Sabtu, 06 Juli 2019

KDRT, Problem dan Ancaman Yang Tak Kunjung Usai


[KAMPANYE SISTEM ISLAM WUJUDKAN KETAHANAN KELUARGA] 
KDRT, Problem dan Ancaman Yang Tak Kunjung Usai

Oleh: Sania Nabila Afifah
(Komunitas Muslimah Rindu Jannah)


#InfoMuslimahJember -- Hampir setiap hari media cetak maupun elektronik dihiasi beruta kasus Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Maret lalu,  di Jember, Guntoro (64 tahun) nekat memaksa dan mengancam istrinya dengan senjata tajam berupa celurit supaya mengaku kalau dirinya telah berselingkuh. Tak sampai di situ, korban juga telah dianiaya untuk membenarkan perilakunya selama ini di belakang sang suami (sindonews.com, 04/03/2019). Kasus-kasus KDRT tidak hanya terjadi di Jember. Kota lain bahkan negara lain menghadapi persoalan serupa.

Di Jakarta, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kian marak terjadi. Komnas Perempuan Indonesia mengungkapkan terdapat 259 ribu laporan kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2017. Pada 4 Januari 2018, masyarakat dihebohkan dengan kasus suami menginjak perut istrinya yang sedang mengandung 8,5 bulan. Banyak pula kasus seorang suami yang tega menjual istrinya, ataupun membunuh pasangannya.

Tak hanya di Indonesia, di berbagai belahan dunia angka kasus KDRT juga tinggi. 

 KDRT terjadi rata-rata dipicu oleh ekonomi, perselingkuhan, minimnya ilmu, agama, dan juga lingkungan. Dari faktor tersebut salah satunya bisa menjadi pemicu perselisihan, pertengkaran berujung percekcokan antar anggota keluarga. Begitu juga kekerasan seperti memukul, melukai, dan terkadang sampai menghilangkan nyawa dari anggota keluarga. Atau jika tidak, berakhir dengan perceraian. 

Kapitalisme Sekuler Biang Kerusakan.

Kapitalisme sekuler adalah salah satu aturan kehidupan yang saat ini diterapkan dalam mengatur umat manusia dalam setiap sendi kehidupan. Dari asas sekularisme yaitu pemisahan agama dalam kehidupan menjadikan manusia jauh dari agama. Pemisahan ini, menyebabkan terjadinya kerusakan, pertentangan disebabkan peran agama dibuang dari kehidupan. Agama hanya boleh mengatur urusan ibadah ritual saja. Sedangkan dalam bernegara peran agama dipisahkan.

Hal ini berdampak  manusia menjelma menjadi sebuah masyarakat yang bebas dalam memutuskan segala perbuatannya. Tanpa berfikir dan menyesuaikan perbuatannya dengan syariah Islam. Akibatnya kehidupan menjadi buram dan tak terarah. Tak tahu apa tujuan hidup yang sebenarnya. 

Apalagi dalam membina keluarga dan keutuhannya. Mayoritas masyarakat saat ini memandang sebuah keluarga hanya sebatas hubungan biasa. Menikah hanya sekedar simbol, bahkan  hanya untuk memuaskan kebutuhan biologis.

Pemikiran  materialis telah mengakar dalam benak umat saat ini dan menjadi tolok ukur dalam menilai sesuatu. Sistem kapitalis mengakibatkan berbagai  kesulitan ekonomi. Kurangnya lapangan pekerjaan bagi para suami serta tingginya biaya hidup,  memungkinkan para istri menuntut para suami untuk mendapatkan uang lebih banyak. Untuk  biaya hidup, pendidikan anak, dan lainya. Apalagi kehidupan yang menuntut hidup hedonis dan  konsumtif,  menjadi sebab terjadi kekerasan karena kurangnya pemberian uang belanja.

Ide Kesetaraan Gender merupakan salah satu solusi dalam sistem kapitalis. Menurut para kapitalis agar kehidupan keluarga sejahtera yaitu dengan menjadikan para wanita bekerja agar bisa membantu pulihnya ekonomi keluarga. Para istri rela keluar rumah untuk bekerja. Meninggalkan tanggung jawab menjadi ummun warabbatul bait. Dari sanalah muncul masalah baru yaitu perselingkuhan.

Dengan keluarnya wanita dari rumah dan bebas berinteraksi dengan lelaki asing memungkinkan terjadinya perselingkuhan. Sebab,  tidak adanya aturan yang mengatur aktivitas laki-laki dan wanita di tempat bekerja, atau kontrol dari negara.

Minimnya pengetahuan umum di desa maupun di kota juga berdampak terhadap rendahnya taraf berpikir. Menjadikan kehidupan mereka semakin terpuruk. Ditambah dengan keimanan yang lemah disebabkan kurangnya terhadap pemahaman agama Islam. Semakin membuat umat manusia terbawa arus rusaknya kehidupan ini. Inilah dampak buruk dari penerapan sistem kapitalisme sekuler. 

Konseling gender dengan pemberdayaan perempuan tak mampu mensejahterakan keluarga dan ketahanan keluarga. Sebab solusi ini hanya mampu bertahan sementara. Tak mampu menyelesaikan permasalahan hingga akarnya. Karena itu kasus KDRT akan selalu muncul dan menjadi ancaman  nyata yang terjadi secara sistemik.

Islam Sebagai Solusi 

Islam dengan kesempurnaan aturannya mampu mensolusi berbagai problem rumah tangga, termasuk KDRT. Kedudukan antara suami, isteri dan anggota keluarga yang lain telah dijelaskan dalam agama kita. Demikian juga dengan hak dan kewajiban suami-isteri serta aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam keluarga.
Islam menjadikan suami sebagai kepala keluarga [TQS An-Nisâ`/4:34] dan mewajibkan isteri untuk mentaatinya. 

Islam juga memiliki sisten ekonomi yang mampu mensejahterakan keluarga. Sistem pendidikan Islam juga berbasis aqidah dan bertujuan membentuk pribadi berkepribadian Islam, yang mentaati Allah, matang secara emosi, serta siap menjalankan tanggungjawab dan amanah ketika berkeluarga. 

Demikianlah Islam mendudukkan dan inilah jalan kebahagiaan. Sebuah keluarga akan bahagia jika memahami dan mengikuti petunjuk ini. Sebaliknya, emansipasi yang banyak diserukan banyak kalangan pada zaman ini hanyalah fatamorgana yang seakan indah di mata, namun pahit dirasa; karena menyelisihi sunnah yang telah diatur oleh Sang Pencipta.

Wallahu a’lam bish-shawab

#IslamMenjagaKeluarga 
#InfoMuslimahJember 
@infomuslimahjember 
#jember #islam #keluarga #family #harganas 
——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

Website: www.infomuslimahjember.com

——————————
Grup WhatsApp: +628978632838
——————————

0 komentar:

Posting Komentar