Rabu, 15 Mei 2019

Keutamaan Tadarrus Al Qur’an di Bulan Ramadhan


[ INSPIRASI RAMADAN ]

Keutamaan Tadarrus Al Qur’an di Bulan Ramadhan

Oleh : Yulida Hasanah

Menyibukkan  diri  dengan  membaca  al-Qur’an  al-Karim di bulan ramadhan  termasuk  ibadah  yang  paling  utama  dan merupakan  salah  satu  sarana  yang  paling  utama  untuk  mendekatkan  diri  kepada  Allah  SWT, mengharap  ridhaNya,  memperoleh  keutamaan  dan  pahalaNya. Sebab  al-Qur’an  adalah kalamullah dan merupakan asas Islam yang diturunkan kepada Rasul termulia, untuk umat terbaik yang  pernah  dilahirkan  kepada  umat  manusia;  dengan  syari’at  yang  paling  utama,  paling  mudah, paling luhur dan paling sempurna. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya  orang-orang  yang  selalu  membaca  kitab  Allah  dan  mendirikan  sholat  dan menafkahkan  sebahagian  dari  rizki  yang  Kami  anugerahkan  kepada  mereka  dengan  diam-diam  dan terang-terangan,  mereka  itu  mengharapkan  perniagaan  yang  tidak  akan  merugi,”  (Qs.  Fâthir  [35]: 29).

Al-Qur’an juga akan memberi syafa’at bagi orang yang membacanya. Rasulullah Saw bersabda:

“Puasa  dan  al-Qur’an  itu  akan  memberikan  syafa’at  kepada  seorang  hamba  pada  hari  kiamat  nanti. Puasa  akan  berkata,  ‘Wahai  Tuhanku,  saya  telah  menahannya  dari  makan  dan  nafsu  syahwat, karenanya perkenankanlah aku untuk memberikan syafa’at kepadanya.’ Dan al-Qur’an berkata, ‘Saya telah  melarangnya  dari  tidur  di  malam  hari,  karenanya  perkenankan  aku  untuk  memberi  syafa’at kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafa’at keduanya diperkenankan’.”

Rasulullah Saw seringkali menyuruh para sahabat untuk  membaca  al-Qur’an  di  depan  Beliau.  Imam Bukhâri dan Muslim meriwayatkan, bahwasannya Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ibn Mas’ud, dimana  pada  saat  itu  Rasulullah  sedang  di  atas  mimbar,  “Bacakanlah  kepadaku  al-Qur’an!”  Ibn Mas’ud  berkata,  “Pantaskah  aku  membacakan  untukmu,  sedangkan  al-Qur’an  diturunkan kepadamu?” Rasulullah Saw menjawab, “Sungguh aku senang mendengarnya dari orang lain.” Lalu Ibn  Mas’ud  pun  membacakan  surat  an-Nisâ’  hingga  ayat  yang  berbunyi,  “Maka  bagaimanakah (halnya  orang  kafir  nanti),  apabila  Kami  mendatangkan  seseorang  saksi  (rasul)  dari  tiap-tiap  umat dan  Kami  mendatangkan  kamu  (Muhammad)  sebagai  saksi  atas  mereka  itu  (sebagai umatmu).” Beliau bersabda, “Cukup…Cukup!” Ketika aku menoleh, kata Ibn Mas’ud, aku melihat air mata beliau bercucuran.”

Dari  Ibn  ‘Abbas  ra  dituturkan,  bahwasanya  ia  berkata,  “Nabi  Saw  adalah  orang  yang  paling dermawan,  dan  beliau  lebih  dermawan  pada  bulan  Ramadhan,  saat  beliau  ditemui  Jibril  untuk membacakan  kepadanya  al-Qur’an.  Jibril  menemui  setiap  malam  pada  bulan  Ramadhan,  lalu membacakan  kepadanya  al-Qur’an.  Rasulullah  Saw  ketika  ditemui  Jibril  lebih  dermawan  dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhori & Muslim)

Marilah kita perhatikan hadits-hadits nabi yang menceritakan tentang keutamaan membaca al-Qur’an, serta tentang segala kebaikan yang sangat banyak kandungannya. Rasulullah Saw bersada:

“Bacalah  al-Qur’an  karena  sesungguhnya  al-Qur’an  itu  nanti  pada  hari  kiamat  akan  datang  untuk memberi syafa’at kepada orang yang membacanya.”(HR. Muslim)

“Orang  yang  membaca  al-Qur’an  dan  ia  mahir  maka  nanti  akan  bersama-sama  dengan  para malaikat yang mulia lagi taat. Sedang orang yang mebaca al-Qur’an dan ia merasa susah di dalam membacanya tetapi ia selalu berusaha maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Bukhori & Muslim)

“Perumpamaan  orang  mukmin  yang  membaca  al-Qur’an  itu  adalah  seperti  utrujah  yang  mana baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak suka membaca al-Qur’an itu  seperti  buah  korma  yang  mana  tidak  berbau  tapi  rasanya  manis.  Perumpamaan  orang  munafik yang  membaca  al-Qur’an  itu  seperti  bunga  yang  mana  baunya  harum  tetapi  rasanya  pahit.  Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-Qur’an itu seperti hanzhalah yang mana tidak berbau dan rasanya pahit.”(HR. Bukhori & Muslim)

“Tidak ada iri hati itu diperbolehkan kecuali dalam dua hal yaitu: seseorang yang diberi kemampuan oleh  Allah  untuk  membaca  dan  memahami  al-Qur’an  kemudian  ia  membaca  dan  mengamalkannya baik pada waktu malam maupun siang; dan seseorang yang dikarunia harta oleh Allah kemudian ia menafkahkannya dalam kebaikan baik pada waktu malam maupun siang.”(HR. Bukhori & Muslim)

“Barangsiapa  yang  membaca  satu  huruf  dari  kitab  Allah  (al-Qur’an)  maka  ia  mendapat  satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatkan, ‘Alif lâm mîm’ satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”(HR. At Tirmidzi)

Dalam  hal  membaca  al-Qur’an,  Rasulullah  Saw  telah  mencontohkan  kepada  kita  untuk  membaca dengan tartil, dan tidak terburu-buru, dalam rangka melaksanakan firman Allah SWT:

“Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” (Qs. al-Muzzammil [73]: 4). 

Rasulullah Saw juga bersabda:
“Kelak  (di  akhirat)  akan  dikatakan  kepada  Shahibul  Qur’an  (orang  yang  senantiasa  bersama-sama dengan  al-Qur’an,  penj.),  ‘Bacalah,  naiklah  terus  dan  bacalah  dengan  perlahan-lahan  (tartil) sebagaimana  engkau  telah  membaca  al-Qur’an  dengan  tartil  di  dunia.  Sesungguhnya  tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.”(HR. Abu Dawud & At Tirmidzi)

Tentang  keutamaan  berkumpul  di  masjid-masjid  untuk  mempelajari  al-Qur’an  al-Karim,  Rasulullah Saw bersabda:

 “Tidaklah  berkumpul  suatu  kaum  di  salah  satu  rumah  Allah  seraya  membaca  kitab  Allah  dan mempelajarinya  di  antara  mereka,  kecuali  turunlah  ketenangan  atas  mereka,  serta  mereka  diliputi rahmat,  dikerumuni  para  malaikat  dan  disebut-sebut  oleh  Allah  kepada  para  malaikat  di hadapanNya.” [HR. Muslim].
 “Apabila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) sambil membaca al-Qur’an dan saling  bertadarus  bersama-sama,  niscaya  akan  turun  ketenangan  atas  mereka,  rahmat  Allah  akan meliputi  mereka,  para  malaikat  akan  melindungi  mereka  dan  Allah  menyebut  mereka  kepada makhluk-makhluk yang ada di sisiNya.”(HR. Muslim)
------------------

0 komentar:

Posting Komentar