Sabtu, 28 September 2019

Rentang Waktu Penyembelihan Qurban


[KAJIAN FIQIH]
/Rentang Waktu Penyembelihan Qurban/
Oleh. M Taufik NT

Qurban adalah ibadah yang mempunyai tenggat waktu. Jika dilakukan di luar waktu yang ditentukan maka walaupun halal sembelihan tersebut namun tidaklah sah qurbannya. Hal ini perlu diperhatikan karena saat ini tidak sedikit orang aneh yang tidak mau lagi terikat hukum syari’ah, inginnya diambil ‘inti’ nya saja.

Awal Waktu Penyembelihan Qurban

Waktu awal penyembelihan qurban adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah terbit matahari dan berlalu waktu sekira cukup untuk shalat dua rakaat secara ringkas dan dua khutbah yang ringan, baik secara riil mereka shalat ied atau tidak.[1] Ini merupakan pendapat Madzhab Syafi’i dan satu qoul dari Madzhab Imam Ahmad.[2]

Dari al-Barra’ bin Azib r.a, Rasulullah saw berkata:

إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ، ثُمَّ نَرْجِعَ، فَنَنْحَرَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ عَجَّلَهُ لِأَهْلِهِ لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ

“Sesungguhnya yang pertama kali kami lakukan pada hari Raya kami ini adalah shalat. Kemudian kami pulang dan melaksanakan penyembelihan kurban. Maka barangsiapa mengerjakan seperti itu berarti dia telah memenuhi sunnah kami. Dan barangsiapa menyembelih kurban sebelum pelaksanaan shalat ‘Ied[3] maka itu hanyalah daging yang dipersembahkan untuk keluarganya dan tidak sedikitpun mendapatkan (pahala) ibadah kurban.” [4]

Akhir Waktu Penyembelihan Qurban

Akhir waktu penyembelihan qurban adalah akhir hari tasyriq, yakni tanggal 13 Dzulhijjah sebelum Maghrib.[5] Ini adalah pandangan Syafi’iyyah, satu qoul Hanabilah dan juga Ibnu Taimiyyah, jadi waktu penyembelihan adalah empat hari.[6]

Alasannya adalah hadits

كُل أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“semua hari tasyriq adalah waktu penyembelihan”(HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)

Al-Haitsami menyatakan, rijâluhu mautsûqûn(perowinya dipercaya). Allahu A’lam

0 komentar:

Posting Komentar