Senin, 07 Oktober 2019

Wamena, Saudara Kita


WAMENA SAUDARA KITA
Oleh: Ihya laila sari.

Rusuh, ricuh keadaan di Wamena,
Ingin memisahkan diri dari Indonesia,
Membakar bangunan-bangunan yang ada,
 Juga tak segan menghabisi manusia yang di depannya.

Mengapa? Apa sebabnya?

Berita demi berita mengabarkan cerita yang berbeda,
Namun, satu intinya. Mereka tak terima! Oleh perkataan yang “RASIS” katanya,
Yang diucapkan salah satu guru di papua dan seorang mahasiswa dari jawa.

Para polisi pun sudah mengingatkan agar tak mudah percaya,
 Atas  ucapan-ucapan yang juga belum dijamin kebenarannya,
Namun, gelap mata! Amarah telah menguasai rakyat papua,
Hingga memaksa untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Namun, apakah kita percaya? Bahwa itu sebab sebenarnya?
Apakah kita telah lupa? Bahwa papua memliki kekayaan yang tiada tara?
Gunung emas, yang  katanya milik Indonesia,
Namun nyatanya, telah  lama dikeruk oleh Amerika.

Ya! Kita tidak boleh lupa,
Bahwa ada Amerika dibalik segalanya,

Amerika! Yang menginginkan freeport seutuhnya!
Dan inilah salah satu strategi mereka untuk memilikinya,
Memisahkan papua dari  Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kami rakyat biasa,
Memanggil kalian para penguasa,
Yang katanya paling pancasila,
Yang katanya siap membela negara dengan nyawa!
Kemana? Kemana kalian semua?
Ohya,  Kan lagi pada asik denger konser negara..
Naudzubillah.

Wamena, Kita bersaudara,
Semoga segera Allah turunkan pertolonganNya,
Berupa penerapan sistem Islam dalam negara,
Yang hanya dengan itulah Wamena akan terbebas dari penjajahan baru berupa pengambilan sumber daya alam indonesia.

Yang dimana, dalam sistem daulah Islam.
Negaralah yang akan mengelola sumber daya alam negerinya.
Untuk dijadikan pemasukan negara dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.
Hingga, tidak akan ada kalimat “miskin di negara yang kaya”

Namun, sekali lagi. Amerika menebarkan virus Islamphobia
Menjadikan kaum muslim bergidik ngeri dengan agamanya.
Membuat kaum muslim ber-Islam “seadanya”
Menyebarkan bahwa agama bukan solusi sebenarnya.

Dan memang itulah sifat kaum kafir.
Yang tidak akan pernah rela kaum muslim berjaya dengan agamanya
Seperti yang terdapat dalam firmanNya dalam surah Al-baqarah ayat 120. Allah berfirman: “Dan orang” yahudi dan nashrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya”. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai padamu, tidak akan bagimu pelindung dan pertolongan dari Allah”.

Jika bukan Allah yang menolong, siapa lagi?
Jika tidak menggunakan aturan Allah, aturan siapa lagi?
Masih percaya sama demokrasi? Yuk beralih pada aturan ilahi

Wallahu a’lam bish showab

0 komentar:

Posting Komentar