Sabtu, 28 September 2019

JANGAN hanya ISLAM KTP


[SUARA MUSLIMAH] 
 JANGAN hanya ISLAM KTP

Allah menurunkan islam untuk manusia yang telah dibekali oleh akal, Al qur'an dan as sunnah, sebagai aturan yg akan menjadikannya mukmin dan ada yg kafir. 

Apabila seluruh manusia menggunakan akalnya dg baik untuk berpukir secara menyeluruh, ttg alam, kehidupan dan manusia, maka akan didapatinya satu kebenaran yg hakiki, bahwa Islam adalah agama sekaligus aturan yg melandaskan pokok pokok keimanan pada proses berfikir dg perangkat akal yg diberi oleh Allah.

Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah ritual saja, lebih luas dari itu, islam telah mengatur setiap aktivitas manusia yg disesuaikan dg kehendak Allah selama 24 jam, inilah implementasi dari TQS ad dzariyat 56  "Dan tidaklah Aku menciptakan jin manusia kecuali beribadah kepadaKu"
Oleh karena itu, sejatinya bagi seorang muslim, setiap aktivitas nya, baik sholat, zakat, puasa, haji, bekerja, berinteraksi dg manusia lain, berekonomi, berpolitik, dan pemerintahan adalah ibadah yg harus diselesaikan menurut solusi yg telah Allah swt firmankan dlm Al qur'an sebagai pedoman hidup. Sbgmn yg tertuang dlm TQS al Baqarah 208 "Hai orang orang yg beriman,masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhan "

 Penerapan syariah islam kaffah akan menjamin dlm berbagai aspek kehidupan yg hari ini dibutuhkan  oleh umat manusia. Karena,aturan syariah islam sesuai  dg keinginan dan kebutuhan  manusia, yg selama ini menjadi sumber masalah manusia dalam pencapaian pemenuhannya.satu contoh dlm pemenuhan melestarikan keturunan, aturan islam telah mengaturnya dlm pernikahan bukan selainnya (zina) atau *gbt,.
Dalam firman Allah QS annisa ayat 1 " wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yg telah menciptakan kamu dari diri yg satu( adam) dan Allah menciptakan pasangannya ( hawa) dari dirinyadan dari keduanya Allah  nemperkembangbiakkan laki laki dan perempuan yg banyak. Bertakwalah kpd Allah yg dg namanya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah  selalu menjaga dan mengawasimu".

Namun sayang,fakta yg kita lihat sekarang telah menjauhkan kita dari hak Allah untuk menentukan baik dan buruk, digantikan oleh manusia sbg makhluk dlm sistem  demokrasi kapitalisme.perkara perkara yg memerlukan keputusan ahli pada saat ini diserahkan kepada  suara terbanyak ataupun asumsi saja, wajar saja kerusakan terjadi dimana mana akibat ulah tangan manusia sendiri
TQS ar rum 41 " Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,supaya Allah  merasakan kpd mereka sebagian dari( akibat) perbuatan mereka,agar mereka  kembali(kpd jalan yg benar) "
Allah pun menegaskan setiap kerusakan pastilah disebabkan karena hukum islam yg ditinggalkan. Di sisi yg lain Allah  menegaskan bahwa  penerapan islam secara  sempurna akan memberikan berkah dari langit dan dari bumi.TQS Al a'raf 96 "jika sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat ayat Kami)itu,maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya"

Dari sinilah mengharuskan seseorang  terikat dg seluruh perintah Allah di dlm Al qur'an  dan sunnah RasulNya. Ironis sekali, ktp(kartu tanda penduduk) kita islam tapi kita  enggan menerapkan aturan islam secara keseluruhan .Memilih aturan mana yg mau diterapkan dan mana yg tidak.

 Selagi kita menjadi hamba Allah, 
jangan     lah kita hanya islam KTP,
janganlah takut dg julukan Rasis,
janganlah takut dg sebutan teroris. 
Bukan Ktp yg bisa memasukkan kita ke surgaNya, tapi Rahmat Allah  atas penerapan aturanNya yg kita taati.
Cacian dan makian,akan menambah penghambaan kita kpd Allah. 
Usah kita risaukan  fitnah yg menyurutkan langkah dakwah yg kita jalani, karena " Dan (telah menjanjikan pula kemenangan  kemenangan) yg lain (atas negeri negeri) yg  kamu belum dapat menguasainya yg sungguh Allah telah menentukan Nya. Dan adalah Allah Maha kuasa atas segala sesuatu"_TQS al fath 21.

Janji Allah dan bisyarah Rasulullah  yg menjadi penyejuk kita. Allahu a'lam bish showwab

Al faqirah @ ummu fillah

0 komentar:

Posting Komentar