Minggu, 13 Oktober 2019

WARNING! KHALWAT DAN IKHTILAT ONLINE!


WARNING! KHALWAT DAN IKHTILAT  ONLINE!
Oleh : Fathimah Adz

Seiring berjalannya waktu, ada banyak kemudahan-kemudahan hidup yang kita peroleh. Semisal nih, kalau jaman dulu komunikasi hanya bisa lewat telepon rumah atau berkirim surat, sekarang kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja berkat bantuan alat bernama ‘gadget’ atau smartphne. Biasanya juga, kita kalau mau  mengetahui suatu berita, kudu beli koran dulu atau lihat berita di TV. Sekarang mah, nggak jaman lagi. Tinggal sentuh trending topic di google atau youtube, atau mencari hastag-hastag sesuai keinginan kita di instagram, langsung bejibun berita yang disodorkan. Mulai dari kasus para artis,politik negeri, olahraga, event-event bakti sosial, apa aja deh.

Terutama buat kita nih, yang sering dibilang generasi milenial, yang sebagian besar kehidupannya sudah dihiasi dengan teknologi canggih. Kita harus bersyukur mendapat kemudahan-kemudahan ini,namun hati-hati, apabila nikmat kemudahan ini nggak kita arahkan kepada hal baik, maka tentu akan menjadi malapetaka (mudhorot) buat kita. Dari kemudahan berinteraksi lewat media sosial aja nih, apabila kita nggak pinter-pinter menjaga diri, bakal terjerumus ke khalwat dan ikhtilat online.

Emang ada khalwat dan ikhtilat online? Apa sih khalwat dan ikhtilat itu? iya, iya. Kamu udah pengen tau banget ya? Okey, kita akan bahas satu persatu. 
Supaya nantinya temen-temen mudah memahami, kita akan mulai dari hukum berinteraksi. Hukum berinteraksi adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Khalwat sendiri artinya berdua-duaan  antara lelaki dan wanita yang bukan mahrom di tempat tertutup atau tersembunyi tanpa ada suatu  keperluan. 

Terus,apa hukumnya berkhalwat? Dalam sebuah hadits riwayat Bukhori Muslim yang sudah pasti dan yakin keshohihannya, Nabi bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali ia berdua duaanyya dengan wanita ajnabiy (bukan mahrom) tanpa suatu kepentingan karena yang ketiganya adalah syaitan”

Wah, udah jelas banget dalilnya nih. Jadi,khalwat yang hukum asalnya boleh menjadi haram,karena ada larangan Allah didalam hadits ini. Mafhum?

Kedua,kita akan bahas tentang ikhtilat. Ikhtilat adalah bercampur baurnya antara lelaki dan wanita yang bukan mahrom tanpa suatu kepentingan, yang akibat interaksi itu memungkinkan terjadinya hubungan khusus antara kedua lawan jenis.

Terus, apa nih hubungannya sama online?

Karena tadi kita sudah memahami hokum khalwat ikhtilat adalah dilarang, maka dimanapun dan bagaimanapun itu, termasuk media social atau via online, hukumnya akan tetap sama.

Teman-temen tau nggak, apa aja contoh khalwat dan ikhtilat online? Semisal chattingan via japri, yang dimana membahas hal-hal yang tidak penting atau saling melempar perhatian, baper-baperan, atau saling support yang akhirnya bikin kita berharap atau bergantung nih sama dia.

Contoh ikhtilat, biasanya kita punya tuh kan, grup kelas atau grup les, grup apa aja deh yang sesuai kebutuhan kita, tapi kebanyakan isinya ngobrolin hal-hal unfaedah. Kadang kitanya juga nanggepin, sahut-sahutan, sampai akhirnya grupnya  rame banget dengan obrolan diluar tema. Pernah nggak? Nah, itulah salah satu contohnya khalwat dan ikhtilat online. Temen-teman ada yang pernah melakukan hal seperti contoh diatas?
Mungkin temen temen bertanya nih, kenapa sih,kok chatting aja hukumnya bisa haram? Padahal kan nggak ketemuan? Walaupun fisiknya nggak ketemuan, tapi interaksinya mah, sama saja khalwat. Ngobrol japri, sama aja dengan khalwat. Berdua. Namanya aja japri. Jalur Pribadi. Hanya kamu dan dia kan yang tau lagi ngomong apa aja. Dan ada satu kaidah nih yang penting untuk temen temen jadikan pedoman. Al-wasilatu ilal haromi mahruumah. Artinya segala sesuatu yang mengantarkan pada keharaman hukumnya pun menjadi haram. (Diambil dalam kitab Nidhom Al-Islam,karya Syaikh Taqiyyudin An-Nabhani pada bab Al-Masru’ Ad-Dustur Dalah Khilafah).

Nah, sobat muslimah tentunya tau, ada banyak hal yang Allah haramkan untuk kita perbuat. Salah satunya seperti zina. Kalau kita melihat kaidah diatas, ternyata bukan zinanya aja lho yang diharamkan. Tapi semua perantara-perantara yang bisa mengantarkan seseorang berbuat hal itu.

Apa aja perantaranya? Ada banyak banget pastinya. Semisal pacaran, sering berkhalwat, ikhtilat, peluk-pelukan, boncengan atau kalau perempuan nih membuka aurat,pakaiannya seksi dan lainnya. Bisa jadi yang menurut kita sepele, juga bisa tuh mengantarkan pada zina. Semisal saling stalking, boom love and like, komen-komen di akun ikhwan, saling memberi perhatian lebih, saling berharap, bahkan bisa juga saling melempar pandangan. Sepele banget kan? Iya, saking sempurnanya Islam, bahkan urusan kita memandang, itu diatur agar tidak menimbulkan fitnah dan bahaya buat diri kita sendiri. 
Lalu, apakah ini berarti islam melarang mutlak perempuan berinteraksi dengan lelaki? Bagaimana ketika dipasar atau ketika ada tugas kelompok yang didalamnya terdapat campur baur? Islam kok kaku banget sih? No dears..

Islam membolehkan kita berinteraksi dalam 3 hal. Pertama muamalah atau jual beli; kedua pendidikan atau kegiatan belajar mengajar; dan kesehatan. Intinya tuh kita ada keperluan didalamnya. Dan ingat ya sholihah, kalau keperluannya sudah tertunaikan, cepat-cepat pulang. Jangan sampai terbawa suasana nyaman yang bikin kita lupa batasan. Okey?
Teman, kita harus meyakini dan beriman bahwa Allah itu Maha Pencipta dan Pengatur. Kita pun diciptakan, bukan untuk main-main. Ada tugas besar yang Allah titipkan di pundak kita yaitu untuk mengurus bumi dengan menerapkan aturannya disegala lini. Kita juga harus meyakini bahwa Allah itu Maha Berkuasa,Maha Berilmu. Bisa jadi apa yang menurut kita baik, ternyata buruk dimata Allah atau sebaliknya. Lalu bagaimana agar kita senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan benar? Tentu kita harus merujuk lagi kepada apa-apa yang telah Allah tetapkan. Apa yang telah diperintah Allah untuk kita, sekalipun itu berat atau tidak nyaman, pasti itulah yang tebaik. 
Pun dalam masalah berinteraksi, Allah punya aturan untuk kita. sekalipun menurut kita ribet, sejatinya itu untuk menjaga diri kita sendiri. Allah ingin menjaga agar kita tetap mempunyai batasan dan dihargai oleh lawan jenis. Allah ingin menjaga hati kita dari segala macam penyakit yang melemahkan iman. Seperti berharap pada manusia, galau, kecewa, resah, khawatir karena nggak di chat dia lagi (misalnya).

Dalam islam, semua kaum muslimin adalah mulia karena bertaqwa. Semua dijaga agar tetap mulia dengan aturan-Nya. Jadi, apa–apa yang sudah Allah larang, maka berusahalah kita untuk menjahinya. Bukan hanya yang Allah larang, tapi yang mendekati juga jangan dilakukan. Baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. Ingat teman, Ittaqillaha haitsu maa kunta, bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada!

Buat temen temen yang masih terjebak dalam lingkaran khalwat dan ikhtilat online, yuk segera hijrah. Berlari menuju keridhoan Allah. Jangan sampai kamu terlambat, dan menyesal ‘banget’ nantinya. Kalau sudah terlanjur, siapa yang akan kau salahkan? Allah yang tak sayang, atau kamu yang tak mau taat aturan? Dia yang mempermainkan atau kamu yang kelewatan? Semua pilihan itu ada ditanganmu, teman. Aku disini hanyalah saudara seiman yang tugasnya hanya mengingatkan dan mengajakmu kembali ke jalan yang benar.

Wallahu a’lam bish showwab.

0 komentar:

Posting Komentar