Minggu, 12 Mei 2019

Islam: Solusi Tuntas Pencabulan



[SUARA MUSLIMAH]

*Islam: Solusi Tuntas Pencabulan*

Oleh: Laily Chusnul Ch (Pemerhati Sosial Masyarakat) 

Diduga kuat seorang tukang sadap karet sekaligus dukun penglaris dan mempercepat seseorang mendapat jodoh berinisial GW telah mencabuli seorang anak berusia 15 tahun hingga hamil 6 bulan di Desa Curah Nongko Kecamatan Tempurejo. Bulan September tahun 2018 lalu, pelaku meminta korban untuk datang ke rumahnya dan menjanjikan korbannya segera dapat jodoh dengan melakukan ritual khusus. Dirumah pelaku, aksi pencabulan terjadi dan terus diulangi saat korban berkunjung ke rumahnya, dan saat pelaku berkunjung ke rumah korban saat nenek korban sedang tidak ada di rumah.

Beruntung aksi bejat pelaku akhirnya terungkap setelah keluarga korban yang merasa curiga karena perut korban semakin membesar. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata korban sedang hamil 6 bulan. Meski awalnya enggan memberitahu siapa pelakunya, namun akhirnya korban mengaku aksi pencabulan tersebut. Keluarga korban langsung melapor ke Mapolsek Tempurejo dan pelaku pun ditangkap. Saat diinterogasi tersangka mengaku, selain korban yang saat ini hamil 6 bulan, juga ada dua orang korban lainnya yang masih di bawah umur. Akibat perbuatannya tersangka dijerat undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara (kissfmjember.com, 2/4/2019).

Aksi Bejat Terus Berulang

Menurut Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS, Fahmi Alaydroes menyatakan bahwa kekerasan seksual pada anak kerap terjadi di negara ini. Fahmi mengutip data dari KPAI yang menemukan 218 kasus kekerasan seksual anak pada 2015 kemudian meningkat menjadi 120 kasus pada 2016. Sementara pada 2017 tercatat 116 kasus. "Kasus-kasus pornografi dan kekerasan seksual yang terjadi di negeri kita bertaburan di berbagai kota dan daerah. Ini potret buram, mengerikan dan bejat yang sangat memalukan," ujar Fahmi. (m.republika.co.id)

Menurut Fahmi, selain kekerasan seksual terhadap anak, jumlah pemerkosaan di negeri kita juga tinggi. Hasil survei Komnas Perempuan secara daring dari 25.213 responden, sekitar 6,5 persen atau 1.636 orang, mengatakan pernah diperkosa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 persen korban tidak melaporkan kejahatan tersebut, karena takut akibat-akibatnya. 

Para korban setidaknya mengalami tiga dampak sekaligus. Pertama dampak psikologis. Menurut studi, 79 persen korban kekerasan dan pelecehan seksual akan mengalami trauma yang mendalam, selain itu stres yang dialami korban dapat menganggu fungsi dan perkembangan otaknya. Kedua dampak fisik. Kekerasan dan pelecehan seksual pada anak merupakan faktor utama penularan Penyakit Menular Seksual (PMS). Selain itu, korban juga berpotensi mengalami luka internal dan pendarahan. Pada kasus yang parah, kerusakan organ internal dapat terjadi. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian. Ketiga dampak sosial. Korban kekerasan dan pelecehan seksual sering dikucilkan dalam kehidupan sosial, hal yang seharusnya dihindari karena korban pastinya butuh motivasi dan dukungan moral untuk bangkit lagi menjalani kehidupannya.

Menurut Fahmi, salah satu penyebab utama semakin tingginya kasus-kasus kekerasan seksual adalah semakin mudahnya akses pornografi di dunia maya, dengan ribuan situs yang sengaja ditawarkan dan disajikan kepada siapa saja dan di mana saja. "Meski ada UU Pornografi, ada ratusan ribu polisi dan ribuan pemuka agama dan guru, tak ada artinya bila situs-situs jorok tersebut 'dibiarkan' oleh Pemerintah. Dan kenyataannya demikian yang terjadi," ungkapnya. (m.republika.co.id).

Islam Solusi Tuntas

Syariat islam telah memberikan solusi atas permasalahan manusia dalam setiap aspek kehidupan. Adapun dalam menangani kasus kejahatan seksual, sistem Islam memiliki seperangkat sistem yang mampu mencegah tindakan tersebut dengan menutup seluruh pintu kemaksiatan yang dapat menjadi pemicu tindak kejahatan tersebut. Sejak awal Islam telah melarang untuk mendekati zina, sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji, dan seburuk-buruknya jalan” (QS. Al Israa: 32). 

Syariat Islam juga mengatur interaksi antara pria dan wanita yang dicukupkan pada wilayah muamalah dan tolong-menolong saja. Islam juga mewajibkan pria dan wanita menutup aurat ketika berada di tempat-tempat umum. Selain itu, Islam juga melarang keras peredaran minuman keras dan narkoba. Berbagai hal yang merusak akal termasuk konten pornografi pornoaksi dan mendorong orang terjatuh dalam perbuatan haram tidak akan diproduksi sekalipun ada kelompok masyarakat yang menginginkannya. Syariat Islam tidak akan berkompromi dengan berbagai barang haram dan merusak meskipun mendatangkan keuntungan finansial bagi negara ataupun pengusaha.

Hal di atas tidak akan terwujud tanpa penerapan Syariat Islam secara sempurna dan menyeluruh dalam naungan institusi negara yakni Khilafah Islamiyah. Adanya Khilafah akan menyempurnakan penerapan Syariat Islam yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya bagi kaum Muslimin saja sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad)melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al Anbiyaa: 107).

Wallahu'alam bisshowab.

——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber *Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah*
——————————
Follow kami di:





——————————
Grup WhatsApp: +628978632838
——————————

0 komentar:

Posting Komentar