Rabu, 23 Oktober 2019

Santri Bukan Generasi Santuy


// Santri Bukan Generasi Santuy //
Oleh: Laily Ch, S.E (Pemerhati Generasi)


Istilah 'Santuy' belakangan ini menjadi viral di berbagai media sosial. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'santuy' tidak ada alias tidak termasuk dalam kaidah berbahasa Indonesia. Kata santuy diartikan generasi milenial sebagai plesetan dari kata "santai". Dalam bahasa tanah Pasundan, santuy juga singakatan dari "santai euy". Selain itu ada juga yang mengartikan santuy adalah sebuah istilah untuk kondisi mental dimana seseorang mempunyai kekaleman yang tak terpengaruh apapun, ketenangan yang mampu melewati komentar netizen. Seseorang yang tidak tergoyahkan dan tidak dapat dibuat gusar oleh siapapun. Sehingga istilah ini mempunyai kesan bersifat independen.
.
Kata "santuy" ini pertama kali dipopulerkan oleh para netizen itu sendiri sehingga menjadi viral terutama di kalangan milenial. Salah satu wujudnya adalah pembuatan film yang berjudul The Santuy yang terinspirasi dari film The Santri yang menuai kontroversi. Film pendek yang berlatar belakang kehidupan santri ini dibuat tanggal 15 Oktober 2019 lalu berlokasi di Pondok Pesantren Darul A'mal Metro, Lampung dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. (www.mui-lampung.or.id)
.
The Real Pesantren
.
Pondok pesantren dalam kamus Wikipedia memiliki makna sebuah lembaga pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam komplek yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Komplek ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku. 
.
Di indonesia, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah lama dikenal sejak zaman kolonial, umur pesantren sudah sangat tua dan tidak pernah lekang diterpa oleh perubahan zaman. Namun seiring perubahan zaman, muncul istilah pondok pesantren modern dan semakin lama jumlahnya makin bertambah. Meski demikian modernisasi yang terjadi dan terlaksana di dunia pesantren memiliki karakteristik tersendiri. Keunikan pesantren terletak pada kealotan dan kuatnya proses tarik menarik antara sifat dasar tradisional dengan potensi dasar modernisasi yang progresif dan senantiasa berubah. Pesantren juga mempertahankan kesopanan (tatakrama) yang baik bagi para santrinya dan menjadi hal yang paling utama dan sudah menjadi ciri khas di berbagai pesantren yang ada di Indonesia.
.
Terlebih lagi tujuan pesantren secara nasional pernah diputuskan dalam Musyawarah/Lokakarya Intensifikasi Pengembangan Pondok Pesantren di Jakarta yang berlangsung pada tanggal 2 sampai 6 Mei 1978, yakni: “Tujuan umum pesantren adalah membina warga negara agar berkepribadian Muslim sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam dan menanamkan rasa keagamaan tersebut pada semua segi kehidupannya serta menjadikannya sebagai orang yang berguna bagi agama, masyarakat, dan negara”.
.
Oleh karena itu pondok pesantren di Indonesia, terutama pesantren tradisional, menerapkan aturan yang ketat dalam kegiatan di luar lingkungan asrama. Kehidupan santri putra dan putri dipisah. Tidak hanya itu, rata-rata santri hanya punya kesempatan satu hari dalam satu bulan untuk melihat kehidupan di luar, kecuali di saat mereka libur panjang dan pulang ke rumah masing-masing.
.
Pesantren, Sasaran Empuk Barat
.
Saat ini tercatat jumlah santri di Indonesia mencapai sembilan juta orang. Jumlah yang sangat signifikan dan memiliki potensi cukup besar. Oleh karenanya wajar kita temui beberapa pondok pesantren menjadi target kepentingan tertentu yang bersifat politis. Belum lagi masuknya pemikiran asing yang jauh dari nilai islam telah secara halus menggeser kurikulum pondok pesantren.
.
Salah satu koran Australia, Weekend Australian mengatakan, Washington merencanakan untuk mengeluarkan sebanyak 250 juta dolar Australia (170 juta dolar AS) guna menambah pembiayaan sekolah Indonesia untuk melawan pengaruh sekolah apa yang dituduhkan Barat sebagai Islam garis keras berasrama alias pondok pesantren. Dengan mengutip sumber diplomatik, Weekend Australian mengatakan, rencana itu ditujukan untuk membuat sekolah-sekolah Islam moderat dan dijalankan oleh pemerintah lebih menarik para orangtua Indonesia ketimbang sekolah garis keras, yang sering lebih murah dari sekolah yang lain. Setahun lalu, AS telah mampu menekan sekolah-sekolah di Arab Saudi agar merubah semua kurikulum bidang agama. Hampir sama, setahun ini, beberapa pemimpin pondok pesantren di Indonesia secara kontinyu telah mendapatkan kesempatan nyantri di beberapa negara semacam AS dan Inggris. Bila tidak jeli, bukan tidak mungkin, pesantren, lembaga yang telah berumur ratusan tahun dan dikenal dengan sistem mandiri bisa berubah wajah setelah masuknya intervensi asing. (Hidayatullah.com)
.
The Asia Foundation telah mendanai lebih dari 1000 pesantren untuk berpartisipasi dalam mempromosikan nilai-nilai pluralisme, toleransi dan masyarakat sipil dalam komunitas sekolah Islam di seluruh Indonesia. Tahun 2004, TAF memberikan pelatihan kepada lebih dari 564 dosen yang mengajarkan pelatihan tentang pendidikan kewarganegaraan yang kental dengan ide liberalis-sekular untuk lebih dari 87.000 pelajar. Fakta lain, AS dan Australia juga membantu USD 250 juta dengan dalih mengembangkan pendidikan Indonesia. Padahal, menurut sumber diplomat Australia yang dikutip The Australian (4/10/2003), sumbangan tersebut dimaksudkan untuk mengeliminasi ‘madrasah-madrasah’ yang menghasilkan para ’teroris’ dan ulama yang membenci Barat.
.
Mengembalikan Jati Diri Santri
.
Pondok pesantren semestinya kembali kepada filosofi keberadaannya di tengah-tengah masyarakat, tanpa terpengaruh dengan berbagai kepentingan banyak pihak, terutama Barat. Kurikulum pesantren haruslah murni mengacu pada kitab-kitab klasik yang sarat dengan muatan Islam dan syariatNya. Dengan demikian, tempaan hidup selama di pesantren serta bekal keilmuan, baik ilmu agama serta skill lainnya yang diberikan pesantren memiliki maksud yang sama yakni menjadikan para alumni santrinya menjadi penerus ulama yang membumikan syariat Islam serta menyebarluaskannya sebagaimana para Walisongo di awal kehadiran mereka di Indonesia. Santri tak boleh santuy, terlebih maraknya kerusakan moral yang terjadi saat ini terutama di kalangan generasi muda. Santri juga tak boleh santuy (independen) tatkala ajaran Islam berusaha dicitraburukkan bahkan dieliminasi sebagian demi sebagian. Santri tetaplah menjadi santri yang berpihak pada Islam yang murni yang berdiri kokoh di garda terdepan membela Allah, Rosul dan risalah yang ia yakini. Inilah wajah santri dan pesantren yang hakiki. Selamat Hari Santri.

——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

Website: www.infomuslimahjember.com

——————————
Grup WhatsApp: Inbox IG dan FP
——————————

0 komentar:

Posting Komentar