Rabu, 15 Mei 2019

Pendidikan Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Buah Sekulerisme Liberalisme


|| PARADOKS HARDIKNAS ||
Pendidikan Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Buah Sekulerisme Liberalisme

#hardiknas2019 #hardiknas #kamiruri
.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 diwarnai maraknya pemberitaan tentang kasus kekerasan seksual di kampus, diantaranya kasus pelecehan seksual di #UniversitasDiponegoro & #UniversitasJember.

Beberapa waktu sebelumnya #UniveristasNegeriSurabaya mendeklarasikan Anti Kekerasan Seksual sebagai sikap atas maraknya #kekerasanseksual di kampus-kampus di Indonesia.
.
Tak hanya di Perguruan Tinggi, kekerasan seksual juga marak di lingkungan Sekolah Dasar & Menengah.
Menurut data pengaduan di Lembaga APIK, paling banyak pelecehan seksual terjadi di kampus dan sekolah.
.
Mengapa #kampus & #sekolah sebagai lingkungan akademis tak luput dari bahaya kekerasan seksual?

Karena #sekulerisme #liberalisme telah menjadi ruh pendidikan di negeri ini.
Capaian-capaian yang diraih hanya sebatas prestasi akademis semata.
Orientasi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pasar global, bukan mencetak generasi yang berkepribadian Islam dan intelektual yang berdedikasi untuk umat, serta generasi pemimpin dunia.

Tata kelola Pendidikan Tinggi layaknya industri, dimana anak didik adalah pengguna jasa, dosen atau guru adalah tenaga pemberi layanan jasa, ilmu adalah komoditi yang diperdagangkan, dan lembaga pendidikan adalah pabrik.
Nilai-nilai yang diajarkan adalah nilai sekuler-liberal-kapitalistik, mendikotomikan agama dari segala disiplin ilmu dan indikator capaian-capaian pendidikan.

Bahkan program #deradikalisasi mensterilkan kampus dari dakwah Islam, meredupkan suasana pembaharuan dan memandulkan nalar kritis yang harusnya jadi karakter #mahasiswa & #intelektual (dosen & guru).
.
Saatnya mahasiswa Islam bangkit merubah kondisi pendidikan di negeri ini, dengan #Islam sebagai #mainstraim #perjuangan. Takbir!!!

0 komentar:

Posting Komentar