Minggu, 21 April 2019

Sikap Seorang Muslim Terhadap Datang Kabar Tentang Hari Kiamat

Sikap Seorang Muslim Terhadap Datang Kabar Tentang Hari Kiamat

Oleh : Yulida Hasanah*

Beberapa hari terakhir ini, warga Jember dihebohkan oleh isu tentang datangnya kiamat yang tak jelas dari mana sumbernya. Mirisnya, sikap warga Desa Umbulsari dan Gunungsari Kecamatan Umbulsari malah melakukan hal-hal yang tak masuk akal ketika menyikapi isu kiamat tersebut. 

Ada yang lari ke Malang, tepatnya ke Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin, Desa Sukosari Kecamatan Kesembon Malang. Ada juga yang tiba-tiba tidak mau bekerja karena sebentar lagi kiamat. Dan yang lebih parah, ada warga yang menjual foto Kiai Muhammad Romli Soleh Syaifuddin pengasuh Pondok Pesantren di Malang seharga Rp. 1.000.000, sebab meyakini foto tersebut untuk menolak kiamat. (Suara.com, 15/3/2019)

Sungguh menyedihkan sekali kondisi umat Islam hari ini. Dari dangkalnya cara berpikir mereka, hingga sikap yang tidak masuk akal bahkan tak ada hubungannya dengan amal seorang muslim dalam menghadapi datangnya hari kiamat. Selain keimanan atau aqidah yang tipis, hal ini juga menjadi bukti kemunduran taraf yang melanda umat Islam hari ini. 

Lalu, bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terkait hari kiamat? 
Islam telah gamblang menjelaskannya. Ada 3 perkara yang wajib dimiliki oleh seorang muslim terkait dengan kabar tentang hari kiamat :

Pertama,setiap muslim wajib beriman terhadap hari kiamat. Selain karena perkara hari kiamat termasuk rukun iman yang enam. Di dalam Al Qur'an, Allah SWT juga secara qath'i (pasti) mengabarkan kepada manusia bahwa kehidupan dunia ini pasti akan berakhir tepat pada hari kiamat, kemudian kehidupan akan berganti di alam akhirat sebagai kehidupan yang abadi.

Allah SWT berfirman : " Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan dari kuburmu di Hari kiamat." (TQS. Al Mukminun : 15-16)

Berita tentang hari kiamat juga disampaikan oleh Rasulullah Saw saat menjawab pertanyaan malaikat Jibril tentang iman. 
" Ketika Jibril menanyakan kepada Rasulullah tentang iman, maka Rasulullah menjawab: 'Hendaklah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, juga kepada hari kiamat. Dan hendaklah engkau beriman kepada qadar (taqdir) yang baik dan buruk (dari Allah).' (HR. Muslim).

Dan hari kiamat ini adalah perkara ghaib yang tidak dapat dijangkau oleh indera dan akal manusia. Manusia hanya dapat mengetahuinya melalui wahyu yang diberitakan Allah, bukan melalui jalan lain. Apalagi melalui isu-isu yang tak jelas seperti yang terjadi di atas.

Kedua, seorang muslim juga harus memahami dan mencari tahu tanda-tanda datangnya kiamat dari sumber atau dalil yang ada dalam Islam, yaitu dari Al Qur'an dan Hadits. Dalam hal ini, telah banyak hadits Nabi Saw yang mengabarkan tentang hal itu. Mulai dari banyaknya mode pakaian telanjang, jumlah orang beriman sedikit, zina dan khamr serta kejahatan-kejahatan lain merajelela. Perhiasan masjid yang berlebihan dan suara hiruk pikuk lebih sering terdengar di masjid, penyalahgunaan jabatan, perpecahan umat Islam akibat fitnah oleh musuh-musuh Islam. Kehancuran Khilafah Islamiyah dan akan kembalinya kejayaan Islam dengan Khilafah di kemudian hari.

Selain itu, termasuk tanda-tanda datangnya kiamat adalah munculnya dajjal di tengah umat Islam untuk menyesatkan manusia. Lalu munculnya Muhammad al Mahdi di bumi untuk menegakkan keadilan dan kekuasaan umat Islam. Turunnya Nabi Isa as untuk meluruskan ajaran Nasrani (yang menuhankan Nabi Isa), mengislamkan orang Nasrani, menghancurkan salib-salib, menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan syari'at Islam, membunuh dajjal, kemudian beliau menikah lalu wafat dan dikuburkan di dekat makam Rasulullah Saw. 

Ada juga berita tentang munculnya Ya'juj dan Ma'juj (dua bangsa dari sebelah Timur) yang menyerang kaum muslimin bagaikan air bah, dann peperangan itu akan berakhir dengan kehancuran Ya'juj dan Ma'juj. Kemudian Allah akan mengirimkan kabut tipis yang menyebabkan kematian seluruh kaum muslimin dan tinggallah orang-orang kafir(jahat). Lalu terjadi gempa bumi di Timur, Barat dan seluruh Jazirah Arab, disertai minculnya api di daerah Yaman, sehingga orang-orang berlari ke syam dan di sini mereka mati setelah ditiup sangkakala. Pada saat itulah kiamat yang sesungguhnya terjadi. (Sumber: Membangun Kepribadian Islam; Khoirul Bayan)

Jadi, jelas bahwa tanda-tanda datangnya hari kiamat bukan hanya sekedar informasi belaka, melainkan menjadi informasi awal bagi kita umat Islam untuk tidak mengambil berita dari arah selain Islam.

Ketiga, selain mengimani dan mencari tahu tanda-tanda hari kiamat, maka tak cukup sampai di situ saja. Seorang muslim wajib menyiapkan amal terbaiknya untuk menyambut datangnya hari kiamat. Sebab saat ditiupnya sangkakala yang kedua kalinya oleh malaikat Israfil, maka semua manusia akan berdiri dan berkumpul di padang mahsyar. Di sanalah proses peradilan dan perhitungan amal dilakukan. Di sana pula Allah SWT memberikan catatan amal manusia selama di dunia. Lalu Allah akan azab mereka yang diberikan kitabnya (catatan amal) dari belakang berupa Syarrul Bariyyah (tempat kembali terburuk) yaitu neraka. Adapun manusia yang Allah beri kitab dari sebelah kanannya, maka mereka akan mendapatkan balasan terbaik berupa Khoirul Bariyyah (tempat kembali terbaik) yaitu Syurga.

Oleh sebab itu, jangan sia-siakan waktu hidup kita di dunia ini dengan senantiasa menjaga keimanan kita kepada Allah (Aqidah Islam) dan berusaha memperbaiki ketaatan kita terhadap seluruh Syari'at yang telah Allah turunkan melalui Rasul-Nya. Selain itu, bersabarlah dalam ketaatan, sebab bisa jadi kebahagiaan dan kesejahteraan yang belum diperoleh di dunia pasti akan diterimanya di akhirat nanti. Insyaa Allah. 

*Penulis adalah pemerhati masalah sosial masyarakat

0 komentar:

Posting Komentar