Sabtu, 06 Juli 2019

MENGEMBALIKAN KEBERSAMAAN


[KELUARGA SAKINAH]

MENGEMBALIKAN KEBERSAMAAN 

Oleh Kholda Najiyah

Ada yang bertanya, bagaimana cara mengatasi kebosanan dengan pasangan? Mengapa pernikahan kian tahun kian tidak menyenangkan? Suami mulai bosan dengan istri. Istri mulai benci pada suami. Subhanallah. Sepertinya hal ini banyak dialami oleh rumah tangga, tak terkecuali rumah tangga ideologis.

Padahal, bertemunya dua insan dalam biduk rumah tangga, seharusnya melahirkan bahagia. Ladang ibadah sepanjang berpasangan. Toh sepahit-pahit pernikahan,  masih pahit tanpa menikah.😁 Sekurang-kurangnya pasangan, masih kurang tanpa punya pasangan. Sesenang-senangnya sendiri, lebih menyenangkan jika berdua. Inilah romantisme suami isteri yang harus disyukuri dan dibangkitkan kembali. Renungan berikut bisa jadi bahan pembangkit kembalinya kebersamaan:

1. Kerjasama Mencukupi Kebutuhan 

Hal yang dikeluhkan istri adalah kurangnya nafkah suami. Para istri biasanya kurang sabar menghadapi kondisi keuangan keluarga. Namun, harus tetap bersyukur. Sebab seminim-minimnya harta suami, masih ada yang dimintai uang belanja istri. Kalau masih kurang juga? Biasanya para istri pintar mencari tambahan. Maka itu, wahai para suami, sayangilah istri yang sukarela membantu mencukupi kebutuhan keluarga. 

Janganlah suami mengucap kata atau mengganggap istri boros. Padahal belanja istri, sebanyak apapun, tak lain untuk kebutuhan rumah. Istrilah yang paling peka membelikan kebutuhan untuk suami dan anak-anak. Lagipula, sejatinya tak ada istri yang boros. Lah wong belanja saja selalu nawar atau mencari diskonan. 😁

2. Saling Peduli

Suami biasanya tipe orang yang cuek di mata istri. Tetapi, secuek-cueknya suami, ada yang bisa dimintai pertolongan istri. Minimal pasang air galon dan tabung gas. 😁 Jadi syukurilah suami apa adanya. Walau suami kurang peka, ada lelaki halal yang ridho sewaktu-waktu antar-jemput anak- istri.

Sementara istri, dianggap terlalu sibuk dengan urusan rumah atau anak oleh suami. Terkadang suami juga merasa sedikit diabaikan. Meski begitu, keberadaan istri tetap penting bagi suami. Paling tidak kalau meriang, ada yang merawat. Kalau masuk angin menyerang, ada yang ngerikin atau memijat raga. Jadi, wajar kalau suami sakit sedikit, manjanya gak ketulungan. 😁Tanda meminta perhatian istri.

3. Saling Mendengarkan

Istri di mata suami dianggap terlalu cerewet. Tetapi, justru sebawel-bawelnya istri, ada yang sigap mendisiplinkan seluruh penghuni rumah. Jadi, dengarkan sajalah omelan istri.
Sementara para suami, terkadang galak kepada istri. Tetapi istri tidak usah baper. Semarah-marahnya suami, kalau butuh nafkah batin meleleh juga. Suami juga jangan mudah emosi jika istri marah. Apalagi dengan mudahnya mengumbar kata pisah. Dengarkan saja. Diamkan. Semarah-marahnya istri, kalau tanggal muda tersenyum mesra.😁

4. Saling Merindukan

Suami di mata istri adalah makhluk yang paling menyebalkan. Tidak peka, kurang romantis, tidak sigap, dll. Tetapi para istri itu sejatinya merindukan suami. Sebab, sesebel-sebelnya sama suami, ada uangnya yang dirindui. 😁

Sebenci-bencinya pada suami, tetap butuh ditemani. Sebaliknya, para istri itu di mata suami adalah makhluk yang paling susah dimengerti. Tahu-tahu suka marah atau ngambek tak jelas. Bikin bete para suami hingga kadang tak betah di rumah. Tetapi ingat, sekesel-keselnya suami pada istri, ada yang dikangeni. Minimal sayur asem dan sambel uleknya. Jadi, saling merindukanlah.😍

5. Saling Menasihati

Suami seharusnya rajin menasihati istri. Namun, faktanya, istri di mata suami lebih pintar sehingga tak perlu dididik lagi. Bagaimana tidak, setiap ada masalah dan mencari solusi, berujung suami serba salah dan istri serba benar. 😁 Suamipun segan meluruskan. Padahal istri itu senang jika dinasihati dengan kata-kata sayang. Jadi, jangan dimarahi, cukup dibisiki mesra. 

Sementara istri, selalu menganggap suami itu kurang belajar. Buktinya, yang rajin kajian umum, parenting, baca buku, menulis, adalah para istri. Tapi percayalah, ia tak henti mendoakan suami agar makin saleh.   

Demikianlah nikmatnya hidup berpasangan. Sekurang-kurangnya suami-istri,  ada pasangan halal yang melengkapi. Sendiri  mungkin bahagia,  tapi berdua lebih-lebih bahagianya. Bersyukur diberi kesempatan Allah berumah tangga. Ladang pahala penghantar ke surga. Maka ciptakan air mata suka cita. Karena setiap rumah tangga menyimpan air mata.(*)

0 komentar:

Posting Komentar