Sabtu, 06 Juli 2019

7 Tips Memaksimalkan Silaturahim


[Keluarga Sakinah]

7 Tips Memaksimalkan Silaturahim

Oleh : Faiqotul Himmah

Ada sebuah tradisi baik yang  istimewa di momen hari raya Idul Fitri. Ya, tradisi silaturahim. 

Silaturahim berasal dari bahasa Arab. Shilah dan ar – Rahim. Shilah artinya menghubungkan. Rahim maknanya adalah rahim wanita. Shilah ar-rahim maknanya menjalin hubungan dengan kerabat atau nasab. 

Agar tak menjadi sekedar tradisi atau rutinitas, berikut 7 tips memaksimalkan silaturahim bersama keluarga. 

Pertama, kenalkan makna dan hukum silaturahim pada anak. Banyak salah kaprah di tengah masyarakat tentang silaturahim. Silaturahim kerap digunakan untuk menyebut jalinan hubungan dengan teman, sahabat atau tetangga. 

Silaturahim, yakni menjalin hubungan dengan kerabat (karena hubungan nasab) hukumya adalah wajib. Artinya Allah menyediakan pahala berlimpah bagi yang menyambung silaturahim.

Diantara keutamaan silaturahim adalah menjadi sebab masuk surga dan dijauhkan dari api neraka. 

Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda, “Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, momen untuk memperkenalkan nasab. Diantara tantangan generasi saat ini adalah jauhnya dari pemahaman nasab. Orang tua bisa menjelaskan silsilah nasab dari garis atas hingga anak keturunan mereka. 

Ketiga, mengajak untuk meluruskan niat silaturahim yakni dalam rangka meraih cibta dan keridloan Allah. Bukan mencari angpao atau mencicipi aneka hidangan di rumah kerabat. 

Keempat, sempatkan foto bersama. Foto bersama keluarga hakikatnya bukan sekedar untuk eksis. Namun semakin meneguhkan pemahaman tentang nasab dan mempererat hubungan kekerabatan. Dengan foto bersama, nasab atau kekerabatan bisa diperkenalkan kepada anggota keluarga yang tidak sempat ikut berkunjung.Foto bersama ini tentu wajib tanpa ikhtilath. 

Kelima, membawa buah tangan jika ada. Rasulullah menjelaskan bahwa hadiah hakikatnya adalah agar terwujud perasaan hati saling mencintai. Namun jika tidak ada, jangan sampai menjadi penghalang silaturahim. Karena meski menjadi tradisi, hakikatnya hadiah bukanlah sesuatu yang diwajibkan. 

Keenam, hindari saling berbangga dengan pencapaian-pencapaian materi duniawi. Hindari ghibah.

Ketujuh, sempatkan untuk menyampaikan dakwah kepada kerabat. 

Semoga momen silaturahim kali ini, bisa  merekatkan kembali tali kekerbatan yang terputus, mendekatkan yang jauh dan mengokohkan yang dekat. Lebih dari itu, semoga silaturahim kita mendatangkan keridloan Allah. Aamiin. []

0 komentar:

Posting Komentar