Selasa, 22 Oktober 2019

ELEGI SUAMI ISTRI YANG SERING ALERGI


ELEGI SUAMI ISTRI YANG SERING ALERGI 

oleh : Inas Ummu Hanif

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Suami istri 
Ibarat uang logam dengan dua sisi
Tak saling bersaing untuk unjuk gigi
Tak saling menguasai untuk bisa diakui
Bersatu untuk saling melengkapi

Bertahta hati suami istri
Berjanji setia tak saling menyakiti
Seiring sejalan saling memahami
Suami adalah baju istri
Istri adalah pakaian suami

Selayaknya fungsi baju 
Suami istri dalam Islam berpadu
Unt saling memperindah perilaku
Saling menutup aurat agar tak malu
Saling melindungi dari segala pengganggu

Agar bisa saling 
memperindah diri
Suami istri harus 
berilmu Islam yang mumpuni
Saling men-sholih-kan diri
Saling memperbaiki 
dalam ketaatan pada Illahi
Agar layak menjadi 
panutan putra-putri

Aib istri juga aib suami
Itulah makna 
saling menutup aurat diri
Tak lantas kekurangan menjadi bahan bergunjing pasangan 
Menjadi bahan tertawaan dengan kawan
KETERLALUAN

Jika mencinta karena Rabb-nya
Pasti saling menjaga
Jika peduli karena Illahi
Pasti saling melindungi
Saat tak taat diingatkan
Saat terpeleset dikuatkan
Begitulah Islam sebagai ajaran
Memberikan keselamatan

Kadang harapan tak sesuai kenyataan 
Hidup serumah namun bermusuhan
Saling sikut saling menjatuhkan
Tersinggung sedikit saling berbantahan
Tak ada ketentraman
Lantas untuk apa pernikahan

Menikah tak harus 
selalu seiya sekata
Adakalanya berbeda
Beberapa kali tak sama
Selama perbedaan bukan pelanggaran atas Islam sebagai aturan
Itu sebuah kewajaran

FAHAMI
Menikah  bukan unt saling menguasai
Bukan juga meniadakan perbedaan dua pribadi
Menikah itu mencari ridho Illahi Robbi
Tak untuk menunjukkan eksistensi

Islam sebagai panduan
Mengajarkan suami istri sebagai SAHABAT dalam ketaatan
Saling menjaga mengingatkan  menguatkan 
Tak berposisi sebagai 
buruh dan majikan
Tak berfungsi sebagai 
bawahan dan atasan
Tak berkedudukan sebagai prajurit dan komandan

Islam sebagai aturan
Mewajibkan suami istri faham hak dan kewajiban 
Agar tak saling mendzolimi dengan pasangan
Supaya sakinah mawaddah wa rahmah bisa dirasakan

Menikah memang butuh persiapan 
Tak cukup cinta sebagai landasan
Bekali Islam sebagai aturan 
Sebagai solusi saat menghadapi cobaan
In syaa Allah kokoh bertahan

Menerima pasangan apa adanya
Tak bermakna membiarkan apapun kelakuannya 
Jika ada kemaksiyatan padanya
Ingatkan luruskan jangan dibiarkan saja
Jika mencintainya pasti tak kan tega membiarkannya masuk neraka

Berlapang hatilah pada pasangan 
Tak usah sakit hati 
saat diingatkan
Tak perlu marah 
saat diluruskan
Ingat kembali 
tujuan awal pernikahan
Ingin meng-upgrade diri dalam ketaatan

Jadikan pernikahan 
sebagai ladang pahala 
Suami istri bersinergi 
berbagi peran berbeda
Tak berarti satu lebih rendah dibanding lainnya 
Hanya pembagian tugas berdasarkan kodrat dariNya

Hidup dalam sistem kapitalis seperti sekarang
Suami istri sering 
saling menentang 
Hak dan kewajiban Islam ditendang
Aturan Allah seakan 
menjadi pengekang
Bahagia hanya bayang-bayang

Saat suami lebih suka menjadi bapak rumah tangga
Sedangkan istri mengampu sebagai kepala keluarga
Ada yang salah dalam umat pada cara pandangnya
Umat sakit karena tak faham bagaimana Islam mengaturnya 

Sistem kapitalis saat ini 
Membuat para istri lebih suka keluar rumah menyibukkan diri 
Merasa lebih produktif saat ekonominya mandiri 
Tak rindu lagi pada slogan 
BAITI JANNATI

Para suamipun betah
Merasa nyaman 
di dalam rumah 
Memasak mencuci dan berbenah 
Mengasuh menimang anak dengan amanah
Lupa tugas sebagai 
pencari nafkah 

Mari berbenah 
Kembalikan aturan sesuai syariah 
Belajarlah Islam secara kaffah 
Agar didapat rasa sakinah mawaddah wa rahmah 
Bukan rumah tangga kelabu yang payah

——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

Website: www.infomuslimahjember.com

——————————
Grup WhatsApp: Inbox IG dan FP
——————————

0 komentar:

Posting Komentar