Rabu, 15 Mei 2019

DOA DAN IBRAH DARI IFTHAR


[Inspirasi Ramadhan] 

DOA DAN IBRAH DARI IFTHAR 

Apa itu ifthar? Ifthar adalah berbuka puasa dengan memakan makanan, atau membatalkan puasa pada waktu yang telah ditentukan oleh nash, yaitu ketika telah masuk waktu maghrib. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang Ifthar, yaitu:

1. Kita disunnahkan Menyegerakan Berbuka Puasa

Senantiasa manusia dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d)

Menyegerakan berbuka artinya: pada saat sudah meyakinkan bahwa matahari telah tenggelam sempurna, seluruh bagian lingkaran matahari telah terbenam di ufuk barat, maka kita dianjurkan untuk segara berbuka.

2. Dianjurkan Berbuka Dengan Makanan Ringan Sebelum Sholat Maghrib

 Dari Anas bin Malik -radhiyallahu anhu- beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam berbuka sebelum sholat (Maghrib) dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering maka beliau meminum beberapa teguk air (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan al-Albany)

Dalam kondisi normal, seseorang hendaknya mendahulukan berbuka ringan, kemudian sholat, sebelum makan berat. Namun, dalam kondisi tertentu kadangkala seseorang sangat lapar, sulit menahan dirinya sedangkan makanan sudah dihidangkan. Maka, dalam kondisi tersebut, hendaknya ia makan terlebih dahulu, baru kemudian sholat. Karena disebutkan di dalam hadits:
 Tidak (sempurna) sholat ketika makanan telah dihidangkan dan pada saat menahan dari dua jalan (kubul dan dubur)(H.R Muslim no 869 dari Aisyah)

Hal itu dilakukan agar ia bisa sholat dengan khusyu’ saat bermunajat dengan Allah, tidak terganggu pikirannya dengan makanan.

3. Disunnahkan Doa pada Saat Berbuka Puasa

Disunnahkan pada saat berbuka mengucapkan doa:
/dzahabazh zhomaa-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/
 Telah pergi dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap (terpenuhi) pahala, insyaAllah (H.R Abu Dawud, anNasaai, dishahihkan al-Hakim, dan dinyatakan sanadnya hasan oleh ad-Daraquthny)

Doa tersebut dibaca setelah berbuka ringan seperti meneguk air atau minuman lain sebagai pelepas dahaga. Adapun sebelum (menjelang) berbuka, disunnahkan berdoa dengan doa apa saja yang kita butuhkan, karena pada saat itu saat-saat mudahnya terkabulkan doa.

 4. Keutamaan Memberi Hidangan Buka Puasa bagi Orang yang Berpuasa

 Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka pada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti (orang yang berpuasa itu) tanpa dikurangi dari pahala orang tersebut sedikitpun (H.R atTirmidizi, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany)

5. Mendoakan Orang Yang Memberi Hidangan

Seseorang yang mendapatkan undangan makan, baik undangan berbuka puasa atau  makan lainnya hendaknya mendoakan tuan rumah yang telah menghidangkan makanan untuknya dengan doa:

“ALLAHUMMA BAARIK LAHUM FII-MAA RAZAQTAHUM, WAGH-FIR LAHUM, WAR-HAM-HUM”

Ya Allah berilah keberkahan dalam rezeki yang Engkau berikan pada mereka, ampuni mereka, dan rahmatilah mereka (H.R Muslim no 3085 dari Abdullah bin Busr)
Sahabat K-Radio yang dirahmati oleh Allah...
Lalu apa pelajaran (ibrah) yang bisa di petik dari hukum-hukum terkait ifthar ini?

- Merasakan nikmatnya ketika berbuka setelah seharian kita menahan hawa nafsu untuk makan minum, dan larangan-larangan lainnya.

- Meningkatkan rasa empati dan solidaritas terhadap orang lain yang selama ini mengalami kekuranan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama makan dan minum.

Oleh : Ustadzah Azizah Fadhillah

0 komentar:

Posting Komentar