikan kepada diri kita semua, apa yang sudah kita lakukan selama 10 tahun ini? sudah berapa banyak tabungan amal kita? Sudah berapa banyak hafalan al-Qur’an kita? Sudah seberapa besar perjuangan kita untuk agama ini? ataukah sebaliknya, malah dosa yang tertumpuk memenuhi usia kita?

Ketahuilah saudaraku, kelak seluruh apa yang kita lakukan di dunia pasti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya. Mata, tangan, kali, mulut, dan seluruh tubuh kita akan menjadi saksi di hadapan-Nya. Maka perhatikanlah apa yang telah dan akan kalian lakukan selama di dunia. Berpikirlah sebelum berbuat! So, masihkah anda akan mengikuti 10 years challenge ini? Wallahu a’lam bish-shawwab.

0 komentar:

Posting Komentar