Rabu, 15 Mei 2019

NAK, KARENA MAKAN SAHUR ITU BERKAH


[INSPIRASI RAMADHAN] 

NAK, KARENA MAKAN SAHUR ITU BERKAH

Biasanya mengenalkan anak berpuasa di bulan Ramadan yang paling keki itu adalah mengajak anak makan sahur, ada episode antara melanjutkan perjuangan membangunkan anak dan tidak, antara kasihan dan semangat meraih kesalehan anak.

Repot membangunkan anak itu pasti, jangankan makan sahur, makan sehari-hari di waktu siang hari juga kesulitan butuh adegan membujuk, menyemangati, bahkan sambil membuat kesepakan-kesepakan dan berbagai trik lainnya agar anak mau makan. Menu makanpun harus diperhitungkan sesuai dengan selera anak atau berupaya membuat varian makanan agar terasa nikmat di lidah dan anak bersemangat makan. 

Mendidik anak makan sahur jangan dilewatkan tanpa informasi awal tentang sahur itu apa, kenapa harus sahur dan jangan lupa landasan makan sahurnya adalah iman. 

Tentu sebelum nya ayah bunda sudah memberikan wawasan tentang Ramadhan dan syariah puasa di dalamnya sebagai konsekuensi dari keimanan. Sebelumnya ananda sudah disoundingkan tsaqafah Islam terkait ibadah Ramadhan dan sebelumnya dilibatkan dalam Tarhib Ramadhan sebagai pemanasan agar ananda menyambut Ramadan dengan keimanan dan keceriaan.

Jangan lupa pula ayah bunda menceritakan kisah anak-anak Palestina dan Syam dimana mereka belum tentu bisa makan sahur karena tidak ada makanan.Negeri mereka dibom dan dihancurkan oleh orang-orang kafir dan kita harus bersyukur diberi kesempatan oleh Allah untuk beribadah sahur dengan aman dan banyak makanan. 

Kelak anandalah yang akan menjadi tentara Islam yang akan membantu saudara seaqidah disana mengusir penjajah dengan jihad, karena di negeri kita ini jihad itu telah mati,tentara muslimnya tidak punya ruh jihad. Jadilah mujahid yang sejati, yang dapat menjadi penolong agama Allah dan kaum muslmin.Dan ananda harus menjadi anak yang tangguh yang hebat dan kuat dimulai dengan makan sahur yang cukup agar di siang hari tetap semangat dalam ilmu dan beribadah. Disambungkan saja ya, agar sahurnya berasa ideologis, he he.

Sahur pertama untuk anak usia 4 tahun bisa jadi belum sukses, masih mengantuk, tidak mengapa berarti besok hari kita coba lagi.Hari kedua sudah mau bangun tapi tidak mau makan,tawarkan minum susu saja atau air putih,puasa hanya bisa sampai jam 9, alhamdulillah ada kemajuan.Yang terpenting itu stimulus berpikir berlangsung,informasi terus diberikan hinga anak memahami dan terdorong sendiri meminta dibangunkan pas sahur. 

Ada juga anak sudah memahami puasa itu kewajiban dan dia ingin memulai puasanya,tapi tidak mau makan sahur dengan alasan ngantuk dan malas. “ Nak, makan sahur itu berkah !”
Nah Ayah bunda harus sampaikan hadits Rasulullah saw  berikut ini :

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

Tahukah ananda, bahwa diantara keberkahan makan sahur adalah :

1. Orang yang makan sahur akan mendapatkan salawat Allah dan malaikat.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya:

“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad 3: 44)

2. Dengan makan sahur, keadaan fisik lebih kuat dalam menjalani puasa. Beda halnya dengan orang yang tidak makan sahur. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Barokah makan sahur amat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 206).

Adapun makanan terbaik di waktu sahur adalah kurma. Kurma ini disamping memang praktis juga  disukai anak-anak. Sahur memang hukumnya sunnah namun sejatinya tidak harus ribet dalam menyiapkan menu makanan di meja dengan bervariasi rasa namun anak tidak minat memakannya.Mengenalkan anak sahur dengan kurma tentu memudahkan namun mengenyagkan dan menguatkan serta berkah bagi tubuhnya. nah kurma bisa menjadi solusi bagi anak yang diawal perkara malas makan sahur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ
’Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma.’ (HR. Abu Daud 2345, Ibnu Hibban 3475 dan dishahihkan al-Albani dan Syuaib al-Arnauth).

Mula Ali al-Qori – ulama madzhab hanafi – menukil keterangan at-Thibi,

وإنما مدح التمر في هذا الوقت لأن في نفس السحور بركة وتخصيصه بالتمر بركة على بركة إذا فطر أحدكم فليفطر على تمر فإنه بركة ليكون المبدوء به والمنتهى إليه البركة

Dianjurkan menggunakan kurma di waktu sahur, karena sahur sendiri adalah keberkahan. Dan dikhususkan kurma, sehingga menjadi keberkahan bertumpuk keberkahan. Apabila kalian berbuka, hendaknya dia berbuka dengan kurma, karena kurma itu berkah. Sehingga mengawali buka dengan berkah, dan ujungnya juga berkah. (Mirqah al-Mafatih, 6/306).

Wallaahu a’lam bishshowab

0 komentar:

Posting Komentar